Chapter 2

32 4 0
                                        

'Kenapa jadi seperti ini?' batin Ren yang dari tadi hanya tiduran dikelasnya dengan kepala terus menempel dimeja seakan tak kuat menahan beban pikirannya.

Niatnya untuk membuat Akane tak lolos audisi malah membuat dirinya sendiri lolos audisi, apalagi kemarin ia sudah menandatangani kontrak sehingga ia tak bisa keluar begitu saja, kemarin ia terlalu shock sehingga ia setuju-setuju saja dimintai tanda tangan tanpa membacanya terlebih dahulu.

'Apa yang harus kulakukan?, tak mungkin sekali aku menjadi seorang idol' batin Ren, ia bingung harus berbuat apa, jika ia memaksa keluar group, ia khawatir jika identitasnya sebagai pria terungkap, apa kata orang-orang jika Matsui Ren, seorang vokalis dan gitaris dari sebuah band rock menyamar menjadi gadis dan masuk group idol, terlebih lagi karir bandnya bisa hancur jika identitasnya terbongkar dan lebih parah lagi Akane pasti akan membencinya.

"Yo! Ada apa denganmu hari ini?" tanya sahabat Ren yaitu Yuma sambil menepuk pundak Ren.

"Kau terlihat tak bersemangat?" tanya Yuma.

"Ya,, seperti itulah, aku sedang bingung sekarang" jawab Ren.

"Bingung kenapa?"

"Bukan apa-apa"

'Apa aku menceritakan pada Yuma saja mengenai hal ini' batin Ren, ia berniat bercerita dengan Yuma yang kemungkinan bisa membantu, apalagi adik Yuma juga member AKB48.

'Tapi untuk saat ini sebaiknya kusimpan sendiri saja' batin Ren mengurungkan niatnya untuk bercerita pada Yuma.

"Oh ya jangan lupa besok malam kita ada konser" kata Yuma.

"Eh konser?" Kata Ren yang terlihat terkejut.

"Jangan bilang kau lupa, bukankah besok adalah konser yang cukup besar" kata Yuma karena besok band mereka diundang untuk mengikuti festival musik.

'Sial aku hampir lupa kalau ada konser' batin Ren karena ia terlalu memikirkan idol groupnya sehingga ia lupa kalau ia ada konser besok.

Ren langsung mengecek ponselnya dan mengecek jadwal untuk SKE48 yang ada diponselnya.

Ren bernafas lega karena jadwalnya tak ada yang bertabrakan dengan aktivitas bandnya.

"Jadwal apa itu?" tanya Yuma sambil menatap layar ponsel milik Ren.

"Bu-bukan apa-apa" jawab Ren sambil menutup ponselnya karena ia masih akan merahasiakan hal ini dengan siapapun.

"Oh,,, kudengar Akane tak lolos audisi" kata Yuma.

"Ya begitulah" kata Ren sambil menatap bangku Akane yang kosong karena tak masuk hari ini dan hal itu langsung membuat Ren kembali merasa bersalah.

'Akane tak masuk hari ini, sebaiknya aku kerumahnya nanti'

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Ren duduk ditepi ranjang menatap Akane yang masih terlelap, saat ini Akane sedang sakit dan Ren datang menjenguknya.

'Maafkan aku Churi-chan' batin Ren sambil menganti kompres yang menempel didahi Akane dengan yang baru.

Ren menatap sedih Akane yang sedang terlelap, ia sangat merasa bersalah dan ia berpikir kalau Akane sakit karena tak lolos audisi kemarin.

"Ugh!" Terlihat Akane yang mulai bangun dari tidurnya.

"Ren-kun" kata Akane yang terkejut melihat mantan kekasihnya ada dikamarnya.

"Bagaiamana keadaanmu?" tanya Ren.

"Sekarang sudah membaik, lalu kenapa kamu disini?" tanya Akane.

"Hari ini kau tak masuk sekolah dan ibumu bilang kalau kau sedang sakit jadi aku datang menjenguk" jawab Ren.

"Bagaimana audisi kemarin?" tanya Ren meski ia sudah tau hasilnya.

"Aku tak lolos, mungkin aku memang tak cocok menjadi idol" jawab Akane sambil mencoba tersenyum, bibirnya memang tersenyum tapi matanya terlihat jelas sekali kesedihan dan kekecewaan didalamnya.

Ren yang melihat itu kembali merasa bersalah,  Akane sangat bermimpi menjadi idol, dan Ren dengan egoisnya menghancurkan mimpi Akane menjadi idol.

Ren memandang sekeliling dan melihat CD single AKB48 dan beberapa kostume yang tergeletak disana.

"Maaf Ren-kun, kemarin sebelum audisi aku terlalu banyak berlatih sehingga aku tak sempat membereskannya" kata Akane mengikuti pandangan Ren yang melihat barang-barangnya yang berantakan.

"Tak apa, biar kubantu membereskannya" kata Ren sambil membereskan barang-barang Akane yang berantakan.

"Kau juga memiliki kostume mereka?" tanya Ren sambil melipat kostume AKB48 milik Akane.

"Ya begitulah, aku mempunyai beberapa kostume milik mereka, aku sangat bermimpi bisa memakai kostume seperti itu bersama mereka, bahkan saat aku latihan aku memakai kostum itu agar aku bisa merasakan bahwa aku benar-benar menjadi seperti mereka" jawab Akane sementara Ren hanya terdiam mendengarnya.

"Tapi sepertinya tak semudah itu, aku tak lolos audisi dan sepertinya aku memang tak cocok menjadi idol hiks! hiks!" kata Akane dengan air mata yang mengalir, sepertinya ia tak bisa lagi menahan kesedihan dan kekecewaannya.

Ren yang melihat itu hatinya langsung menjadi sakit, Akane tak lolos karenanya, jika ia tak melakukan itu pasti Akane sudah lolos dan ia pasti sedang bahagia karena bisa mencapai impiannya, tapi ia dengan kejamnya menghancurkan mimpi itu.

'Maafkan aku Akane, aku kejam sekali sudah menghancurkan mimpimu karena keegoisanku yang ingin kau selalu menjadi kekasihku, aku sangat menyesal dan aku berjanji akan membantumu mencapai mimpimu' batin Ren, ia sudah bertekad untuk memperbaiki kesalahannya dengan membantu Akane menggapai mimpinya sebagai idol.

"Kau tenang saja Churi-chan, kau pasti akan menjadi idol" kata Ren sambil memegang pundak Akane dan menatapnya lekat-lekat.

"Ren-kun"

"Aku akan membantu dan mendukungmu, kupastikan tahun depan saat SKE48 membuka audisi generasi kedua kau pasti akan lolos" kata Ren penuh keyakinan yang membuat Akane tertegun.

'Aku bertekad akan tetap di SKE48 dan menjadi member ternama disana, dengan begitu aku akan bisa membantu Akane lolos audisi dan aku bertekad bahwa aku tak akan keluar group sampai Akane menjadi idol'

.
.
.
.
.
.
.
.

TBC

AKB49Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang