25. FLASHBACK 2

0 0 0
                                        

"Pendekatan? Maksud Appa?" Tanya Yoongi yang bingung menatap Tuan Min

"Ahh begini Yoongi-ahh, kami berencana menjodohkanmu dengan Jihoon, karena kalian sudah kenal akan lebih gampang bukan kalian dekat, lagipula Jihoon bilang dulu ia sempat menyukaimu namun sikapmu yang dingin membuatnya enggan dekat denganmu" ucapan Tuan Min berhasil membuat serangan petir pada hati Yoongi, mengapa Appanya cepat sekali memutuskan dan mengatur Yoongi

Melihat wajah kesal dari Yoongi, Jihoon membaca suasana ini dan mengalihkan pembicaraan
"Ahh Ahjussi, jangan seperti itu, aku jadi malu, bagaimanapun kita harus memiliki jawaban antara keduabelah pihak, kita memang sudah kenal namun bukan berati kita bisa sedekat itu, semua butuh waktu dan proses jadi aku mohon kasih kita waktu" Ujar Jihoon yang sedari tadi memperhatikan raut wajah kesal Yoongi, ia tak mau gagal kedua kalinya pada Yoongi, namun ia sadar semua tak bisa dipaksa

"Ahh baik sekali hatimu Jihoon, baiklah aku dan Appamu akan memberikan kalian ruang agar kalian nyaman berkomunikasi satu sama lain" ujar Tuan Min, Yoongi sedari tadi hanya diam, ia sangat kesal dengan keputusan Appa nya, tega sekali memaksa seseorang

"Yoongi, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" Ujar Jihoon memberikan kode untuk keluar karena ia tau Yoongi tak nyaman dengan situasi ini

"Baiklah" ujar Yoongi singkat dan merekapun berpamitan untuk keluar makan siang

☁️☁️☁️

Mereka tiba di suatu restaurant pasta, Jihoon yang terlihat bersemangat memilih tempat duduk ternyaman dan memilih menu yang tersedia namun Yoongi yang datar saja mengikuti.

"Yoongi-ahh, mian jika obrolah orangtua kita membuatmu tak nyaman" ujar Jihoon membuka pembicaraan pada Yoongi sambil menunggu pesanan mereka datang

Yoongi hanya mengangguk sambil sesekali menatap Jihoon

"Sebelum kau datang, memang orangtua kita memintaku untuk bercerita bagaimana kau dulu di sekolah, lalu mereka menyimpulkan bahwa aku menyukaimu, ya memang benar dulu seperti itu, namun tak lama ide perjodohan keluar dari mulut orangtua kita, entah aku harus senang atau sedih" ujar Jihoo dengan menundukan kepalanya diakhir kalimat

"Senang atau sedih maksudnya?" Tanya Yoongi yang bingung dengan kalimat gantung yang Jihoon katakan

"Yaa aku senang bertemu denganmu lagi, Namja yang sedari dulu aku suka, namun akupun sekarang memiliki Namja Chingu" ujar Jihoon menjelaskan pada Yoongi
Jika Jihoon memiliki Namja Chingu itu berarti ada alasan untuk menolak perjodohan ini

"Jika kau memiliki Namja Chingu itu bagus, berarti ada alasan untuk menolaknya, apa kau tidak kasihan dengan Nanja Chingumu?" Perkataan Yoongi berhasil membuat hati Jihoon sedikit tersayat, ia sadar Yoongi tidak menyukainya namun ia juga sadar bahwa ada hati yang harus ia jaga

Pelayan datang menaruh makanan dan minuman diatas meja dan pergi meninggalkan ketegangan antara Yoongi dan Jihoon

"Apa kamu juga punya Yeoja Chingu? Jika kamu punya mungkin itu juga bisa jadi alasan untuk menolaknya" ujar Jihoon dengan meraih sendok dan garpu pada meja dan menyantap makanannya

"Apa kamu juga punya Yeoja Chingu? Jika kamu punya mungkin itu juga bisa jadi alasan untuk menolaknya" ujar Jihoon dengan meraih sendok dan garpu pada meja dan menyantap makanannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jamais VuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang