"Menangislah! Tubuhmu sudah terlalu banyak menampung beban."
____________
"Seperti bunga dandelion, aku ingin menjadi perempuan tangguh. Perempuan yang berani melepas apa-apa yang memang sudah ditakdirkan tidak selalu bersama. Perempuan yang tetap...
Dimas Astaghfirrr Maapkan Dimas ya Allah, Dimas ingin masuk surga
Yang bener Istighfarnya anj!
Dimas LAH, LO KENAPA IKUT NGUMPAT JIR? Astaghfirullah ... Maapkn kawand saya juga ya Allah ...
Rasya Fiks! Cuma gue yang waras!
Belum juga matahari menampakkan sinarnya, grup chat Aby sudah berisik dengan kegilaan Dimas. Itu semua karena tugas makalah yang diberikan Pak Arief.
🌼🌼🌼
"Alhamdulillah, Ya Rabb .... Selesai juga TO mengerikan ini," gumam Putri. Dia berdiri dan mengemas barang di meja.
"Putriiii. Gawatt!" teriak Syifa seraya berdiri dari duduknya.
"Buset, dah. Mulut apa toa masjid, Neng? Nyaring banget," cemooh Fanya dan langsung diberi tatapan tajam oleh Syifa.
"Syifa lupa belum ngerjain makalah Sejarah. Gimana, dong? Huwaa, Senin udah dikumpulkan lagi. Help Syifaaa, Put!" Syifa mengguncang kedua pundak Putri dan itu menimbulkan rasa pening yang dasyat.
"Iya, berhenti dulu, Syif! Pusing gue."
Kedua tangan Syifa pun disingkirkan dari pundak Putri. "Okee, maaf. Hehe."