Suami dan Istri kuliah

4 0 0
                                    

Hai readers...
Terima kasih sudah bertahan sampai di bagian ke 9. Aina mau ucapkan terima kasih atas antusias nya dan sabar menunggu. Vote dan comment kalian juga sangat berarti untuk aku. Aku mohon untuk readers berikan support Pretty Nerdy ini ya. Happy reading :)

Akhirnya setelah menganggur di rumah setelah tiga bulan lamanya, Derian dan Ilana resmi jadi mahasiswa. Tidak beda kampus, tapi satu kampus. Karena orang tua nya tidak mengizinkan kuliah beda kampus.

Yaya dan Angga juga kuliah satu kampus dengan mereka. Jadi teman nongkrong juga. Selama perkuliahan, Derian dan Ilana belum mengakui sebagai statusnya suami dan istri. Belum saatnya untuk bilang ke semua orang di lingkungan kampus.

Sesampainya di kampus, Derian memarkirkan mobilnya. Sebelum turun dari mobil, Derian ngomong sesuatu ke Ilana.

"Lana, gue gak mau status kita semua orang di kampus ini tahu, kalo kita suami istri." Kata Derian.

Ilana menghembuskan nafas dan cuek langsung turun dari mobil.

Angga mengampiri Derian ke parkiran mobil Derian.

"Woy Der!" Kata Angga sambil ketok kaca mobil.

"Yo whatsapppp yooo!!!" Ujar Derian turun dari mobilnya.

"Ciye pergi sama istri. Uwuwuwuw..." kata Angga meledek.

"Apaansih lu. B aja! Eh tolong ya. Jangan keceplosan kalo gue sama Ilana suami istri!" Ujar Derian denyitkan dahi.

Angga kaget dengan perkataan Derian, dan memasang muka heran.

"Eh kutu kupret! Kalo lo belum cinta belum sayang sama Ilana, tolong hargai dia sebagai istri lu! Kalian sudah menikah tiga bulan lamanya, tapi kalo soal status jangan di sembunyiin! Lo tuh jangan kelewatan pokoknya! Daripada nyesel nanti nya!" Kata Angga yang mulai tegasin ke Derian.

Derian hanya diam saja dan seolah olah masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

***

Malam hari nya mereka sudah di rumah. Ilana mengerjakan tugas dari kuliah, sedangkan Derian malah main game di handphone nya.

"Kita mau makan apa nih?" Tanya Derian.

"Tuh gue udah masak capcay dan cumi balado. Makan gih!" Kata Ilana.

"Lo gak makan?" Tanya Derian.

"Udah, gue tadi makan pake protein shake!" Ujar Ilana.

"Yehh palingan lo gagal dietnya. Tetep aja segitu gitu!" Kata Derian meledek.

"Eh enak aja lo! Gue langsing cantik nantinya! Lo bakal jatuh cinta sama gue! Lo gak bisa jauh jauh dari gue! Inget tuh!" Kata Ilana sambil gertek meja dan nunjuk.

Derian memajukan wajahnya ke arah Ilana dan menatapnya...

"Coba buktiin." Kata Derian.

"Fine! Gue mau buktiin, dulu lo pernah hina gue!" Ujar Ilana yang langsung pergi ke kamarnya.

Deg
Derian merasa bersalah mengingat sedikit flashback soal Derian pernah menghina Ilana. Sampai sekarang Derian belum minta maaf.

***

Di kampus.

Ilana sedang makan siang bersama Yaya. Mereka ngobrolin tentang dunia yang baru tentang perkuliahan, ngebandingin jaman sekolah dan menanyakan kabar masing masing. Ilana curhat soal Derian yang tidak ingin semua orang tahu bahwa mereka suami istri. Yaya menyuruhnya untuk sabar dan jangan lupa selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya sebagai seorang istri.

Datanglah seseorang cowok yang ternyata teman sekelas nya Ilana.

"Permisi, lo Ilana kan?" Tanya seseorang cowok.

"Iya, lo siapa ya?" Jawab Ilana.

"Gue Zen, temen sekelas lo. Tadi kan kita di bagi tugas kuliah berpasangan. Gue sama lo." Kata Zen. Ternyata nama cowok itu Zen.

"Oooh iya iyaa! Gue lupa hehehe.. ayo duduk sini, sekalian bahas soal tugas." Kata Ilana sambil menyodorkan kursi.

"Eh Lana gue ke kelas yaa, sorry gue tinggal..." kata Yaya.

"Oh iya gapapa. Bye!" Ujar Ilana sambil melambaikan tangan.

