Anugrah Indah Dari Tuhan:(2:)

263 19 1
                                        

Kau tidak melihat apa yang Tuhan lihat, kau tidak mendengar apa yang Tuhan dengar, dan kau tidak tau apa yang Tuhan tahu.

Karna menjadi pondasimu. Kita akan membangun hidup bersama menata segalanya. Meskipun sesungguhnya, aku tidak tau ada apa dibalik cakrawala. Sampai jika layar kapalku mengantar hingga batasnya.

Maka dari itu, saat tiba waktunya.

Jangan menangis dan tunjukanlah senyum bahagia bila kita bertemu (lagi).

Berjanjilah padaku untuk tetap hidup dan baik baik saja.

Berjanjilah untuk selalu menjaga kebersihan kamar dan kesehatan mu. Karna aku tau, Diri ini tidak akan ada selamanya untuk merapihkan tempat tidur dan menyeduhkanmu coklat panas saat sedang sakit.

Berjanjilah untuk tidak akan melakukan hal-hal ceroboh lagi, seperti berburu jamur liar dan lompat dari jembatan sungai sembarangan.

Aku juga sudah menuliskan resep tumis kepiting favoritmu, kau harus mempelajarinya agar bisa masak kepiting sendiri.. bukunya ada di bawah meja.

Selain dari itu semua.

Adalah ungkapan kata yang selalu ingin sekali aku ucapkan padamu,

Bahwa

Aku sangat mencintaimu, Dazai.

(Tertanda Nakahara Chuuya)

.
.
.
.
.

Secarik surat ini.

Emosi macam apa yang harus aku keluarkan setelah membacanya?.

Yang pasti bendungan air di mataku tak tertahan.

Merasa apa yang Tuhan beri, bukan sesuatu yang baik bagi diri.

Harus berdamai dengan yang katanya anugrah indah dari Tuhan, yang nyatanya amat sangat menyesakkan.

Aku bertanya mengapa tuhan memberikan jalan yang tak pernah aku harapkan.

Aku menagih janji, katanya dia akan beri apa yang terbaik bagi hidup ini.

Penantian penuh sabar dan percaya di rumah sakit kala itu.

Melihatmu berbaring lemah tak berdaya. Berbuah cahaya.

Tuhan telah melihat jauh ke seluruh cerita lengkap usia.

Dimana untaian takdir tersemat dengan begitu indahnya.

Dimana benang akan terurai dengan begitu cantiknya.

Hingga berada di detik dimana kau genggam erat tanganku dan ucapkan sebuah salam perpisahan, bersama dengan ruhmu yang kembali kepada Tuhan meninggalkan jasadnya.

Genggaman tanganmu tak erat lagi setelahnya.

Namun kau terlihat bebas dan damai dari sebelumnya.

Sejak saat itu, aku tau kau tak lagi merasa sakit, dan aku yakin kau akan terbangun kembali dengan sayap indah dari-Nya.

Sejak saat itu juga

Kerinduan ini akan sosokmu menjadi begitu akut

Kesedihan ini terus berlarut

Raga ini dilanda kabut

Hati ini hancur kalut:).

Maybe For ImpossibleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang