II

8K 434 47
                                        



--- ♤ ---
------
-----
----
---
--
-




Mark mengusap kasar wajah nya yang terkena air bercampur bunga mawar entah untuk apa namun kini ia berada di belakang halaman rumah nya bersama sang ibu yang tengah sibuk memandikanya dengan air mawar itu seraya di perton-tonkan sang ayah dari kejauh, yang hanya ternyum melihat nya telah basah kuyup.

Mark merasa penasaran akan apa yang  ibunya itu katakan, terlebih terus di ulang, dengan rasa penasaran ia pun menoleh ingin melihat apa yang telah wanita itu katakan, namun secara tanpa sengaja pandangan teralihkan, saat ia tanpa sengaja melihat seekor kambing hitam di belakang pohon rindang yang terletak tak jauh dari nya itu, tengah menatap nya dengan tubuh yang berdiri layaknya manusia, mark jelas terkejut dengan spontan mark berteriak kaget yang dapat mengalihkan antensi kedua orang tua.

"A-Ada Manusia Kepala k-Kambing!" mark berjalan menjauh, mengalihkan kan kembali pandangan nya kepada langit yang kini terlihat mengelap serta kilat-kilat yang mulai berdatangan angin-angin pun kian ikut bertiup kecang sebelum mark meringis sakit saat perut mulai terasa mengencang, dan secara bersamaan darah pun mulai mengalir pada kaki nya, kedua orang tua mark yang sadar akan hal yang tak beres, mereka pun langsung menarik mark kembali masuk ke dalam, dan terpaksa membatalkan upacara yang tengah mereka lakukan.

Di sela-sela perutnya yang terasa begitu kencang ia terus merapal kan doa di dalam hati, alih-alih menghilangi rasa sakit tersebut justru mark semakin merasakan jika perut nya itu seperti tertusuk duri-duri tajam, terlebih pada dadanya yang kini juga ikut terasa sesak.

"Kau telah melangar janji mark!" sang ayah berbica dengan wajah yang begitu menahan amarah.

"Minum ini!" Pria itu menyodorkan satu gelas air dengan warna merah pekat, tentu mark tidak mau meminum air itu yang bahkan mirip dengan darah ia takut itu dapat membahayakan bagi nya dan bayi yang sedang ia kandung.

Alih-alih meminum nya mark justru menolak nya membuat sang ayah yang melihat tingkah nya tersebut semakin kesal, dengan terpaksa ia menyodorkan gelas itu tepat di depan bibir mark memaksa anak itu meminum nya, hinga air yang memiliki bau amis itu pun telah masuk kedalam mulutnya, dengan susah payah mau tak mau mark menelan nya, membuat sang ayah pun senyum senang.

"anak pintar!, kau harus mematuhi semua yang orang tua mu katakan.. mengerti!?" mark menghelan nafas lega saat tak lagi merasakan sakit dan sesak pada tubuhnya, mark merasa bingung tetapi entah mengapa ia menyukai air itu.

--

Setelah melewati insiden yang hampir membunuhnya, mark kini tengah merebahkan tubuh nya setelah bersih-bersih, ia memilih berdiam diri di kamar seperti apa yang selalu ia lakukan sepanjang hidup nya yang jauh dari kata senang, layaknya remaja  pada umurnya, namun sekarang beginilah hidupnya mark telah menerima semua.

Mark tak pernah merasakan bagaimana sekolah dengan memiliki teman yang sangat ia dambakan seperti yang ia lihat di tv, ia hanya di ajarkan bagaimana menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dan untuk soal bersekolah itu mark hanya di perbolehkan homeschooling saja, namun itu dulu dan sekarang tidak lagi.

Tetapi pada suatu waktu mark dulu pernah memiliki seorang teman, yang bahkan begitu baik dan perhatian  melebihi kedua orang tuanya, tetapi pada suatu hari mark harus menerima kenyataan yang sebenarny, bahwa teman yang sangat mark sayangi itu harus meningalkan nya, sebab kecelakan mobil tepat di depan mata nya, sejak hari itu mark memiki trauma yang berat, hingga terus mengurung dirinya menjadi sebuah kebiasaan.

Mark mengeser sedikit tubuh nya, sembari meraih boneka seekor singa yang sudah sejak kecil menemani nya itu, tak berselang lama mark pun mulai merasakan matanya yang kian memberat merasa mengantuk, namun sebelum ia benar-benar tertidur mark mendegar sebuah ketukan yang berasal dari arah kamar mandi nya.

Memilih acuh, mark kembali, menyamakan dirinya berusaha memejamkan matanya, namun akibat ketukan itu, membuatnya merasa terusik, mark pun beranjak dari kasur berjalan menuju pintu kamar mandi.

Secara perlahan mark meraih knop pintu membuka dengan ragu seakan terhipnotis, secara tiba-tiba ia melihat sebuah kepala domba dengan darah yang mengelilingi nya saat pintu telah terbuka secara bersamaan.

Blam!

Mark membanting pintu itu, kembali tertutup rapat, tubuhnya mematung begitu terkejut atas apa yang baru saja ia lihat.

Mark yang takut mulai berjalan cepat keluar dari kamar, menuruni tangga berlajan kesana kemari mencari kedua orang tua nya yang entah berada dimana, mark panik saat kini rumah kosong tanpa ada nya seseorang, namun saat langkahnya yang baru saja ingin keluar, terhentikan saat melihat jeno yang baru saja pulang berdiri tepat di depan pintu.

Tantapa berfikir panjang mark memeluk tubuh menjulang sang suami,  menyembunyikan rasa takutnya itu.

Mark mendangakan kepala nya menatap tepat pada kedua mata jeno yang menatapnya heran, mark merasa lega kini ada jeno yang dapat menghilangkan rasa takutnya.

"ada apa dengan mu?" jeno bertanya kepada mark yang hanya terdiam, mark melepaskan pelukannya, memundurkan tubuh nya untuk beberapa langkah kebelakang, merasa canggung.

Mark hanya terdiam tanpa ingin membalas pertanyan jeno, sebelum mark benar-benar ingin pergi, mark mendengar suatu suara yang berasal dari dapur, tanpa memperdulikan jeno mark berjalan menuju dapur, melihat seekor kucing yang telah menjatuhkan barang.

Mark sedikit membungkuk untuk meraih kucing putih itu yang tampak kesulitan, tersangkut kakinya pada gagang panci, mark raih kucing kecil itu menggendongannya seraya mengelus bulu lebatnya.

Tidak lama pandangan mark beralih kepada jeno yang baru saja datang menatap mark serta kucing itu secara bergantian dengan intensif.

"A-aku menemukan nya di sini" seakan tau apa yang jeno fikirkan mark dengan cepat menyelaknya, berkata dengan gugup saat hanya melihat jeno yang terdiam.  mark dapat melihat jeno mengaguk di sana, lelaki itu tersenyum, tetapi mark merasakan hal yang aneh, saat kucing yang tengah mark gendong itu terus saja brontak tak nyaman, menatap jeno seakan takut, dengan itu mark terpaksa melepaskannya.

Dengan rasa bingung mark mengalihkan pandanganya, melihat jeno yang berusaha menarik perhatian kucing itu, justru kucing itu tampak takut terhadapnya. Merasa suana tak nyaman mark pun memilih untuk mengeluarkan kucing itu, tetapi baru saja ia ingin membawa kucing itu keluar, jeno terlebih dulu menahan pergerakannya.

Jeno meraih kucing itu, mengendongnya seperti persis yang mark lakukan, kucing itu hanya terdiam dengan tubuh yang kaku seakan mata kucing itu terus saja memandang jeno dengan pandangan yang mulai kosong.

"je-jeno kucing-nya" mark meraih kucing itu dengan cepat, merasa ada hal yang tak enak, mark mulai mengeluarkannya kucing itu dari rumahnya, tak lupa mark mengelus kucing itu sebagai salam terakhirnya.

"bukankah kau suka kucing?" suara berat nan dalam itu mark dengar, secara tiba-tiba jeno kini telah berada tepat dibelakang nya, membuat mark terkejut.

"Aku t-tidak suka kucing" setelahnya mark berlalu pergi meningalkan jeno menuju dapur, mengabil minum sembari ia membereskan sedikit kekacauan yang kucing tadi itu perbuat yang entah datang dari mana.

Setelah dirasa rapih remaja itu  tersenyum manis sembari menghelan nafas, semakin hari mark semakin sulit untuk bergerak bebas, merasakan sesak dan berat pada perut nya semenjak hamil, tetapi itu semua wajar untuk usia kehamilan yang telah memasuki usia enam sampai tujuh ke atas, dan bukankah kehamilan mark ini baru saja berjalan satu bulan.

Mark merasa jika kehamilan nya berjalan begitu cepat, namun tau apa mark tentang kehamilan?, bahkan ia tak pernah kerumah sakit untuk mengecek kandungannya.

Cukup lama mark termenung membuat jeno yang tengah menungu nya itu pun menghapirinya, ia memeluk mark sebelum mengecupi leher putih yang terekspos bebas itu, sembari menghirup aroma dari tubuh mark yang mengular masuk dalam indra penciumannya.

Mark tak memperdulikan apa yang jeno lakukan, tetapi ia secara perlahan menghalau tangan kekar jeno yang mulai menelusup masuk ke dalam baju nya, ia yakin apa yang akan terjadi sebentar lagi dan mark dapat merasakan sesuatu yang mulai mengeras di bawah sana, sebelum jeno melanjutkan aksinya, mark terlebih dulu harus mencegahnyanya.







--Tbc

Enjoy💨

VERY STRANGE PREGNANCY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang