Sudah melewati ujian nasional dari dua bulan yang lalu, akhirnya pengumuman yang sudah di nantikan telah terbit di website. Derian lulus dengan nilai rata rata 93.35, sedangkan Ilana lulus dengan nilai 95.00, peringkat pertama jatuh kepada Ilana dan peringkat ketiga jatuh kepada Derian. Wisuda akan di lakukan dua minggu setelah pengumuman.
Setelah kejadian kemarahan saat kompetisi renang, Derian merasa tidak enak kepada Ilana, merasa bersalah setelah apa yang Derian lakukan. Derian belum minta maaf karena Derian paling gengsi orang nya. Semenjak itu, Ilana hanya numpang lewat jika bertemu secara pas-pasan, tidak menegur sapa satu sama lain. Ilana ingat harga diri. Walaupun tidak cantik karena culun berkacamata, harga diri jadi nomor satu bagi Ilana.
Waktunya Wisuda. Berkawasan di gedung serbaguna dan semua nya rapih dengan dekorasi, bangku bangku dan backdrop tertata cantik. Semua peserta wisuda sudah hadir beserta orang tua pendamping.
"Derian!!" Teriak Angga dan Derian noleh dan menghampiri Angga.
"Rapih banget lu Der! Mau nikah lo? Hahaa" kata Angga meledek.
"Yeh lu juga kali, ngaca dong! Namanya juga wisuda pake jas dan sepatu pantofel" kata Derian.
Tiba tiba semua hening tertuju kepada cewek yang masuk gedung acara...
"Wah... siapa tuh? Kata peserta wisuda lainnya.
"Gila cantik banget. Gak pernah ketemu nih cewek di sekolah!"
Semua peserta berbisik bisik dan memuji cewek ini diam diam. Ternyata cewek tersebut adalah Ilana, berbalut kebaya warna pastel dan riasan semi bold serta menggunakan kontak lensa sebagai pengganti kacamata
"Yaya!!" Teriak Ilana.
"Hah? Ilana? LANAAA!!!" Yaya noleh dan langsung teriak karena kaget.
"Ya ampun lo cantik bangett lanaaa!!!""Ah lo juga cantik kok ya! Gue suka warna kebaya lo, sesuai warna favorit lo, navy!" Kata Ilana.
"Na! Lo cantik banget! Siapa yang dandanin lo? Lo pake MUA ya?" Tanya Yaya.
"Iya gue pake MUA, gue juga sekalian belajar dandan. Biar gue gak di katain culun lagi. Hehehe" kata Ilana.
"Bener, lo sedikit sedikit harus berubah, kan buat lo juga. Gapapa semangat! Ayo duduk, wisuda nya mau mulai." Kata Yaya sambil nepuk bahu.
Acara wisuda sudah selesai, begitu lancar dan khidmat. Ayah Tommy, Bunda Mila, dan Ayah Achmad jadi kembali bertemu serasa reunian dadakan.
"Mad! Congratulation for your son! Hebat banget!" Kata Ayah Tommy sambil nepuk bahu.
"Sama sama saja kita! Ilana keren banget! Juara satu!" Kata Achmad
Ilana menghampiri Ayah Tommy.
"Ayah!!" Ujar Ilana sambil peluk.
"I'm so proud of you girl!" Ujar Ayah Tommy.
"Selamat yaa sayang. Kamu hebat banget! Ibu bangga sama kamu!" Kata Ibu Mila sambil peluk.
"Ohiya mumpung pada disini semua, Ilana mau bilang kalo lebih baik perjodohan ini di batalkan saja." Ujar Ilana.
Semua orang begitu kaget dengarnya. Tibatiba Derian datang...
"Lho kok gitu?" Ujar Ayah Achmad.
"Kenapa sayang? Ada yang salah?" Tanya Ayah Tommy.
Ilana melirik ke arah Derian...
"Kita bahas nya di rumah saja ya. Gak enak kalo nanti kedengeran yang lain..." kata Ayah Tommy.
"Benar, bahas di rumah kau aja mad. Kita nanti ikut nyusul." Kata Ayah Achmad.
Mereka meninggalkan gedung serbaguna, dan bergegas menuju rumah Ilana.
Sesampainya di rumah Ilana, para Orang Tua tampak kebingungan ada apa sebenarnya. Akhirnya Ilana membuka pembicaraan.
"Oke, Ayah Achmad, Ibu dan Ayah ingin mendengar penjelasaan dari maksud tadi. Tapi biar lebih jelas, tanyakan saja dari Derian langsung." Ujar Ilana sambil melirik ke arah Derian.
"Der! Apa yang terjadi? Kenapa di batalkan?" Tanya Ayah Achmad
"Apa gak ada cewek lain selain Lana? Jangan culun berkacamata kayak dia! Dah itu gendut pula!" Derian celetuk.
Plakkk!!
Derian di tampar pipi nya oleh Ayah Achmad. Semua orang gak nyangka, Derian akan berkata seperti itu.
"Kamu laki laki! Seharusnya menghargai perempuan! Dia emang penampilan seperti itu!" Kata Ayah Achmad.
"Sudah jangan di marahin. Itu hak nya Derian. Biarkan saja..." kata Ilana.
"Der! Ayah gak mau tau alasan kamu! Pokoknya perjodohan ini harus di lanjutkan! Kalian pasti saling membutuhkan satu sama lain. Percaya deh!" Kata Ayah Achmad
"Dah gini saja. Jangan ada lamaran. Langsung akad saja!" Ujar Ayah Tommy.
"Benar, Ibu setuju! Lagipun pacaran setelah menikah jauh lebih enak. Iyakan?" Kata Ibu Mila.
Derian dan Ilana diam setelah mendengar ucapan Ibu Mila. Apakah langsung Akad Nikah saja atau ada Lamaran nya?
***

KAMU SEDANG MEMBACA
PRETTY NERDY
Ficção AdolescenteDerian suka gak suka harus terima perjodohan dari orang tua nya. Ilana cewek berkacamata, culun, cuek dengan penampilan bersedia untuk menikah. Apakah Derian bisa jatuh cinta sama Ilana? Pantauin terus cerita ini :). Author: Aina @mualaina Cover Pic...