XII

2.1K 165 10
                                        

Beberapa hari pun mulai berlalu mark menjalankan beberapa hari belakangan ini seperti biasanya tetapi ada satu hal yang berubah ya itu tiada lagi orang tuanya.

Di satu sisi mark senang sebab ia tidak akan lagi di paksa untuk melakukan ritual ritual aneh itu lagi, tetapi di satu sisi ia juga sedih, walau bagaimana pun kedua orang tuanya tersebut telah menjaganya dengan baik yaa walupun agak berbeda dari anak yang lain nya.

Mark sempat merasa iri saat melihat tayangan di tv yang menunjukan bagiamana anak anak sebaya nya itu tengah asik bermain menikmati waktu waktu luang yang mark tidak bisa dapatkan.

Mark tidak memiliki teman bahkan ia tidak tau bagaimana dengan jelas ke hidupan di luaran sana bahkan mark tidak bersekolah ia tidak tau apa itu sekolah yang mark tau tempat itu tidak akan penah ia kunjungi walau mau bagimana pun, kedua orang tua nya tidak mengizinkan mark untuk bersekolah dan memilih untuk mengajarkannya di rumah, sejak lahir mark sudah hidup di pingir hutan ini yang bahkan jauh dari perkotaan dan yang mana sampai saat ini mark masih tempati.

Tetapi dimana pada suatu saat mark pernah mempuyai teman, mark tentu sangat senang apa lagi tentang apa yang ia lihat di tv pada akhir nya ia dapat rasakan secara langsung, mark mempunyai dua teman yang bahkan tidak bisa ia lupakan, dia adalah Joy dan juga shau teman yang sangat baik baginya.

Tentu mark sangat menikmati masa masa itu walaupun harus di batasi kedua orang tuanya.

Tetapi sayangnya pertemanan itu tak berjalan lama shau yang berasal dari perkotaan harus kembali lagi ketempat tinggalnya yang memang pada saat itu shau hanya berkemah untuk beberapa saat dan tentu harus meninggalkan mark dengan joy yang memang tinggal di situ.

Mark sempat bersedih atas kepergian teman yang selalu sembuatnya tertawa itu apa lagi meluapkan fakta mark saat itu juga sedang maru rasa kepada shau yang tentu tidak mengetauhinya.

Berlulan bulan pun mulai berlalu mark  sedikit demi sedikit mulai berusaha menghilangkan rasa sedihnya itu, dan memilih untuk bermain dengan joy yang pada saat itu memang tinggal di daerah hutan itu juga walaupun cukup sedikit jauh dari rumahnya.

Joy adalah anak laki laki yang baik joy memiliki pemikiran yang dewasa tak ayal jika mark sangat menyangi anak itu bahkan melebihi apapun, mark merasa aman dan senang saat sedang bersama dengan joy begitu juga sebaliknya apa yang mark rasakan joy juga ikut rasakannya.

Mereka menjalani hari hari bersama yaa.. walupun balik lagi kepada mark ia tetap di batasi, sesekali mark harus mengikuti acara ataupun ritual yang kedua orang tuanya itu suruh dan dari situlah perteman antara mark bersama joy mulai merengang.

Dimana pada suatu waktu, mark yang memang pada saat itu sedang asik asiknya bermain di bawah guyuran hujan yang membasahi bumi bersama joy harus terhentikan saat mark melihat dari kejauhan sorot lampu mobil yang perlahan mulai menghampirinya bersama dengan joy yang saat itu tengah berteduh.

Yang tanpa mark sangaka itu adalah mobil kedua orang tuanya, dengan raut wajah yang penuh kekesalan ayah mark dengan tergesa gesa mulai mendatangi mark yang kala itu baru saja ingin melakukan adengan yang tidak seharusnya anak seumuranya lakukan.

Dan dengan cepat menarik tangan mark yang di bawanya masuk menuju mobil, sontak melihat mark yang ingin di bawa membuat pun joy tidak tinggal diam.

Joy sempat melakukan penolakan atas mark yang ingin di bawa paksa yang mana al hasil membuat joy mendapatkan pukulan mentah di wajah tampannya dan yang mana pada saat itu juga secara langsung membuat joy terkapar tak sadarkan diri sebab pukulan yang diberikan kepadanya tak main main.

Mark sangat ingat pada saat saat itu yang dimana pada saat itu terakhir pertemuanya bersama joy teman yang sampai saat ini tidak akan pernah ia lupakan begitu juga dengan shau.

VERY STRANGE PREGNANCY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang