32. Sebuah Dekapan

0 0 0
                                        

Happy reading😊












"Es krim di kulkas sebelah gue pinta ya?, sekalian gue bawain buat lo___mayan buat dinginin pala lo biar gak ngebul ngeluarin asap"ucap Kyura ketika dia menghampiri Ardio yang tengah duduk di sofa ruang tamu sambil bersila. Diatas pangkuan lelaki itu sudah terdapat sebuah laptop yang menyala. Kejadian itu sudah berlangsung sekitar lebih dari dua jam.  Ardio terlihat serius mengerjakan sesuatu di laptopnya.

"gak perlu"

"Yaelah Yo,ngaku aja kalau lo ice cream lovers.udah tau gue,gak usah malu malu taik kucing"

Dio terdiam,namun matanya melirik tangan Kyura yang tengah menyodorkan sebatang es krim dihadapannya.

"Bu Ranum bilang ke gue.gue juga tau kalau lo gak bisa minum obat kalau gak ada es krim____santai aja Yo, gue gak mungkin ngejek majikan sendiri,lagian enak karna gue bisa minta hehe" tampa berniat menjawab,tangan Ardio terulur untuk mengambil sebatang es krim rasa vanila ditangan Kyura lalu menggigitnya.  Matanya kembali fokus menatap laptop dipangkuannya

"kenapa cuman ada es krim batang?, kenapa lo gak beli es krim yang bisa diserut pake sendok?"

" gausah cerewet" jawab Ardio tampa mengalihkan pandangannya ke layar laptop, sementara Kyura sedikit mencondongkan badannya untuk sedikit melihat apa yang Ardio kerjakan. Kyura sedikit penasaran kerjaan seperti apa yang tengah cowok itu kerjaan dengan serius akhir akhir ini

'ekhm'

Suara dehaman seseorang berhasil membuat Ardio dan Kyura menoleh ke sumber suara secara bersamaan. Disana ada lelaki paruh baya yang terlihat berdiri tegap dengan balutan jas berwarna hitam. Tatapan matanya terlihat menatap lurus kearah Ardio. Saat melihat hal itu, Kyura sedikit memicingkan mata untuk melihat lebih jelas,sebab jarak antara mereka tak terlalu dekat. Tadinya Kyura fikir orang itu adalah lelaki yang sama dengan orang yang telah beberapa kali Kyura lihat saat bersama Ardio untuk mengajari cowok itu tentang perusahaan,namun ternyata dugaannya salah. Meskipun Kyura sering kesulitan mengenali wajah yang terasa baru baginya, namun Lelaki paruh baya yang dilihatnya saat ini jelas bukan orang yang sama, sebab orang yang sering mengajari Ardio mempunyai wajah yang terlihat ramah dan sering senyum pada Kyura ketika mereka tak sengaja berpapasan. Sedangkan yang dilihat Kyura saat ini adalah sosok yang berwajah arogan dengan matanya yang menyorot tajam. Dari raut wajahnya, Kyura menyadari bahwa lelaki didepannya adalah sosok yang perlu diwaspadai.

"Ikut saya, kita perlu bicara"

Lelaki paruh baya berlalu terlebih dahulu,sedangkan Ardio masih terpaku ditempatnya. saat Kyura melihat kearah Ardio,disana Kyura temukan raut wajah tegang meskipun berusaha cowok itu tutupi. Hal itu tentu membuat Kyura bertanya tanya, hal apa gerangan yang membuat atmosfer terasa mencekam saat kedua lelaki yang dilihatnya sekarang berada di satu ruangan yang sama.

"Beresin semuanya" ucap Ardio sebelum akhirnya ikut berlalu

"Jadi ikut merinding gue" Kyura bergidik ngeri setelah beberapa saat yang lalu dia dengan tak sadar menahan nafas saat merasa tegang.

"Tau ah,bukan masalah gue juga kan. Mending anis ini gue rebahan mumpung si Dio lagi sibuk"

Namun nyatanya,bukannya merebahkan diri seperti rencananya semula, Kyura malah terduduk ditepian ranjang dengan isi kepala yang mulai menerka-nerka sejak hampir setengah jam yang lalu. Kyura mulai kepo dengan kehidupan Ardio yang masih terasa misteri. Tentang orang tuanya yang tak pernah muncul kehadirannya, juga tentang alasan dibalik Ardio yang sudah diajari bekerja di sebuah perusahaan meskipun cowok itu masih berseragam SMA.

"Apa tadi itu bapaknya Dio?____ tapi kok tegang amat ketemu bapak sendiri"

"Apa bapaknya bakal tinggal disini?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 10 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A REASONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang