Ren POV
Saat ini aku sedang berada di salah satu acara variety show milik AKB48 yaitu Akbingo, aku sedang berpartisipasi dan sedang memainkan salah satu gamenya yaitu Shoujiki Sougi, dimana game tersebut menguak kejujuran member dan akan ada banyak hal yang terungkap, game yang sebenarnya sangat kuhindari dan dalam game ini aku berhadapan dengan Jurina.
Ngomong-ngomong soal Jurina sekarang hubunganku dengannya sudah membaik dan kembali seperti semula setelah aku menjelaskan kesalahpahaman terhadap hubunganku dengan Akane, aku mengatakan pada Jurina kalau sebenarnya Akane adalah teman masa kecil yang sudah lama tak bertemu.
Dalam permainan Soujiki Shougi kami sudah disiapkan beberapa pertanyaan untuk lawan masing-masing, selama permainan Jurina mendominasi sehingga Jurina menang dengan skor 2-1.
Aku bernafas lega karena tak ada pertanyaan aneh-aneh yang Jurina katakan, tetapi baru saja aku bernafas lega tiba-tiba host acara memintaku untuk bermain lagi dan kali ini adalah lawan yang paling kuhindari yaitu Watanabe Mayu, dia adalah orang yang paling mencurigaiku sebagai pria, sebenarnya aku dan Mayu sudah sangat mengenal, karena Mayu adiknya Yuma jadi dulu waktu kecil kami sering bermain bersama, saat sudah besar aku juga masih sering ngobrol dengannya saat aku berkunjung kerumah Yuma, mungkin dia menyadari kalau aku sebenarnya seorang pria, sungguh Mayu dan Yuma sangat berbanding terbalik.
Selama permainan aku merasa lega karena tak ada pertanyaan aneh darinya karena aku sudah was-was jika ia bertanya sesuatu yang tak kuinginkan, selama permainan berjalan lancar dan aku menang dengan skor 2-1.
Saat aku mau beranjak dari dudukku tiba-tiba Mayu berkata sesuatu.
"Apa aku bisa bertanya satu hal lagi pada Rena-san?"
"Apa itu?"
"Pertanyaan ini tak tak ada di list jadi aku ingin menayakan sekarang" kata Mayu sambil tersenyum penuh arti padaku dan aku sudah menduga apa yang akan ia tanyakan.
"Pertanyaan spesial ya? baiklah kau bisa menanyakannya" kata host tersebut sementara aku sudah panik jika Mayu benar-benar menanyakan hal itu.
"Baiklah" kata Mayu sambil tersenyum padaku.
"Matsui Rena, sejujurnya sebenarnya kau adalah seorang pria" tanya Mayu dan sudah kuduga dia akan menyanyakan hal itu dan kulihat seisi ruangan terkejut dengan pertanyaannya.
"Ti-tidak, tidak mungkin aku seorang pria" kataku dengan keringat dingin berharap alat pendeteksi kejujuran itu rusak.
Jantungku berdetak keras memandang jarum pendeteksi yang bergerak kesana-kemari.
"Matsui Rena, sebenarnya kau adalah seorang pria" kata Mayu penuh penekanan mencoba menguak kejujuranku.
"Ti-tidak" kataku mencoba mengelak agar alat tersebut mengatakan tidak.
Setelah beberapa saat jarum tak kunjung melewati garis merah sehingga yang menyatakan aku tak berbohong dan akupun bisa langsung bernafas lega.
Kulihat Mayu yang mendengus kecewa karena hasilnya tak sesuai harapan.
Kulihat seisi ruangan yang awalanya terdiam langsung tertawa keras.
"Watanabe kenapa kau berkata seperti itu"
"Tak apa, aku hanya iseng saja hehehehe" jawab Mayu.
Untuk sekarang kau bisa bernafas lega, tapi aku yakin Mayu masih ingin membongkar identitasku.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Rena-san apa besok kau bisa ikut aku?" tanya Mayu yang mendatangi Ren.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKB49
FanfictionBerawal dari seorang vokalis dan gitaris dari sebuah band rock yang tanpa sengaja masuk kesebuah group idol yang tak ia sukai
