'Hah,,, hah,, hah,,, ternyata menjadi idol sangat melelahkan' batin Ren sambil mengatur nafasnya setelah latihan bersama SKE48.
"Kita istirahat 30 menit dan setelah itu kita latihan lagi"
Setelah itu semua member langsung beristirahat dan mengambil air minum untuk memulihkan tubuh mereka, selama istirahat semua member terlihat berkumpul saling bercengkrama guna mengenal satu sama lain, tapi berbeda dengan Ren yang selama istirahat ia hanya mojok sendiri sambil terus mengutak-atik ponselnya.
Ren tak berkumpul dengan member lainnya bukan karena ia seorang pemalu atau orang introvert, tetapi jika ia banyak bicara dengan mereka ia takut ada yang curiga jika ia adalah seorang pria.
Beruntung selama latihan Ren berada diposisi belakang sehingga ia tak menjadi pusat perhatian.
'Aku bingung kenapa aku bisa lolos audisi, padahal saat diberi pertanyaan aku menjawab seadanya dan saat menyanyi aku tak menyanyikan lagu AKB48' batin Ren, ia masih bingung kenapa ia bisa lolos audisi.
'Biarlah, lebih baik aku fokus berlatih dan segera menjadi member ternama dan membantu Churi-chan agar bisa masuk SKE48 dan setelah itu aku akan keluar group ini' batin Ren, ia berpikir jika ia menjadi member ternama ia bisa membantu Akane masuk group.
"Rena-chan"
Ren dikejutkan saat seseorang memanggilnya sambil menyentuh pipinya dengan jari telunjuk.
"Ah! I-iya ada apa?" tanya Ren melihat siapa yang memanggilnya.
"Kenapa kamu hanya duduk disini saja Rena-chan, ayo ikut berkumpul dengan mereka" kata gadis yang memanggil Ren tadi.
'Siapa bocah yang sok akrab denganku ini' batin Ren melihat gadis bersusia sekitar 11 tahun dan dia tak tau siapa dia.
"Tidak aku disini saja" jawab Ren.
"Oh ya kita belum berkenalan" kata gadis tersebut.
'Belum berkenalan tapi dia sudah sok akrab denganku, memanggilku Rena-chan pula' batin Ren melihat gadis berusia 11 tahun itu.
"Tapi kau sudah tau namaku" kata Ren singkat, ia ingin segera mengakhiri pembicaraan karena ia tak ingin terlalu banyak bicara, beruntung suara Ren memang mirip seperti wanita sehingga ia tak perlu mengubah nada bicaranya, meski begitu ia tak boleh banyak bicara.
"Tapi aku belum memperkenalkan diri, namaku Matsui Jurina, kita memiliki marga yang sama" kata Jurina sambil mengeulurkan tangannya pada Ren.
"Matsui Rena" kata Ren sambil menerima uluran tangan Jurina dan setelah berjabat tangan tiba-tiba Jurina menarik tangan Ren dan mengajaknya menemui member lainnya.
"Rena-chan ayo kita berkumpul bersama mereka" kata Jurina sambil mengajak Ren berkumpul bersama member lainnya.
"Oi tunggu"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
'Memakai wig terlalu lama membuat kepalaku gatal' batin Ren yang sedang mandi di kamar mandi yang ada di theater SKE48, setelah latihan berakhir Ren langsung menuju kamar mandi karena sudah tak tahan dengan kepalanya yang gatal.
'Sepertinya aku harus segera terbiasa disini' batin Ren karena sering kali ia ceroboh dan melakukan hal yang bisa saja membongkar identitasnya, selain itu ia belum terbiasa dipanggil Rena sehingga ia sering kali diam saat ada yang memanggilnya.
Setelah selesai mandi Ren langsung memakai penyamarannya lagi dan segera pulang, tetapi saat ia melewati tempat latihan ia masih mendengar suara musik dan seseorang yang sedang menari disana, karena penasaran Ren memutuskan masuk dan melihat siapa yang ada didalam.
