09| Terpilih?!

456 43 2
                                        

Temen-temen, jangan lupa vote dan comment nya dong. Akhir-akhir ini, vote sama comment kurang banget ya 🥺

Padahal keduanya bisa menjadi penyemangat buat aku lho. Jadi seneng gitu, itu tanda nya kalian suka dengan cerita yang aku buat.

Tapi gapapa, aku bakal tetep semangat, dan update untuk kalian 🙂

Terimakasih banyak ya 🥰

Oh iya, panggil aku 'Na aja ya, jangan author. Biar kita lebih akrab...🤗

Selamat membaca semua...

°°°

Geo memarkirkan motornya di parkiran sekolah, lalu membuka helm fullface nya menampakkan wajah tampannya.

Cowok tampan itu berjalan melewati koridor sekolah dengan santainya. Dan seperti biasa, dia menjadi tontonan para siswi maupun siswa dipagi hari.

Yah begitulah, nasib orang tampan.

"Ge!"

Geo berbalik saat ada yang memanggilnya. Dan ternyata itu Rayyan.

Geo pun berdiri menunggu Rayyan mendekat.

"Ada apa? Tumben lo manggil?" Tanya Geo, dan mereka berjalan beriringan menuju kelas.

"Gue tau siapa Zahra," Ujar Rayyan tiba-tiba dengan wajah datarnya seperti biasa.

Geo mengernyit. "Zahra siapa?"

Rayyan berdecak mendengarnya. "Zahra cewek gendut, yang mirip Adara."

"Ohhh, ya, dia Zahra gue," Jawab Geo dengan pede nya.

"Dia bohong."

"Maksud lo?" Kernyit Geo, hingga berhenti dari jalannya menuju kelas.

Rayyan pun ikut berhenti. "Namanya bukan Zahra," Terangnya.

Geo tertawa kecil, "Tau dari mana lo?" Ujar Geo pura-pura tidak tahu.

Padahal semenjak tidak ada nama Zahra bertubuh gendut dikelas bahasa 4 pun, Geo sudah menduga seperti itu.

"Gue tau siapa dia," Balas Rayyan.

°°°

Geo memutar-mutarkan sebatang rokok di jari tangannya, dengan mimik muka serius.

Cowok itu sedang memikirkan pernyataan Rayyan tadi, saat mereka akan memasuki kelas. Apa benar yang dibilang Rayyan tadi? Cowok itu bisa mengenal Zahra darimana?

Hingga lamunan Geo buyar, saat Wafi menepuk bahunya. "Umumin sekarang, Ge?" Tanya Wafi yang kesekian kali nya.

Saat ini mereka sedang berada di rooftop sekolah. Tadi pagi mereka ke kelas, hanya untuk menyimpan tas saja. Karena selama satu minggu ini, mereka bebas. Alias sekolah memberi jeda selama seminggu, sebelum dibagi rapot.

Dan tentu saja, Geo dan kawan-kawan memanfaatkannya dengan baik. Bahkan selama dua hari kemarin, mereka memilih untuk bolos berjamaah.

"Sumpah, Fi, lo udah nanya gitu sebelas kali. Sekali lagi lo ngomong gitu, gue kasih piring cantik lo," Sahut Giffar seraya mengambil minumannya diatas meja.

GEOVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang