Vote, komen share!
Ramaikan cerita ini!
Happy reading bosss!
Kemarin lo di hukum ga?” Tanya Vio penasaran.
Meja Syila sudah di kerumuni oleh para sahabat nya. Seperti gula yang terjatuh di lantai dan langsung di semutkan.
Syila menggeleng dengan raut muka jahil.
“Gak di hukum. Emang nya gue ngelakuin hal apa sampe harus di hukum?” Tanya Syila bergantian menatap para sahabat nya.
“Hm kebiasaan nih. Pura pura lupa!” Ucap Lora berkacak pinggang.
“Apa si? kalian ini kepo deh. Makanya nikah, biar tau rasanya jadi gue.” Tutur Syila membuat protesan keluar dari mulut sahabat sahabatnya itu.
“Udah bisa bangga sekarang! Mentang mentang married duluan!” Protes Sasa.
“Enak ya. Yang sekarang udah ada imam sempurna, sombong.” Tambah Caca.
“Mentang mentang dah ada ayang beb jalur halal! Nanti gue sat set langsung seber undangan kaget.” Lora berkata bertambah.
“Becanda sayang. Udah deh jangan baperr gitu. Ah gak seru deh!” Cemberut Syila saat sahabat nya tak mau mengidahkan.
“Ih serius nih? Gue di diemin? leader kalian sendiri? Astaghfirullah bersoda sekali kalian ini!” Dramatis Syila lalu beranjak pergi. Berpura pura berbalas marah.
“SUMPAH SYIL! KITA BECANDA. ELAH NAPA NINGGALIN SI!” Teriak Caca langsung memberi instruksi agar mengejar Syila.
“Bu ketu ngambek? nanti cantik nya ilang di gondok kucing!” Goda Caca mencolek dagu Syila.
“Engga. kita ke kantin, gue laper belum sempet sarapan.”
Mereka menganguk lalu berjalan menuju kantin. Siswa maupun siswi menatap mereka dengan pandangan takjub serta iri tak bisa masuk ke dalam circle berkelas itu. Syila berjalan di depan, di susul keenam sahabat cantik nya itu. Formasi yang lengkap, tanpa ada perpisahan mereka.
“Mak nasi goreng nya 7, sama teh anget nya 7.” Mak Siti memberikan jempol saat Caca Memesan makan-makan untuk mereka.
Duduk paling pojok adalah pilihan yang paling tepat, karena kalau di tengah tengah bukan nya meresa nyaman malah risih dengan mereka yang selalu menyiapkan kamera ponselnya.
“hot info guys. Hari ini bakal ada murid baru!”
Awal pembukaan pertopikan gibah di mulai dari Aurel. Ratu segala informasi yang di dapat dalam sekejap saja.
“Mantep! Siswi atau siswa? Ganteng ga? Cantik ga?” Tanya Vio.
“Siswi, cantik kok. Kalian pasti kenal banget sama mereka.” Kata Aurel. sambil menatap jahil sahabat nya.
“Pernah deket sama kita? siapa si? Lo bikin kita penasaran aja deh, Rel. Papar Lina yang sedari tadi diam menyimak.
“Yang pasti nantinya kalian bakal tau. Jangan kaget liatnya. Biasa aja, okay?” Pinta Aurel.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝓝𝓲𝓴𝓪𝓱 𝓶𝓾𝓭𝓪 {𝓸𝓷 𝓰𝓸𝓲𝓷𝓰 }
RandomFollow akun wattpad author📌 Tidak semua cinta di balas dengan cinta yang begitu tulus. Dua pilihan Pergi Atau Bertahan? Jika memilih pergi, apakah ia mampu menghilangkan rasa cinta dan sayang itu? Lantas bagaimana jika ia memilih untuk bertahan...