'Matsui' batin Ren melihat Jurina yang sedang latihan sendiri disana.
"Rena-chan" kata Jurina menghentikan latihannya karena melihat Ren masuk.
"Kenapa kau masih disini?" tanya Ren.
"Aku latihan sebentar karena ada gerakan yang sulit kulakukan" jawab Jurina meski menurut Ren tarian Jurina sudah sangat bagus dan Jurina juga mendapat posisi terdepan.
"Kau tidak pulang?" tanya Ren.
"Aku sedang menunggu dijemput jadi aku latihan dulu"
"Begitu ya,,, kalau tak keberatan apa kau mau membantuku latihan sedikit, ada gerakan yang tak bisa kulakukan" kata Ren, ia pikir ia juga harus bisa menari karena memang ia tak punya basic menari sama sekali, selain itu mumpung ia hanya berdua dengan Jurina sehingga ia bisa lebih leluasa karena ia tak bisa begitu leluasa jika ada banyak member lainnya, dan ia juga tak begitu takut jika ada yang mencurigainya.
"Tentu saja" kata Jurina dan sepertinya Jurina juga senang jika ada teman berlatih.
Mereka berdua berlatih bersama cukup lama sampai mereka lupa kalau hari sudah sangat malam.
"Sudah malam, bagaimana kalau kita pulang" kata Ren.
"Benar juga"
"Kau belum dijemput juga?" tanya Ren.
"Sebentar,,," kata Jurina sambil mengecek ponselnya.
Jurina telihat panik setelah melihat ponselnya.
"Kenapa?" tanya Ren.
"Aku tak tau kalau tadi ibuku mengirim pesan kalau tak bisa menjemputku dan aku disuruh naik kereta"
"Ini sudah terlalu malam, bukannya kereta terakhir sudah berangkat" kata Ren.
"Karena itulah aku bingung harus gimana"
"Tenang saja aku akan mengantarmu pulang" kata Ren karena Jurina sudah membantunya berlatih.
"Benarkah?" tanya Jurina yang terlihat lega.
"Tentu saja"
"Arigatou Rena-chan" kata Jurina sambil memeluk tubuh Ren, dan Ren terlihat terkejut saat tiba-tiba Jurina memeluknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ren mengantar Jurina menggunakan sepedahnya dengan Jurina dibonceng dibelakang.
"Rena-chan apa kamu bisa mengantarku kesuatu tempat dulu?" tanya Jurina.
"Kemana?"
"Ke toko musik, aku mau beli CD single, mumpung aku sendiri karena jika ibu tau aku akan diomeli karena uang jajanku kubuat beli CD" kata Jurina.
"Baiklah kalau begitu" kata Ren lalu mampir ketoko musik.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Dimana ya tempatnya"
"Memangnya kau mau membeli lagu apa?" tanya Ren pada Jurina yang sedang mencari-cari CD single yang akan ia beli.
"Aku mencari single dari Rock The World" jawab Jurina yang membuat Ren terkejut karena Rock The World adalah bandnya sendiri.
"Rock The World?" tanya Ren memastikan karena ia tak percaya kalau Jurina menyukai bandnya.
"Benar, apa kamu tau band itu? memang tak terlalu terkenal tapi aku sangat menyukai lagu-lagunya" jawab Jurina yang membuat Ren terkejut karena ternyata Jurina adalah fansnya.
"Aku juga suka band itu" jawab Ren seadanya.
"Benarkah? Aku senang karena kita punya idola yang sama" kata Jurina yang terlihat senang.
"Bagaimana kalau lain kali kita nonton konsernya bersama" ajak Jurina dan Ren hanya menggangguk saja meski nyatanya tak mungkin jika mereka menonton konser Rock The World bersama karena Ren sendiri adalah vokalis band tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
AKB49
FanfictionBerawal dari seorang vokalis dan gitaris dari sebuah band rock yang tanpa sengaja masuk kesebuah group idol yang tak ia sukai
