[WARNING!]
Sebelum membaca isi page ini, mohon untuk baca teks dibawah ini agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Halaman ini dibuat ulang dari channel YouTube yang bersangkutan, karena rasanya kurang kalau ilmu"nya hanya ada di YouTube. Jadi saya buat...
Tentu dengan mengatakan jarak matahari hanya 5.000 km itu masih keliru. Tentu perhitungan tersebut masih jauh dari gambar ini. Kita merujuk pada gambar ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bila kita mengukur sinar matahari dari ini, maka kita bisa mendapatkan titik matahari ada disini. Tepat berada di atas awan, bahkan ada dibalik awan tersebut. Sekarang mari kita cek kebenarannya, berdasarkan data umum yang diketahui, awan yang paling tinggi adalah 7.000-12.000 m, sementara menurut Flat Earth, jarak matahari adalah 5.000 km.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Itu artinya jarak matahari sangat jauh dari awan, bukan tepat atau dibalik awan. Dari sinilah kita bisa melihat keganjilannya. Seharusnya sinar yang menembus awan tidak terlalu miring seperti ini, kalau memang matahari itu 5.000 km dari bumi, pasti sinarnya yang menembus awan hampir vertikal. Dari sini kita bisa tahu bahwa angka yang dikarang tersebut masih keliru dan kurang teliti lagi. Angka ini, yaitu 5.000 km bukan didapatkan dari mengukur arah sinar matahari dari awan. Mengapa? Karena sinar matahari yang tembus dari awan ini berubah-ubah sesuai dengan bentuk awan tersebut, hal ini umum terjadi.
Coba saja tantang Flat Earth untuk mengukurnya dengan menggunakan cara yang telah ia sampaikan. Saya yakin mereka tidak akan bisa mengukurnya. Coba lihat video yang dirilis Flat Earth sendiri dari luar angkasa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dari luar angkasa, matahari tidak tepat berada di atas awan, matahari jauh dari awan, sangat jauh. Masuk akal kah bagi anda kalau cahayanya akan seperti ini dengan jarak yang jauh tersebut? Jadi jawaban kenapa cahaya matahari berbelok seperti itu adalah karena pembiasaan cahaya. Apa itu pembiasaan cahaya?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pembiasaan adalah pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati satu bidang batas dua medium yang berbeda. Sama halnya seperti prisma, cahayanya berbelok sesuai dengan bidang pemantulan nya. Perlu diketahui juga bahwa air juga bisa memantulkan cahaya, dan awan terdiri atas titik-titik air yang tentu saja mampu membiaskan cahaya. Jadi hal itu bukan membuktikan bahwa matahari sedekat itu. Tentu akan muncul banyak kejanggalan. Yah, menurut Flat Earth, jaraknya hanya 5.000 km saja, dan buminya datar. Itu berarti matahari selalu berada di titik kurang lebih 5.000 km ini. Dia tidak pula turun ataupun naik