Hapyy ending ❤️
Atau
Happy Reading❤️
Aku memang sayang namun restu-Nya tidak berpihak pada kita sampai kapanpun
-Lavanya Carolyn
Selepas latihan basket mereka semua seperti biasa berkumpul di sebuah rumah dekat jalan raya. Rumah kecil yang cocok untuk dijadikan bascame. Semenjak kehadiran Lavanya Infinity kini menjadi geng yang sangat disukai banyak orang, karena selalu melakukan kegiatan positif.
Mungkin kehadiran Lavanya sangat berpengaruh besar, yang awalnya Infinity hanya sekumpulan orang tidak tau aturan dan meresahkan banyak orang kini sudah berubah. Dia mampu mengubah semuanya dengan mudah karena kedekatannya dengan Sagara.
"Kesel banget masa UAS semester ini aku enggak satu kelompok sama Leo." curhatnya pada Lavanya.
"Kenapa bisa? Bukannya kalian pasangan tari yang terbaik?" Ucap Lavanya.
"Enggak tau tuh Bu Feni. Katanya bosen liat aku sama Leo jadi pasangan tari, jadi sengaja di pisah." Terang Lili.
"Kan cuma dipisah jadi pasangan tari di UAS doang." sambar Leo.
Lili menoleh dan membulatkan matanya tajam. "Oohhh jadi seneng berpasangan sama cewek gatel itu." ucapnya penuh kekesalan.
"Enggak gitu, sayang." elak Leo.
"Terus gimana? Seneng banget?!"
Sagara berjalan melewati Lili yang sedang berdebat dengan Leo "Lagian kan cuma Lo pasangan sesungguhnya Li." katanya membela Leo, kemudian membaringkan tubuhnya di sofa dan kepalanya pada pangkuan Lavanya.
"Kok Lo bela Leo sih Sagara!" Kesal Lili.
"Laki-laki bela laki-laki." sambar Leo.
"Oohh jadi bener kamu seneng pasangan sama dia. Romantis banget kalian latihan narinya." Lili semakin dibuat kesal oleh Leo.
"Bukan bela Leo, tapi itu emang bener. Lagian mau seberapa banyak cewek yang suka sama Leo kalo Leo sukanya sama kamu. Ya cuma kamu yang berarti buat dia Li." ucapan Lavanya sedikit membuat Lili perlahan membaik.
"Tuh denger kata Lava." kata Leo kemudian mengusap kepala Lili.
Seperti biasa Lavanya memainkan rambut Sagara yang lurus dan sedikit gondrong. "Kamu enggak keramas ya?" tanyanya.
"Aku tadi keramas kok sayang." sahut Sagara lembut.
"Didepan Lava aja lemah lembut. Giliran di depan orang lain, udah kaya singa lagi lapar." cibiran David mendapat hadiah tatapan tajam dari Sagara.
"Namanya juga di depan pawang. Ya kali sangar." Tiara yang sibuk memakan kacang goreng ikut menyahut.
"Jomblo pada syirik emang." Sagara tersenyum miring meledek teman-temannya.
David bangkit dan menghampiri kekasihnya, Karisa. Gadis yang sibuk bermain ponsel sambil menggunakan earphone. "Gue mah punya ayang. Maaf, maaf ya, gue mah enggak jomblo." katanya seraya memeluk Karisa dan membuat gadis itu menautkan kedua alisnya bingung.
"Kenapa?" tanya Karisa heran.
"Itu si Tiara lagi makan kacang gara-gara friendzone." jawab David asal.
"HEH! KOK JADI GUE?!!" protes Tiara tak terima.
"Ngaku weh ari kamu teh suka sama si Bima kan?! Ulah sok pura-pura atuh Tii, lamun suka mah bilang weh suka ka si Bima." kata David dengan logat sunda khasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Limit (Infinity 2)
Romance"Ada batas diantara kita yang tidak bisa aku robohkan sampai kapanpun." -Lavanya Carolyn. "Kalo cari imam di masjid. Jangan ngelirik yang di gereja," sindir Archakra pada gadis yang tengah duduk menunggu kekasihnya selesai beribadah. Lavanya terdia...
