(WARNING) JANGAN DIBACA!!!

1.3K 56 16
                                        

"Amnesianya semakin parah. Ia sedang sakit, badannya demam, tubuhnya sangat lemah.. jika kau ingin menjenguknya sekarang, Maaf aku tak bisa mengizinkanmu Dazai."

"Tapi..."

"Tidak ada tapi untuk tidak mencari masalah dan keributan.. Mengerti!."

"Ah baiklah Kouyou san aku mengerti."

"Aku tau kau sangat khawatir dan merindukannya, Apa kau sedih?."

"Tidak hanya saja.."

"Hmmm."

"Ah~aku hanya berharap semoga dia cepat sembuh.. dan tolong berikan ini padanya. Pesan dariku istirahat dan makan yang baik dan cukup."

"Eh tumben sekali, tapi baiklah~ kau pergilah, masalah Chuuyamu biar aku yg urus."

"Chuuyaku???!."

"Maksudku chuuya yang kau khawatirkan."

"Hmmm chuuya ku yah ahahaha."

"Cih dasar anak itu." Kouyou pun geleng-geleng seiring perginya mumi hidup tersebut.

***

Sementara itu di sebuah tempat

Seorang pemuda mungil mengenakan piyama putih tengah selesai mandi. Rambutnya yg berwarna oranye terlihat masih basah oleh air. Matanya yang seindah laut nampak sayu seperti pantai sore.

Ia berkaca pada sebuah cermin besar. Di hadapannya kini, bukan lagi pantulan seorang pembunuh berdarah api melainkan seperti gadis rapuh yg siap dimangsa siapa saja.

Sudah 3 hari semenjak dirinya hanya berbaring dikasur. Penyakitnya ini selalu kambuh tak menentu, ia dilarang bekerja, bertemu orang-orang, dan bahkan keluar rumah.

Terakhir kali dirinya tertangkap basah sedang jalan-jalan di taman. Dan sorenya, ia sekarat karna penyakitnya kambuh. Mungkin itulah sebabnya Kouyou san sampai tidak mengizinkan segala hal untuk dilakukannya semasa sakit.

Malam ini Kouyou san tidak ada karna katanya ada rapat penting yang harus iya datangi dengan ketua Agensi Detektif Bersenjata.

Teringat ne san nya juga sempat menitipkan bingkisan dari seseorang yangg entah siapa ia lupa bertanya.

Jemarinya mulai menyentuh kantung berbalut plastik di meja samping tempat tidurnya itu dan membukanya. Isinya 6 buah apple merah, 1 bungkus roti, dan 2 kaleng susu. Diraihnya 1 apple dan memakannya.

Sinar rembulan menembus jendela, ia pun lantas membukanya. Kulit putih dan tubuh mungil itu seketika diterpa semilir angin yg membuatnya menggigil kedinginan.. tak habis fikir betapa indahnya malam berhias bulan dan bintang di langit Yokohama.

Berbarengan dengan itu, matanya tak sengaja menangkap bayangan hitam yg entah mengarah kemana,

'ini tidak aman'

pikirnya lantas segera menutup kembali jendela dan lupa menguncinya.

Tiba-tiba kepalanya pusing dan tubuhnya panas.

'Ah pasti karna aku terlalu banyak berdiri, atau jangan-jangan penyakitku kambuh lagi? Uh jangan sampai'

pikirnya.

Tiba-tiba

BLAKKK

Jendela kamarnya terbuka

"Lama tidak bertemu Chuu~ya ternyata kau makin cantik saja ne..." Ucap seorang pria yg tiba-tiba masuk ke kamarnya.

"Si siapa kau?!" Balas chuuya, suaranya bergetar dan matanya membulat, tubuhnya seketika mematung.

Maybe For ImpossibleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang