I🔞

3 1 0
                                        


Jangan lupa vote sama komen!

Welcomeback..
Sori, ini BxB maybe...

Selamat membaca

🍃

Sandi sedang menonton tv sambil rebahan di sofa. Menunggu abang nya pulang, Satria namanya.

Ceklek

Sandi melihat Satria masuk ke rumah. "Bang lama amat pulang nya." Ucap Sandi saat Satria duduk di sofa lain.

"Banyak tugas yang harus di selesaikan San." Ucap Satria sambil bersandar di sofa.

Sandi beranjak dari rebahan nya dan duduk di pangkuan Satria. Satria mengerjap. "Kenapa sih?" Lengan Satria memeluk pinggang Sandi.

"Gak papa, pengen aja. Abang lelah banget kan? Mau aku kasih yang enak gak?" Ucap Sandi sambil sesekali mengecu pipi Satria.

Satria tersenyum. "Hm, boleh. Tapi kamu bisa kan?"

Sandi mengangguk. "Bisa dong, kan abang yang ngajarin."

Cup

Satria mengecup bibir Sandi sambil melumat nya  sebentar.

"Abang mandi aja dulu, nanti aku ke kamar abang." Ucap Sandi. Ia beranjak dari duduk nya, berdiri di depan Abang nya.

"Yaudah abang mandi dulu." Ucap Satria sambil meremas penis Sandi.

"Akhh abangh.." desah Sandi kaget.

Satria langsung kabur ke kamar nya yang berada di atas. Sandi menuju dapur untuk mengambilkan makanan buat abang nya.

Kini Sandi duduk di ranjang Abang nya sambil bersandar di kepala ranjang.

Satria keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk melilit di pinggang nya.

"Bang duduk sini." Sandi menepuk kasur di sebelah nya.

Satria duduk. "Abang mau di baju dulu."

"Nanti aja, nanti juga di buka lagi. Nih di makan dulu." Sandi memberikan sepering nasi dan lauk pauk nya.

Satria menerima nya. "Makasih sayang." Lengan Satria mengelus rambut Sandi.

"Sama sama abang sayang." Ucap Sandi.

Satria mulai makan, sementara Sandi membuka baju nya sampai telanjang. Sandi membuka lilitan handuk Satria.

"Abang masih makan sayang." Ucap Satria saat Sandi mengangkangkan kaki nya. Sandi bisa melihat penis abang nya yang masih tidur.

"Ga papa bang, abang makan aja." Ucap Sandi sambil meremas penis abang nya.

Sandi mengecup, melumat penis abang nya yang mulai berdiri. Ia mengocok penis Satria dengan cepat, tangan yang satu nya meremas kedua bola kembar Satria. Tak lupa Sandi melumat kepala penis Satria.

"Arghh.. mhh.. aahhh..."  desah Satria setelah menghabiskan makan nya.

"Engh... yanghh... cepethh.." ucap Satria keenakan sambil meremas seprai di dekat nya.

Sandi mengocok nya dengan kasar dan cepat membuat Satria tidak tahan.

"Engh... mhh... aku keluar..."

"Keluarin banghh..."

Sandi mengocok nya dengan brutal, tak lama Satria keluar.

"Emhh... enakh... shh..."

Cairan kenikmatan Satria muncrat kemana mana, ke badan Sandi juga ada.

"Enak gak bang?" Satria hanya mengangguk menikmati sisa cairan yang keluar.

Sandi membaringkan Satria di kasur, Sandi melebarkan lagi kaki Satria agar mudah memasuki lubang Abang nya itu.

Sandi meratakan cairan Satria di lubang anal nya. Sandi melihat Satria. "Siap ya!" Satria mengangguk.

Sandi mengocok sebentar penis nya yang sudah di lumuri dengan cairan pelumas khusus.

"Ergh... emhh.. ahhh...enghh.." desah Satria saat kepala penis Sandi menerobos anal nya yang sempit.

"Sempithh.. bangh.. shhh..." Sandi terus memasukan penisnya.

Jleb

Penis Sandi tertanam di lubang anal Satria sampai kepangkal penis Sandi masuk ke sana.

"Enghh... shh... ahh.."

"Emmhh... enak..."

"Aku gerakinhh..."

Satria hanya mengangguk saja, saat ini juga penis nya sudab berdiri lagi.

Sandi mulai menggerakan pinggulnya maju mundur di lubang anal Satria. Tangan nya ikut mengocok penis tegak Satria.

Sodokan pinggul di lubang anal dan kocokan tangan di penis Satria tidak ada yang tempo pelan. Yang ada sodokan dan kocokan yang bertempo cepat, kasar dan brutal.

"Engh... ahh...ahh..grrmm.."

"Ahh...enghh...ergghh..."

"Yahh... yanghh cepethh..."

"Ahh...yahh...enghh.."

Satria menarik Sandi untuk berciuman panas, tetapi sodokan dan kocokan tidak memelan justru kini semakin cepat.

Kamar yang tadi nya sunyi kini berisik dengan suara ciuman bacah dan tubrukan kedua kelamin.

"Engh... percepat yanghh... penhh... keluar.."

"Enghh...emhh...grhmm.."

Tak lama kedua nya mencapai klimaks secara bersamaan. Sandi menjatuhkan badan nya di atas Satria. Napas mereka terengah-engah, mereka melahap habis oksigan.

"Ronde ke dua?" Tanya Satria.

Sandi mengerjap. "Engh...?"

Mereka memulainya lagi sampi matahari terbit dari timur.

.
.
.
.
.
.

End...
Makasih yang udah baca🙏
Jangan lupa vote sama komen!
See U~

One LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang