Jangan Ganggu

7 1 0
                                    

Kompetisi renang sedang di laksanakan. Derian dan Yaya sudah mempersiapkan dirinya matang sejak beberapa bulan yang lalu. Mereka pastikan akan membawa nama baik untuk sekolah. Ilana ikut turut hadir untuk mendukung mereka berdua, duduk di bagian kursi depan.

"Yaya!! Deriann!! Semangat!!" Kata Ilana sambil teriak.

Yaya hanya mengancungkan jempol, sedangkan Derian hanya diam saja tidak gubris. Tiba-tiba di susul oleh Angga duduk di samping Ilana.

"Angga! Lo hadir? Gue kira gak ikut dateng kesini!" Kata Ilana.

"Hadir dong!! Buat sahabat gue Derian!" Kata Angga.

"Derian!! Semangat!" Ujar Angga sambil teriak.

Derian acungkan jempol.

Deg! Perasaan Ilana tidak enak, kenapa Angga di gubris sama Derian? Sedangkan Ilana tidak.

Bunyi peluit. Pertandingan mulai. Semua siswa dari sekolah lain juga ikut hadir. Suara sorak-sorakan terdengar dari sisi kanan dan kiri. Ilana fokus perhatikan Derian yang sedang berenang cepat gaya bebas. Cepat sekali. Saat putar balik Derian berenang dengan cepat, tapi...

"Eh ehh itu Derian kenapa?" Kata Angga.

Semua orang melihat Derian tenggelam begitu saja di tengah kolam renang. Suara bunyi peluit dan tim keselamatan turun ke kolam renang. Mereka mengangkat Derian dari kolam renang, dan di bawa ke bagian darurat.

Ilana dan Angga langsung bergegas dari kursi nya, ikut ke ruangan darurat. Ternyata setelah di periksa, Derian mengalami kram bagian tangan dan kaki, sehingga dia tenggelam dan gak seimbang untuk mengambang di kolam yang kedalaman 2 meter.

"Mohon maaf nak, kamu harus istirahat. Tidak bisa ikut kompetisi lagi. Tolong untuk teman nya hubungi orang tua nya segera." Kata dokter.

"Terima kasih dok" kata Ilana.

Derian hanya lemas saat mendengar pernyataan itu. Ilana menghampiri nya.

"Derian, lo harus kuat, harus sabar. Bener kata dokter, kamu harus istirahat, gue udah telpon orang tua lo, nanti di jemput...."

"Lo bisa diam gak?!" Ujar Derian main potong pembicaraan.

"Der ilana cuman..."

"Udah lo diam aja! Gua begini gara gara lo! Gara gara lo ya!" Derian marah.

"Lo kenapa sih ada di hidup gua Lana!? Dan yang paling gue heran adalah... Lo bersedia menikah! Lo gak mau ngejar citacita lo gitu? Masa depan lo masih panjang na!"

Ilana hanya diam saja dan mulai menangis.

"Dan lo juga gak cantik! Lo polos! Culun!" Kata Derian.

Ilana langsung melihat wajah Derian yang penuh air mata dan gak nyangka dia ngomong seperti itu ke Ilana. Nyesek.

"Bilang ke bokap nyokap lo! Batalin perjodohan! Ohiya satu lagi, Jangan Ganggu Gue!"

Ilana menangis sesugukan dan meninggalkan ruangan darurat itu langsung pulang ke rumah.

***

PRETTY NERDYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang