5•|•Deg-Deg an

257 160 0
                                        

Hallo guysss kembali lagi bersama saya. Si author pemula yang membawa cerita pertama nya.

Ada baik nya menghargai karya author. Dengan vote, komen and share ya. Sisihkan waktu kalian untuk vote and komen^_^

JIKA ADA KE SAMAAN NAMA,
TEMPT, TOKOH, DLL. ITU HANYA LAH KE TIDAK SENGAJAAN.📌

Ikutin kata author ya!

Aku berjanji akan votmen.

Udah janji! Ga boleh ingkar.

|•Happy reading •|

Sudah cukup bergulat dengan pikiran nya sendiri. Syila menatap sekeliling nya, tak mengenal ini rumah siapa. Lebih tepat nya Mension, karna besar gede dan luas.

Jantung Syila sedari tadi tidak aman. Berdetak dua kali lebih cepat. Syila pikir jantung nya rusak, sebab dari tadi deg-deg an terus.

Mengerjapkan mata nya beberapa kali. Lalu menatap sekeliling nya, yang asing. Bingung melanda Syila, hingga tatapan tajam ia berikan untuk Arkan.

“Lo mau nyulik gue kan?!” Tuduh Syila.

Arkan menatap datar. Lalu melepaskan helm yang di pakai Syila.

“Turun!” Syila menurut.

“Eh.” Kaget Syila saat tangan nya di tarik oleh Arkan, masuk ke dalam mansion.

“Duduk!” Titah Arkan.

Syila menurut, duduk di sofa yang empuk itu. Mata nya masih menatap ke Arkan. Sebuah kotak P3K berada di tangan kanan Arkan. Pemuda laki itu duduk di samping Syila. Membuka kotak P3K nya, lalu mulai membersihkan luka yang berada di pipi Syila.

Syila menahan napas nya, kala jarak dengan Arkan sangat dekat. bahkan Syila bisa merasakan auroma khas seorang Arkan yang begitu candu bagi Syila.

Deg deg deg deg

Suara degup jantung Syila yang sedari tadi berdetak 2× lebih cepat. Berusaha menahan degup jantung nya yang cepat, agar Arkan tak mendengar. Bisa malu Syila jika Arkan mendengar degup jantung nya.

“Sial! Jantung gue udah gak aman!” Umpat Syila dalam hati.

“Thanks udah obatin luka gue.” Ucap Syila berusaha agar terlihat tak gugup.

Arkan mengangguk.

Hening.

Suasana yang tadi nya canggung, kini lebih canggung lagi. Entah kemana perginya topik pembicaraan mereka berdua. Sudah mati topik.

Syila berdehem.“Ekhm. gue balik dulu ya. Thanks udah obatin luka gue and,  sorry gue ngerepotin lo.” Pamit Syila.

Syila langsung melangkah keluar dari mension Arkan dengan terburu-buru. Menyelamatkan degup jantung nya yang sudah tak aman, sedari tadi berdetak terus. Sedang kan Arkan pun menatap kepergian Syila dengan tatapan yang sulit di artikan.

𝓝𝓲𝓴𝓪𝓱 𝓶𝓾𝓭𝓪 {𝓸𝓷 𝓰𝓸𝓲𝓷𝓰 } Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang