Happy reading😊
Kyura sudah kembali kekamarnya tepat jam 11:35 setelah dia diberi makan. Tadi dia sempat diajak keliling rumah oleh Bu Ranum,saat itu Kyura harus mengingat beberapa ruangan yang sepertinya akan sering dia kunjungi ketika berada dirumah ini. Bahkan Kyura juga harus segera menghapal tempat peralatan serta bumbu dapur agar nanti dia bisa bekerja mandiri tampa meminta bantuan.
Aktivitas yang lumayan melelahkan memang,namun dari kegiatannya itu, Kyura menemukan Sesuatu yang dia sukai dari rumah ini,yaitu kebun dan taman yang lumayan luas. Kata Bu Ranum, Ardio itu lumayan selektif maslah kesehatan, maka dari itu dirumahnya ada kebun sayur organik dan beberapa buah buahan untuk persediaan dirumah. Bahkan disana ada pula gazebo yang adem sekali apabila ditempati untuk bersantai, sungguh definisi Rumah idaman
Dari menghafal ruangan dirumah,Kyura jadi tahu bahwa Ardio punya ruang musik yang terdapat berbagai alat musik disana. Kata Bu Ranum yang sudah bekerja dirumah ini semenjak Ardio Umur 7 tahun,sejak saat itu Ardio memang mempunyai daya tarik dengan seni bermusik. Ardio kecil sering ikut les musik untuk mengembangkan potensinya.
Selain itu dirumah ini juga ada ruang fitnes, dan yang paling membuat Kyura terkejut adalah saat mengetahui kalau beberapa Minggu yang lalu Ardio sudah punya ruang kerja sendiri. Disana terdapat perpustakaan mini yang sepertinya berisi data atau hal hal yang harus Ardio pelajari.
Awal mendengar itu Kyura sendiri merasa tidak percaya karena Ardio hanya remaja yang masih berseragam putih abu abu alias SMA, terasa agak aneh kalau harus diberi beban tanggung jawab seberat itu. Namun saat mengingat bahwa Ardio memanglah terlahir dari keluarga kaya,maka tak menutup kemungkinan kalau lelaki itu sudah dididik membantu perusahaan keluarga sedari dini.
Mungkin ini sisi gelap atau buruknya menjadi orang Kaya turunan.
Fuiiitt
"BANGUN WOY!!"
Fuiiiiiiiitttt
Saat baru saja Kyura membuka mata,hal pertama yang dilihatnya adalah sosok Ardio yang tampak melotot kearahnya,Dimulut cowok itu sudah ada peluit yang sering dipakai wasit pemain bola.
"Apaan sih?,gue masih cape banget baru tidur.___gue mau istirahat bentar lagi"Kyura kembali memejamkan mata tampa memperdulikan alaram pertanda bahaya yang Ardio tunjukkan kepadanya.
"Liat jam,udah hampir jam 3,jangan kaya orang latihan hibernasi"
Mata Kyura mendadak terbuka lebar dan merubah posisinya yang semula berbaring di kasur kini seketika terduduk"Seriusan lo?!!"hal pertama yang Kyura lakukan adalah segera mengambil ponselnya untuk melihat jam yang ternyata telah menunjukkan pukul 2 lewat 57 menit.
"Kalau udah sholat,samperin gue dikamar"setelah berucap Ardio berlalu keluar kamar Kyura.lebih tepatnya kamar keluarga Ardio tapi sedang dihuni oleh Kyura
Mendengar ucapan Ardio,Kyura yang semula masih duduk di kasur,kini langsung kelabakan berlari menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ini sudah sangat terlambat untuk melaksanakan sholat,beruntung Ardio membangunkannya sehingga Kyura tidak melewatkan waktu sholat Zuhur.
Selesai sholat, Kyura segera berjalan ke kamar Ardio yang berada persis disebelah kamar yang ditempatinya.Kyura langsung saja masuk karna pintu kamar Ardio sudah terbuka. lagipula Ardio sendiri yang menyuruh Kyura kesini,jadi tidak masalahkan Kyura langsung asal masuk?
"Di__
"ASTAGA DIO LO KENAPA?" Kyura segera berlari kearah Ardio karna melihat Ardio yang tengah meringis seperti menahan sakit
KAMU SEDANG MEMBACA
A REASON
Romansa"WE NEVER MEET A WRONG PERSON,EVERYTHING HAS A REASON" ~~~~~Teruntuk kamu yang senantiasa bersemayam disudut pikiran~~~~~
