OS : 02

161K 1K 25
                                        

Hari ini adalah hari rabu. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore hari. Biasanya di jam-jam seperti ini memang selalu ramai karna jam pulang kantor. Seperti biasanya aku sedang berkutat di kitchen set, memasak berbagai macam pesanan pelanggan dengan beberapa pekerja ku

Ayahku sempat datang siang tadi untuk makan siang, dan kami mengobrol tentang berbagai hal. Ayah ku juga berkata bahwa ia akan mengirimiku pegawai agar aku bisa mempunyai waktu lebih banyak dengan istri ku, dan agar ia segera meminang momongan juga

Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 9 malam, yg artinya restoran sudah mulai sepi. Rasanya pegal sekali setiap hari harus berkutat dengan alat dapur dengan hanya diberi istirahat 30menit setiap waktunya ber-ibadah. Aku memang hobi memasak sejak aku SD. Tapi tidak untuk menguras tenagaku seharian penuh dengan hanya berkutat dengan alat yg sama setiap hari nya. Lain cerita jika bersama Rose, apapun akan kulakukan setiap hari meskipun hanya berdiam diri dengan hanya melihat dirinya saja itu tidak akan lelah bagiku

Aku memiliki kebiasaan jika sehabis bekerja di restoran, sebelum pulang pada jam 9 malam. Aku dan rekan kerjaku yg lain tidak langsung pulang, kami akan beristirahat dulu selama beberapa menit dengan mengobrol kecil sambil membuat minuman gratis untuk kita semua, yg telah lelah bekerja seharian. Aku juga memberikan makanan gratis kepada mereka, dengan menu yg bebas, mau itu yg mahal atau pun yg biasa saja, secara gratis. Itu adalah bonusku kepada teman kerjaku karna sudah bekerja keras untuk ku

Sebelum pulang menemui istriku tercinta. Aku duduk sendirian di kursi ditemani dengan segelas Mohito yg dibuat oleh temanku, Andre

Ketika sedang asik menikmati segelas Mohitu, tiba-tiba terdengar suara lonceng dari pintu masuk yg menandakan bahwa ada seseorang/pelanggan yg berkunjung. Aku menolehkan pandanganku pada pintu masuk melihat siapa yang berkunjung padahal toko sudah tutup beberapa menit yg lalu

Senyumku merekah saat melihat bahwa Rose, istriku lah yg datang ke restoran ku. Segera aku merentangkan tangan untuk menyambutnya kedalam pelukanku. Namun bukannya langsung masuk kedalam rentangan tanganku, Rose malah berdiam berdiri sambil melipat tangan didada

"Kenapa diem aja? Kamu gamau peluk Aku? Kamu ga kangen sama suamimu yg ganteng ini, hm?" kataku sedikit manyun merajuk

"Gamau ah. Kamu keringetan banget itu! Kenapa ga di elap sih? Nanti kalau keringet nya berubah jadi daki aku gamau ditempel-tempelin sama kamu" ketus Rose melihat Bimo yg masih berkeringat, dan harus selalu di tegur atau diingatkan dulu baru dia bergerak

"Hehe, tapi keringet aku wangi tau Yang, kalaupun aku dakian juga masih tetep ganteng. Elapin sama kamu aja ya?, aku cape banget tau.." rajuk ku sambil menyuruhnya untuk duduk di pangkuanku

Rose hanya memutar matanya malas. Kebiasaan suaminya jika ingin selalu dituruti pasti selalu berperilaku imut, ia jadi tidak bisa menolak. Segera aku mengambil tisu yg disediakan di meja lalu duduk dipangkuan Bimo, dan mulai mengelapi keringatnya yg membasahi wajah tampan dan juga lehernya

"Kamu ngapain aja tadi siang?" tanya ku pada Rose sambil melihat wajah cantiknya yg sedang fokus mengelap keringatku

"Aku main ke Mall sama temen-temen ku tadi, belanja barang-barang buat anaknya mba krystal yg mau ulang tahun nanti. Terus pulangnya aku bantu-bantu bikin kue ulangtahun" balas Rose setelah selesai mengelap keringat di wajah dan juga leher Bimo. Kini tangannya menyugar rambut suaminya dan meniupnya agar terasa sedikit dingin. Tenang mulutnya selalu wangi, dan tidak pernah bau, jadi Bimi dengan tenang menerima dan menyium dengan senang nafas istrinya yg sedang menyejukkan hawa panas yg mengguar disekitaran wajah nya

"Pantesan muka kamu keliatan cape banget sekarang. Kenapa harus kesini dulu, ga langsung pulang kerumah aja, hm?" kataku sambil menepuk bokong semok Rose yg berada di pangkuanku seperti sedang mengepok-ngepok bayi

OBSESI SUAMIKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang