Written by : kiyo_omin•─────────•°•♡•°•─────────•
Pertama kali Hikari membuka mata, yang dia rasakan pagi ini adalah perasaan tidak enak. Entah. Biasanya pagi harinya selalu diawali dengan hal-hal positif, yang membuat Hikari semakin semangat menjalani hari barunya.
Hikari bangun, lalu bersandar pada sandaran kasur. Dia diam sebentar, selagi mengumpulkan kesadarannya setelah bangun tidur.
Jarum jam masih menunjukkan dini hari. Yang artinya masih ada waktu sebelum akhirnya bersiap datang ke sekolah.
Hikari bangkit dari kasur. Berjalan keluar kamar masih dengan piyama warna pink favoritnya. Hal pertama kali yang ia lakukan setelah bangun tidur adalah mengecek makanan yang ada di meja makan. Iya, cek aja. Makannya nanti. Sehabis itu ia akan siap-siap untuk mandi.
"SELAMAT PAGI, SEMUA!"
Hikari berteriak. Suara nyaringnya bergema hingga ke ruang belakang rumah. Niat Hikari baik, memberi kalimat positif pada orang-orang rumah yang mendengarnya. Tapi, yang mendengarnya justru akan sakit kepala karena suara nyaring Hikari.
"Lho? Nggak ada yang jawab?"
Dahi Hikari mengkerut. Kemarin paman dan bibinya datang berkunjung. Dan juga, biasanya jam segini neneknya sedang menyiapkan sarapan pagi. Tapi, di ruang makan kosong melompong. Hikari juga sedari tadi tidak melihat paman dan bibinya di mana pun.
Hikari lalu berniat berjalan ke arah di mana kamar neneknya berada.
"Selamat pagi, Nek!" teriak Hikari sambil membuka pintu kamar sang nenek.
Rasa semangat pagi hari yang kini ada pada diri Hikari, sesaat setelah melihat isi kamar sang nenek, kedua mata Hikari membelalak kaget. Jantungnya berpacu cepat, sekujur tubuh gemetar tak karuan.
Di depan Hikari, nenek Hikari tergeletak di lantai kamar dengan belakang kepalanya yang bercucuran darah.
*****
Keramaian adalah hal kedua yang Sakusa benci setelah kotoran. Makanya saat waktu istirahat tiba, Sakusa lebih suka mengasingkan diri di perpustakaan atau atap sekolah.
Dan sekarang Sakusa dan Komori ada di perpustakaan. Mereka berdua tidak membaca buku, lebih memanfaatkan WiFi dan juga AC perpustakaan yang membuat kebanyakan murid betah. Apalagi Sakusa lebih suka tempat yang sepi, jadi Komori ikut saja apa kata Sakusa.
Sakusa asyik menonton pertandingan voli SMA Karasuno melawan Akademi Shiratorizawa di hpnya. Sedangkan Komori, dia diam-diam memakan bekal yang dibawa dari rumah di kolong meja. Untung saja mereka duduk di paling pojok ruangan, jadi tidak terlalu terlihat oleh penjaga perpustakaan.
"Kamu enggak makan?" tanya Komori selagi mengunyah makanannya.
"Enggak lapar."
"Oh, oke." Komori mengangguk. Lalu, ia kembali melahap bekalnya.
Suasana di antara mereka berdua sunyi, tidak ada obrolan. Komori juga bingung topik apalagi yang harus mereka bahas. Lagipula Sakusa juga begitu, jawab seadanya saja. Komori jadi bingung harus apa.
Ah, benar! Ada satu lagi.
"Oh, iya. Takashi kemana, ya? Aku dari tadi enggak lihat." Komori menatap langit-langit perpustakaan. Ia jadi ingat kenapa perempuan bersurai zaitun itu tidak kelihatan sedari tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
HBD [Heart Broken Disease]
FanfictionKetika seseorang patah hati, tubuh akan retak. Perlahan hingga pecah dan hancur. Kepingan-kepingan dari tubuh manusia akan menjadi bintang baru di angkasa. Sayang, keindahan angkasa tidak seharusnya dari penderitaan orang lain. Satu-satunya yang da...