Yaya pergi meninggalkan kantin, dan sekarang tinggal ada Ilana dan Zen.

Di saat itu, Derian berjalan menuju kantin untuk beli air mineral, gak sengaja Derian melihat Ilana yang sedang duduk berduaan. Derian mulai tampak kekhawatiran dan curiga, rasa penasaran mulai bertanya, seperti mau marah dan kesal. Apakah ini namanya cemburu?

Derian langsung bergegas meninggalkan kantin dan menuju pulang ke rumah. Di sepanjang jalan, Derian nyetir mobil ngebut sekali. Sampai sampai dia berhenti di pinggir jalan.

"Aaarghh!! Apaansih ini. Siapa lagi tuh cowok!?" Kata Derian berguman sendiri.

***

Di rumah.
Ilana sampai di rumah dan membawakan bungkusan berisikan dua porsi sushi.

"Assalamualaikum Ilana pulaang..." kata Ilana.

Ilana memperhatikan sekeliling rumah. Seperti tidak ada orang dirumah.

"Derian!!!" Teriak Ilana.

Dengarlah suara langkah kaki dari tangga. Derian turun ke bawah.

"Ehh Ilana pulang toh. Dah selesai pacarannya!?" Tanya Derian.

Ilana kebingungan.

"Pacaran? Siapa yang pacaran?" Kata Ilana denyutkan alis.

"Gausah bohong lo sama gue! Baru kuliah aja dah ada cowok." Kata Derian dengan senyum ketus.

Ilana menghampiri Derian.

"Jangan nuduh aja ya! Gue gak punya siapa siapa selain Yaya. Gue juga tau diri gue udah menikah. Nih cincin nikah masih melekat dari jari gue!" Kata Ilana.

"Gue liat kalian berdua di kantin! Gausah bohong!" Kata Derian.

"Itu Zen! Teman sekelas gue! Dia partner tugas kuliah gue!" Kata Ilana.

Derian hanya diam saja dan gak bisa berkata apa apa.

"Kalo lo liat, kenapa gak samperin gue tadi? Lo tuh di kampus seolah olah kayak gak kenal sama gue. Jijik sama gue. Iyakan!?" Kata Ilana.

Ilana mulai menangis dan marah.

"Walaupun lo gak mau orang di luar sana tahu tentang kita suami istri. Setidaknya gue masih menghargai lo sebagai Suami gue. Dan cincin ini masih ada di jari gue der!" Kata Ilana.

"Gue gak mau orang lain tau tentang kita, karena gue gak sayang dan cinta sama lo! Gue nikahin lo juga terpaksa Na!" Kata Derian.

"Walaupun lo gak cinta sama gue, plis hargain gue sebagai istri lo. Gue akan lebih hormat kepada lo, karena lo suami gue. Walaupun lo belum punya perasaan ke gue." Kata Ilana sambil menyeka air mata di pipi.

Ilana meninggalkan ruangan dan bergegas ke kamar. Merasa bersalah lagi karena asal menuduh Ilana dengan cowok itu. Derian ingin lanjuti bicara namun Ilana langsung ke kamar begitu saja, Derian langsung menuju ke kamar Ilana.

*toktokk...
Ketuk pintu

"Lana... ilana..." kata Derian sambil ketok pintu.

Derian mencoba membuka pintu dan ternyata pintu nya tidak di kunci. Derian masuk ke kamar Ilana. Ternyata Ilana sedang berbaring di kasur dan terlihat tidur.

Derian mencoba mendekati Ilana, dan duduk di pinggir kasur Ilana.

"Lana... maafin derian ya.. derian terlalu keras, kasar sama Ilana. Maafin atas kesalahan der saat waktu kita masih sekolah. Der sadar, sudah punya istri tapi gak pernah menghargai ilana sebagai istri der. Der malu sebenarnya. Bukan gak mau nyembunyiin status, tapi malu karena masih muda sudah menikah. Tapi der akan coba paham dan mengerti kondisi kita dan takdir kita. Der akan berubah. Janji. Tapi tolong bantu der untuk menghadapi semua ini." Kata Derian dan langsung meninggalkan kamar.

Derian keluar kamar Ilana, ternyata Ilana pura-pura pejamkan mata dan dia sadar belum tidur, dia mendengar perkataan Derian barusan. Ilana belum bisa percaya apakah itu tulus atau tidak. Ilana menangis lagi, bahwa Ilana benar-benar sakit hati dan gak tau bisa sembuh atau tidak. Sampai akhirnya dia tertidur.

***

PRETTY NERDYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang