.......
......
.....
....
...
..
.
Mark menatap sekelilingnya yang minim akan pencahayaan ini, sebenarnya ia tidak tau benar letak dimana kamar mandi tersebut, tetapi ia memutuskan agar terus berjalan, jika tidak ingin sesuat hal yang terjadi..
Bulu kuduk mark mulai meremang melihat rumah ini yang tampak telah lama jika di lihat lihat mark sepertinya pernah ke rumah ini sebelumnya ketapi entah itukapan.
Suara tetesan air mulai terdegar bahkan mark dapat melihat pintu berwarna coklat tua itu kini sudah berada di depannya.
Mark sudah sampai, ia tampa berpikir pajang mulai memasuki ruang sempit itu, aura tidak enak mulai terlihat mark bahkan dapat merasakan hembusan angin yang sesekali melewati dirinya tersebut, tetapi mark berusaha agar tetap berpikir positif akan hal tersebut.
Beruntung tak ada halahen yang terjadi sampai mark kini telah selesai, lelaki itu kini berjalan di mana langkah kakinya membawanya lorong rumah itu, kali ini entah mengapan tanpa sadar mark berjalan menuju ruang ini seakan ia telah terhipnotis.
Mark memeluk erat perutnya Dengan pandangan yang melihat ke selilingnya, mark yakin jika sebelumnya lorong ini tak pernah ada dan bahkan sudah di jelaskan jika sebelum nya ia memang benar benar tak melewati ruang ini tetapi ia tidak melihat lorong gelap ini.
"Aku harus bagaimana" mark bergumam pelan seraya terus berjalan mengikuti jalan yang bahkan hanya lurus tanpa adanya ujung itu.
Mark memang sebelumnya ingin kembali putar arah tetapi seakan melihat betapa jauh nya ia sudah berjalan membuat mark mengurungkan kembali niatnya dan mark harus terpaksa terus berjalan.
Mark terus berjalan bahkan ia sadar jika dirinya sudah berjalan sangat jauh tetapi seakan dirinya tengah di permainkan lorong tersebut segaja di buat tanpa adanya ujung.
Mark sudah sangat lelah berjalan mungkin sudah satu jam ia berjalan perutnya terasa keram kakinya begitu kebas tetapi mark terlalu takut untuk beristirahat sejenak.
"Je-jeno" tanpa sadar mark memangil pelan nama pria itu sembari sesekali ia mengusap perutnya, menurut mark ini lebih menyeramkan dibandingkan saat bersama suami nya tersebut, ya walaupun kebersamaan mereka hanya terjadi saat dimana mark tengah di gagahi oleh pria itu.
"Jeno a-aku takut hiks!" mark benar benar takut tak seperti sebelumnya yang sudah terbiasa dengan suasa gelap mark kini berubah kebalikan, mark memilih untuk mengusap air matanya tetapi sebelum itu.
"AAA!" mark refleks menjaukan tangan nya saat ia melihat darah dan bukan air mata yang bening lah yang ia lihat.
"Mark?" bersamaan dengan hal itu mark mendongakan wajahnya saat mendegar suara berat itu yang mirip seperti yang sebelum nya ia dengar, melihat siapa yang memangilnya sejenak mark membeku menatap terkejut ke arah depan dengan tangan yang perlahan mulai gemetar ketakutan.
Sosok dengan tubuh yang besar serta mata tajam merah yang menyala seakan siap untuk memakannya menatap mark dengan senyum yang aneh
"Apa kau ingin memberikan anak ini kepada ku?" sosok besar dengan taring tajam itu menyentuh perut besar mark yang sontak membuat mark semakin mematung terdiam tubuh mark terasa kaku saat dirinya ingin sekali menyingkirkan tangan yang penuh bulu itu dari perutnya.
Mark hanya mampu mengelengkan kepalanya yang sontak membuat mahluk itu menghelan nafas berat layaknya seorang manusia biasa.
"Aku sangat mengiginkan anak ini! Tetapi kau tak memperbolehkannya!" Mahluk itu kembali menghelan nafas dengan wajah yang tertunduk, mark hanya mengamati apa yang mahluk itu katakan kepadanya entah mengapa mark berpikir jika mahluk ini sebenarnya baik terlihat dari nya berbicara.
"Bayi ini begitu indah tetapi memiliki hati yang busuk! Orang seperti mu tak pantas memilikinya" mahluk itu berkata pelan tetapi dalam kata terakhirnya dengan jelas mahluk itu berkata jika ia tak pantas memiliki bayi ini, apa yang mahluk itu katakan.. mark tak faham akan hal itu.
"Bacalah buku itu untuk sekali lagi.." setelah berkata seperti itu mahluk itu pun menghilang entah kemana dan dalam bersamaan pada akhirnya tubuh mark kembali pada semula yang dimana dapat bergerak seperti sebelumnya.
Mark memang tidak langsung kembali berjalan tetapi ia masih berpikir untuk kejadian yang baru saja terjadi, mahluk itu berkata jika dirinya tak pantas jika memiliki bayi ini dan juga mahluk itu menyuhnya agar membaca sekali lagi buku yang pernah mark baca itu. Sebenarnya apa yang tengah ia alami saat ini dan mengapa dirinya sejak dulu selalu hidup dalam keanehan.
"A-Akhh kenapa pe-perut ku selalu saja terasa sakit!" mark memegang perutnya dengan sedikit erat sembari meringis pelan sebelum ia terjatuh begitu saja di atas lantai lorong tersebut.
Air mata pun kembali menetes mengalir begitu saja pada pipinya mark selalu bertanya tanya tentang mengapa perutnya terus saja terasa sakit, mark tau ini tidak wajar seperti apa yang ia baca jika seorang yang tengah mengandung terus merasakan sakit pada perutnya kemungkinan ada yang salah dan mark pernah bertanya kepada kedua orang tuanya mengenai hal ini, tetapi sayang kedua orang tuanya tersebut justru mengabaikan ucapannya.
"Aku tidak k-kuat!" Mark mengelengkan kepalanya dengan nafas yang tak teratur bayang bayang akan mahluk tadi pun mulai kembali terlihat di susul dengan muncul nya jeno berserta bayi merah yang berlumuran darah di gendongan nya tersebut membuat mark terherankan lantaran jeno tengah terseyum menatap nya tetapi tidak dengan mahluk aneh itu
"Mark kembali lah!!" Lamunan mark pun buyar dikala mendegar terikan yang sangat tidak asing menutnya itu, lantas mark menoleh kebelakamg untuk melihat siapa yang berbicara, tetapi seakan alam berkata lain dengan tiba-tiba saja penglihatan mark pun berubah menjadi hitam sepenuhnya dan mark pun tak dapat melihat siapa yang berbicara tersebut.
--tbc.
Haii.. gimana udah dapet pencerahannya??
KAMU SEDANG MEMBACA
VERY STRANGE PREGNANCY [END]
Horreur[JENOXMARK][REVISI] Mark merasakan hal aneh yang mulai janggal pada kehamilan pertamanya. Rasa aneh itu semakin menjadi saat ia mengetahui satu hal. JUST FANTASY
![VERY STRANGE PREGNANCY [END]](https://img.wattpad.com/cover/301972889-64-k442622.jpg)