H

2 1 0
                                        

Jangan lupa vote sama komen!

Walcomeback...

Selamat membaca!

"Jisung! Han Jisung!" Teriak seseorang membuuat dirinya berhenti.

Han Jisung, yang kerap di panggil Jisung ini menoleh mendapat kan seorang gadis.

"Huh... lo jalan nya cepet bener." Omel Si gadis, Sara.

"Hm, kenapa, cepet?" Tanya Jisung karna ia sedang terburu buru.

Sara berdecak. "Buru-buru amat, mau kemana?" Tanya balik nya.

Jisung merotasikan bola mata nya kesal. "Ada urusan atau gue tinggal nih?"

"Hih! Jangan dong Sung. Gue nebeng lo boleh? Ya ya." Melas Sara.

"Gak bisa gue, mau nongkrong nih!" Kesal Jisung sambil melihat jam di pergelangan tangan kiri nya.

Sara cemberut. "Udah sore Jisung, angkutan umum juga udah jarang lewat sini. Kan kita tetanggaan nih, masa nolong sesama tetangga gak bisa. Ayolah Sung." Omel Sara greget.

"Sial!, cepet ikut gue." Ajak Jisung.

Dengan terpaksa Jisung mengantarkan Sara ke Apartemen dulu. Di jalan tiba-tiba Hujan deras membuat mereka hujan-hujanan.

Tiba di lobi gedung Apartemen, Sara langsung turun dari motor Jisung.

"Makasih ya Sung, gue duluan!" Ucap Sara sambil berlalu.

Tring!

Jisung yang sedang mengeringkan rambut nya tersentak ada pesan masuk.

Felix66
Dimana?
Gak jadi nongki lo?

Jisung
Sorry.

Jisung memilih untuk mengeringkan badan nya menuju Apartemen yang bersebelahan dengan Sara.

Malam hari...

Dring dring

Bunyi bel Jisung terdengar membut jisung berdecak.

Setelah memakai baju Jisung membuka pintu Apartemen nya. Di sana ada Sara sambil tersenyum.

Dengan wajah datar Jisung berntanya. "Apa lagi?"

Sara nyengir. "Hehe, ikut gue yuk!"

Jisung mengangkat alis sebelah. "Kemana?" Tanya nya heran.

"Udah ikut aja." Ucap Sara sambil menarik tangan Jisung.

Jisung hanya menurutinya saja, Sara mengajak ke Apartemen nya dan mendudukan nya di kursi depan pantry. Di meja pantry sudah terhidang makanan.

Sara duduk di depan nya. "Nah, karna lo udah nganterin gue. Gue ngajak lo buat makan bareng."

Jisung hanya mengangguk saja. "Nah di makan." Ucap Sara mempersilah kan.

Mereka makan dengan tenang, hanya ada dentingan sendok dan garfu beradu dengan piring.

Sara merasa senang bisa makan bareng seseorang yang di sukainya diam-diam. Ia sesekali melirik orang yang di depan nya.

Kini makan malam bersama telah usai, Sara mencuci piring dan Jisung ikut membantu membersihkan meja makan.

"Udah Sung, biar gue aja. Udah." Jisung tidak mendengarkan.

Jisung berdiri di sebelah nya dan menyimpan piring yang kotor.

"Ahh!" Teriak Sara saat lampu tiba tiba mati.

"Hua... gue takut. Akhh.." teriak Sara lagi saat ada tangan di pundak nya.

"Diem ini gue Jisung." Jisung menenangkan Sara.

Sara mencuci tangan nya dengan gemeteran. "Pengen ke kamar, takut..." ucap Sara.

"Gue anter." Ucap Jisung dan langsung di hadiahi dengan pelukan Sara di tubuh depan nya.

Jisung mendesis saat kedua dada mereka bersentuhan. Inget Jisung normal. Jisung membalas pelukan nya dan menggiring Sara menuju kamar nya.

Saat Sara sudah rebahan, Jisung akan melepaskan pelukan nya tertahan.

"Jangan pergi, temenin gue. Gue takut." Lirih Sara membuat Jisung mengalah lagi.

Jisung merebahan dirinya di samping Sara dengan pelukan di tangan nya.

"Gue di sini, udah jangan nangis." Jisung menenangkan Sara saat Sara terisak.

"Hiks.. maaf gue ngerepotin lo terus." Ucap Sara.

"Hm."

Kedua nya hening tidak ada obrolan lagi. Jisung yang bosan merogoh saku nya.

"Sial gak bawa ponsel lagi." Umpat nya saat Jisung tidak mendapatkan ponsel di saku celana nya.

Jisung menengok saat mendengar dengkuran halus dari Sara. Ia bisa melihat wajah cantik dan manis nya Sara dengan bantuan cahaya bulan yang menerobos kamar Sara.

"Cantik." Celetuk Jisung tanpa sadar.

Tak lama Jisung tersadar menggelengkan kepalanya. "Gak, gak, kenapa sih gue."

Jisung akhir nya tertidur di sebelah Sara dengan menahan hasrat nya untuk menyentuh Sara.

Pagi...

Sara bangun terlebih dahulu, ia melihat wajah polos Jisung saat tidur, gemas.

"Gemesin banget sih." Ucap Sara sambil memandangi wajah tampan Jisung.

Tangan Sara meraba wajah Jisung mulai dari kening, kedua alis, hidung, kedua pipi, bibir dan dagu nya.

"Seandainya lo tahu Sung, kalo gue punya perasaan sama lo. Gue takut lo malah gak suka sama gue. Lah emang gak suka kan." Monolog Sara sambil tersenyum miris.

Sara mendekatkan wajah nya di telinga Jisung.
"Aku cinta kamu, maaf." Bisik Sara.

Cup

Sara mengecup kening Jisung agak lama, membuat Jisung yang sudah bangun dia pura-pura tidur itu dadanya berdebar ria.

Sara mengangkat wajah nya lagi, memutus kecupan di kening Jisung.

"Mau yang ini." Jari Sara mengelus bibir Jisung yang menggoda. "Mimpi yang ada." Ucap Sara lesu.

Sara menuju ke kamar mandi setelah mengagumi wajah tampan Jisung.

Jisung membuka mata nya sambil memegang dada nya. Mata nya melihat pintu kamar mandi dengan tatapan yang rumit.


.
.
.
.
.

End...
Makasih buat yang udah baca🙏
Jangan lupa vote sama komen!
See U~

One LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang