21. TRUST

0 0 0
                                        

Entah hanya perasaannya saja atau memang benar seperti itu, Ahn merasa Yoongi agak sensitif belakangan ini, terlebih jika Yoongi melihat Ahn dengan Taehung dan Jimin keluar sekolah bersamaan dan berbalas pesan jika dirumah, tidak Ahn sengaja namun memang seperti itu.

Jimin dan Taehyunh type teman yang setia kawan, ia akan membela jika benar, dan akan membantu perbaiki jika salah, maka dari itu Ahn tidak mau kehilangan teman seperti mereka.

Seperti saat ini Ahn sedang menemani Yoongi di studionya, Yoongi yang tengah asik main gitar namun hanya diam tidak bicara sedikitpun membuat Ahn mengoreksi dirinya sendiri apa ada yang salah pada dirinya

Seperti saat ini Ahn sedang menemani Yoongi di studionya, Yoongi yang tengah asik main gitar namun hanya diam tidak bicara sedikitpun membuat Ahn mengoreksi dirinya sendiri apa ada yang salah pada dirinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Oppa, sudah makan?" Tanya Ahn yang sedari tadi berusaha memutar otaknya bagaimana membuat Yoongi bicara

"Belum" Yoongi membalas ucapan Ahn dengan tetap memainkan gitarnya tanpa memandang Ahn

"Aku lapar, bagaimana kalau kita beli makanan?" Tanya Ahn memposisikan dirinya lebih dekat dengan Yoongi

"Terserah padamu" ujar Yoongi singkat dengan mempertahankan atensinya pada gitar

"Oppa, jika aku salah bicaralah, jika Oppa masih fokus pada gitar Oppa itu baiklah aku pulang saja, akupun lelah sepulang sekolah" ujar Ahn menekankan perkataannya dengan jelas dan berkasil membuat Yoongi melirik tajam kearah Ahn

Hembusan nafas kasar dari Yoongi
"Baik, akan aku antar" ujar Yoongi menaruh gitarnya dan berdiri

"Jinjja?? kenapa aku harus berlama-lama disini kalau dari tadi aku bisa segera pulang" Ahn sangat kesal dengan perlakuan Yoongi dan berdiri menatap Yoongi sinis.
"Aku pulang sendiri saja Oppa" Ahn bergegas membuka pintu namun saat setengah pintu terbuka Yoongi dengan cepat menutupnya kembali dengan kasar

Brughh
Hal itu membuat Ahn kaget dan membelalakan matanya tak menyangka
"Sudah kubilang aku antar" kali ini tatapan Yoongi sangat tajam, entah apa yang membuatnya seperti ini

Ahn memalingkan wajahnya menahan tangis dan mengontrol nafasnya yang sesak, ia tidak pernah melihat Yoongi seperti ini rasanya sangat sakit sekali

"Tak perlu" ujar Ahn mengusap air matanya yang berhasil turun, namun ketika ia ingin membuka pintu studio kembali ditahan oleh Yoongi dan berhasil membuat suara dobrakan pintu yang lebih kuat

"Berhenti bersikap kekanak-kanakan Ahn!!" Bentakan Yoongi sukses membuat Ahn terisak, dan dadanya terasa semakin sesak, entah mengapa Yoongi seperti ini Ahn tidak paham

"Kau kenapa Oppa? Apa yang salah denganku? Hikss" tangisan pertama dari Ahn sukses membuat Yoongi tersadar akan apa yang ia lakukan hari ini
Ia cemburu, tak suka dan tidak mau Ahn dekat dengan Namja lain, tapi ia ingin Ahn mengerti dengan sendirinya

"Yoongi!!! Buka pintunya!! Apa yang kamu lakukan?" Hobi menggedor-gedor keras pintu studio, mungkin suara dobrakan tadi terdengar cukup kencang sampai kekamarnya

Jamais VuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang