Mark mengusap perut besarnya sembari menatap pemandangan malam di taman belakang ini.
Ngomong ngmong tentang taman ini mark jadi mengingat baigaimana sebelumnya ia pernah melihat sosok manusia dengan kepala kambing.
Mark di saat itu tengah melakukan ritual yang kedua orang tuanya suruh, seharus nya ritual itu tidak terjadi mungkin mark tak dapat melihat sosok aneh menyeramkan tersebut.
Dan pada saat itu juga cuaca tiba tiba saja mendung dengan agin yang tak karuan membuat pernglihatanya pun sedikit kalang kabut, tetapi ia dengan jelas melihat sosok itu. Mark jadi merinding membayangkanya.
Di sini tak ada satu orang pun paman kim yang biasanya masih bekerja sampai malam ini telah tiada saat satu minggu mengetahui mark tengah hamil.
Itu masa masa di mana mark cukup terpuruk, paman kim orang yang baik meski pun ia orang asing yang mark sangat menyayanginya, dia lebih bisa mengertikan apa yang mark inginkan atau pun mau yang mana sangat bertolak belakang dengan kedua orang tuanya.
Pikiran mark menjadi bercabang seperti ini, paman kim pernah berkata kepadanya jika mark tak boleh hanya berdiam diri seperti ini lantas mark mengalihkan pandanganya agar tak melamun lagi.
Tetapi entah mengapa kini pandangan nya justru terhentikan di sebuah bilik tua yang entah sejak kapan berada di situ mark sebelum nya tak pernah melihatnya.
Sorot matanya memperhatikan lama kelaman bilik tersebut tetapi sebuah tepukan di pundak nya membuatnya tersentak terkejut.
Mark dengan cepat menolehkan kepalanya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" jungwoo tiba tiba saja datang pemuda itu memutuskan untuk duduk di samping mark.
Mark terdiam beberapa saat ia memperbatikan jungwoo dengan buka yang ia bawa pemuda itu juga sama, memperhatikan mark yang tengah memperhatikanya.
"Ada a-apa?" jungwoo betanya gugup melihat mark memperhatikanya begitu serius lantas ia tertawa sedikit canggung.
"Buku apa yang kau sedang baca itu?" mark menunjuk buku yang berada di atas pangkuan jungwoo, lantas jungwoo pun mengikuti arah tatap mark.
"Oh buku ini?" mark menganguk membalas jungwoo.
"Ini!" jungwoo menyerahkannya buku itu kepada mark yang dengan perlahan meraihnya, mark menatap penasaran buku tersebut tidak lupa juga membulak baliknya.
"Mahluk yang tak kasat mata?" mark membaca buku itu jungwoo lantas mengangukan kepalanya.
"Iya mengapa memang nya?" jungwoo bertanya penasaran dengan alis menaik satu.
"Ini seperti satan?" mark menatap penasaran wajah jungwoo ia mencari jawaban dari lelaki tersebut.
"Mungkin, yaa.. semacamnya?" jawab jungwoo dengan memasang raut wajah tak yakinnya, ia saja baru membaca buku ini tadi saat ia menemukanya di bawah kasur rumah ini.
"Aku menemukanya di bawah kasur mu" ucap jungwoo yang mana membuat mark membulatkan matanya binggung setaunya tak ada barang apapun kecuali seperti lemari dan semacamnya hanya itu saja.
"Kau menemukannya di bawah kasur itu?" tanya mark dengan wajah penuh penasaran, ia tak tau jika ada buku ini, tetapi wajar juga ia tak pernah mengunungi kamar tersebut.
"Hemm.. bolehkan aku meminjamnya?" tanya jungwoo meminta izin kepada mark yang mana mark mengguk setuju.
"Tetapi omong omong apa keluarga mu suka dengan hal-hal yang seperti ini?" seketika saja pertanyaan random terucap dari mulutnya jungwoo hanya penasaran saja.
Mark menolehkan wajahnya memandang kembali wajah tersebut.
"Soalnya aku menemukan banyak buku buku semacam ini?" ujar jungwoo dengan riak penasarannya yang mana membuat mark terdiam seketika.
"Kau harus bisa menjaga mulut mu"
Sekelibat saja banyangan tentang apa yang di katakan orang tuanya itu kembali teringat oleh nya, mendadak kepalanya terasa pusing.
"M-mark?" jungwoo memangil pelan nama mark saat melihat lelaki manis itu hanya terdiam dengan mata yang terpejam jungwoo sangat jelas melihatnya.
"Kau tak apa?" saat jungwoo sedikit menguncang tubuh itu barulah mark tersadarkan kembali yang mana membuat jungwoo sedikit menghelan nafas lega.
"Mungkin kita harus segera masuk, angin malam tak bagus bagi kandungan mu" jungwoo mulai memberikan saran nya, ia hanya takut jika mark akan kenapa kenapa, lagi pula waktu sudah menunukan tengah malam tetapi ia heran mengapa mark dengan beraninya justru keluar dan duduk di taman ini sendiri jujur saja ia juga takut.
"Mari" bukan nya mengikuti apa yang jungwoo katakan justru mark masih terdiam jungwoo dapat melihat kepala mark yang tertunduk dengan jari jari yang saling bertautan.
"Jungwoo?" dengan tiba tiba saja dari arah belakang tepatnya di pundaknya jungwoo dapat merasakan tepukan pelan yang mana membuatnya dengan cepat menoleh.
"OMO!" secara refleks jungwoo terkejut ia tersentak menatap tak yakin dengan apa yang kini ada di depanya.
"Mark!?" Dengan alis menaik satu serta wajah bingung yang bercampur juga dengan terkejut jungwoo menatap mark tak percaya.
"Kau!?" jungwoo tak dapat lagi berbicara ia hanya dapat menunjuk mark yang kini berada di depannya.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Mark bertanya heran melihat jungwoo yang hanya sendiri di taman ini, apa yang lelaki ini lakukan di disini?
"Kau? K-kau sejak kapan berad di sini?" jungwoo bertanya heran masih dengan mimik wajah terkejutnya seakan tak menerima kenyataan bahwa sejak tadi ia hanya sendiri saja di sini.
"Aku baru saja datang" mark menjawabnya sembari juga memasang wajah binggung nya melihat jungwoo yang tampak seperti begitu terkejut melihat dirinya.
"Kau membutuhkan se-sesuatu?" ucap mark bertanya berpikir jika mungkin ada yang jungwoo butuhkan atau semacamnya.
Tak ada balasan yang jungwoo katakan lelaki itu hanya terdiam dengan sedikit tubuh yang gemetar lantas mark semakin binggung melihatnya, apakah ia kedinginan? Mark tidak tau.
"Mu-mungkin kita masuk saja" ujar mark yang berbicara kepada jungwoo lantas lelaki itu segera menyetujuinya.
Mungkin jungwoo membutuhkan waktu untuk menceritakan hal aneh tersebut, dan tanpa kedua nya sadari di balik pohon di taman sana dalam samar samar kegelapan tersebut terlihat sebuah kilat cahaya merah yang tampak seperti sedang memperhatikan keduanya.
Dan tanpa di sadari juga mungkin memang sebulumnya itu bukanlah mark yang seguhnya.
Hai semuanya malam.
Akus engaja bikin ceritanya panjang, biar bisa lebih ditail.
Jangan lupa komen, bay
KAMU SEDANG MEMBACA
VERY STRANGE PREGNANCY [END]
Horror[JENOXMARK][REVISI] Mark merasakan hal aneh yang mulai janggal pada kehamilan pertamanya. Rasa aneh itu semakin menjadi saat ia mengetahui satu hal. JUST FANTASY
![VERY STRANGE PREGNANCY [END]](https://img.wattpad.com/cover/301972889-64-k442622.jpg)