XXI

2.6K 127 9
                                        

Di pagi itu tepat nya di taman belakang.

Terlihat dua orang itu tengah saling berbicara.

"Apa k-kau mau?" Wanita itu sebut saja nyonya lee bertanya kepada lelaki tampan yang berada di depanya dengan serius lantaran ini bukanlah hal yang spele.

Nyonya lee dalam diam berharap ini berhasil, ia takut akan ancaman itu, ia takut akan kehilangan mark.

"Tapi, apa mark tidak memiliki kekasih?" lelaki itu bertanya dengan sopan kepada nyonya lee yang langsung saja menganguk membalasnya, ia ragu tetapi sebab dirinya dalam kondisi yang tengah sulit apa mau buat lagi pula dirinya hidup di negara orang yang memebuatnya tak memiliki apapun. Tak ada pilihan ia harus menerimanya.

"Baiklah k-kapan pernikahanya akan di laksanakan?" Tanya lelaki itu.

Mendengar lelaki itu yang seakan telah menyesetujuinya lantas nyonya lee tersenyum senang.

"Satu minggu lagi tepat pada malam bulan purnama" jelas nyonya lee tanpa adanya lagi basa basi dengan begitu lelaki itu pun hanya menganguk. Tak ada pilihan lain dirinya terpakasa melakukanya, ia harap semua akan baik baik saja.

"Maafkan ibu mark" nyonya lee kembali menangis sejadi jadinya ia merutuki segalanya yang telah ia lakukan hanya demi harta yang mengiurkan, imanya mengitu saja runtuh saat di iming imingkan uang dan kekayaan yang lainya, sampai pada di mana dirinya terpaksa harus menumbalkan satu seseorang yang berkaitan dengan nya dan suaminya, yaa itu jelas anak mereka, tetapi karena dirinya tak tega untuk menumbalkan mark terpaksa lah ia menumbalkan orang lain dengan cara harus menikahi mark terlebih dahulu dengan begitu orang tersebut ada berkaitanya dengan mereka. Ia sangat bodoh pada saat itu.

Iblis itu sangat licik dan pintar mempermainkan para umatnya, dirinya memutar balikan fakta dan menjerumuskan nya kedalam permainannya.

Semua sudah terlambat ini tak sesuai dengan perjanjian yang ada.

Iblis itu tertarik kepada mark membuat pada saat pernikahan itu menukar dirinya dengan diri jeno pemuda yang tak tau apapun, dan sampai pada saat ini iblis itu tetap bersama mark.

Iblis itu menyerupai sosok jeno dengan sangat persis, mark yang pada saat itu belum terlalu kenal dengan jeno pun tak tau bahwa pada dasarnya itu bukan  lah jeno yang aslinya, dan jeno yang selama ini di tempatkan di dalam gudang tersembunyi itu tanpa ada yang mengetahuinya.

"Kau lihat mark? Manusia serakah itu?" sosok tinggi dengan kulit merah itu menatap wajah kecil mark dengan memengang dagu itu di himpitnya dengan kedua jari panjang nya.

Dia ternyum tak kala melihat mark yang hanya bisa mengangis dalam diam seakan suara hilang begitu saja.

"Lihat! Dia rela mengorbankan orang lain yang bahkan tak tahu apapun demi dirinya sendiri, bahkan mungkin secara tidak langsung dirinya tanpa sadar juga telah menumbalkan mu mark!" sosok itu tersenyum menampilkan gigi taring besarnya, dengan suara berat nya ia kembali berkata.

"Karena kau sudah di serahkan kepada ku, kau akan ikut bersama ku" dengan nada dalam dia berbisik pelan kepada mark nyonya lee serta ke tiga lelaki itu tak bisa berbuat apapun mereka bahkan tak bisa mengalihkan arah pandang mereka.

"Lihat sekarang kedua orang egois itu tak bisa berbuat apapun" sosok itu tertawa bahkan sangat menyakitkan saat di dengar.

Mark dalam diam menatap ke arah jeno di bangku sana, terdapat rasa bersalah menyelimuti dirinya saat menatap mata tajam lelaki itu.

"Kau bisa mengambil ku, tapi tidak dengan mark!" ucapan nyonya lee membuat sosok itu diam seketika menatapnya dalam seakan ingin membunuhnya.

"Tetapi aku bisa mengambil mark" ujar sosok itu seraya kembali berjalan kearah mark, lalu mulai berjongkok menyamakan tingginya dengan mark.

"Lihat apa anak ku di sini baik-baik saja?" sosok itu mulai mendekatkan kepalanya ke perut besar mark, tak lama balasan pun terlihat saat terasa bayi dalam kandungan mark itu mulai menendang nendang membuat mark meringis kesakitan.

"Ku m-mohon jangan membawa mark.." nyonya lee mulai menohon ia tak rela jika mark di bawa oleh iblis itu jika boleh iblis itu bisa membawa dirinya saja.

Bugh!

Sebuah tinjuan mendarat pada wajah iblis itu saat dengan beraninya hendery lelaki itu meninju iblis itu.

Iblis itu tidak tangsung membalasnya tetapi perlaha tubuh hendery mulai terangkat keatas, senyum iblis itu pun tak luput menyertainya.

"Turunkan aku iblis! Sialan!" Ujar hendry dengan penuh kekesalanya.

Yang lain hanya dapat menyaksikannya tanpa bisa berbuat apapun lagi, tak ada yang bisa melawan iblis itu bahkan ikatan tali pun semakin kuat membelit mereka.

Brak!

Hendery jelas terlempar kebekang sana bahkan sampai menembus tembok tebal itu.

Tewas!, hendery tewas begitu saja secara mengenaskan usaha dalam ingin membantu mark putus begitu saja di tengah jalan.

Seringai puas terlihat pada wajah iblis itu, hendery bahkan tak sempat berbuat apapun sebelum dirinya terlempar begitu saja.

.

.

.

"Ah sial! Sudah berapa lama kedua bocah itu pergi!?" lelaki tinggi itu berkomentar dengan wajah kesalnya menunggu kedatangan jungwoo dan lucas yang lama.

"Benar ini sudah dua hari berlalu!" seru lelaki dengan kulit tan itu seraya menatap layar komputernya mengecek setiap tugas yang ada.

"Pemerintah akan mengamuk jika ini lama di selesaikan nya!" ujar johnny yang terus semakin kesal, yang lain disana hanya dapat menatapnya tanpa berucap apapun.

"Begini.. mungkin saja mereka mati disana?" sungchan lelaki tinggi menjulang itu mengangkat suara yang mana membuat semuanya menoleh secara bersamaan seakan tengah mencerna perkataan pemuda itu. Bahkan haechan lelaki tan itu menganguk setuju.

"Mungkin saja itu benar, lihat lah bahkan alat ini terus saja berada di titik yang sama" haechan menunjuk layar komputer nya. Yang lain menganguk tak terkecuali dengan ketua dari kelompok agen rahasia ini. Ia hanya terdiam dengan segala pikirannya yang  mana itu tak lepas dari pandangan semuanya.

Mereka semua adalah agen rahasia yang di perintahkan langsung oleh pemerintah untuk membantu atau pun mengusir sekte-sekte yang aneh bermasuk sekte yang di anut oleh kedua orang tua mark. Taeyong adalah ketua dari agen rahasia ini Jungwoo dan lucas juga termasuk dalam agen rahasia ini, tetapi tak di pungkiri telah dua hari lamanya setelah lucas pergi ia pun tak juga kunjung kemari.

"Bosok hari apa?" taeyong mulai bersuara sembari ia bertanya dirinya berjalan menuju arah haechan berada.

"Besok hari minggu ada apa?" ujar haechan bertanya, taeyong hanya mengeleng.

"Pagi esok kita akan berangkat" setelah mengakan hal itu taeyong berlalu begitu saja pergi dengan di ikutinya lelaki tinggi itu jaehyun yang selalu saja mengekorinya kemana pun bahkan saat taeyong akan pergi ke kamar nya.

Yang lain jelas langsung faham, tetapi sepertinya tidak bagi sungchan jelas terlihat pemuda itu celingukan.

"Besok hari dimana biasanya mereka akan mengadakan upacara atau pun yang lainnya, jadi kita esok akan mengusutnya langsung" ujar johnny kepada sungchan. Mereka pun kini mulai beranjak masing-masing untuk pergi kekamar, hari sudah sangat larut, dan esok mereka juga mulai melaksanakan tugas.




Jelas yaa...

VERY STRANGE PREGNANCY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang