VII

3K 229 5
                                        



.......
......
.....
....
...
..
.



SRAKK!

Mark membuka matanya secara cepat sebelum menatap sekelilingnya yang terasa sangat asing dengan deru nafas yang tak stabil.

"Bagaimana??... apa kau sudah mengingat ku?" pria dengan topeng hitam itu kini telah membuka topengnya dengan wajah yang tampak tenang pria itu terus saja menatap mark dengan senyum yang cerah.

"tidak apa, kau tak perlu tahu aku siapa bukan?" pria itu pun kembali memasang topengnya sebelum mengusap sebentar kepala mark ia pun pergi begitu saja dengan pintu yang terdengar terkunci dari luar, membuat mark pun hanya terdiam bingung menatap pria itu.

Sejenak mark berpikir berusaha meningat ingat tentang apa yang terjadi pada masalalu yang mungkin adanya berkaitan dengan pria misterus itu tetapi bukannya mengingat justru kepala mark menjadi sakit sangat teramat sakit hingga hidungnya pun kini mulai mengeluarkan darah segar.

"Hiks... hiks"

Mark menoleh kan wajahnya saat mendengar isak tangis yang tepat terdengar di samping nya itu dengan gerak yang terbatas mark tetap berusaha melihat merasa khawatir dan penasaran yang menjadi satu teringat jika hanya ada dirinya di dalam ruang yang minim akan cahaya ini.

"Ha-hall-"

"Mark akhirnya kau datang juga!!" suara berat nan dalam itu mulai terdengar saat mark semakin menolehkan wajahnya penasaran, kini deru nafasnya pun mulai kembali terasa sesak seakan ada beban yang menahannya bahkan perutnya pun terasa sakit.

Mark tak bisa melakukan apapun bahkan untuk mengerakan jari saja terasa sangat susah seluruh tubuhnya kini terasa sangat kaku kecuali hanya mata yang dapat ia kontrol, mark terdiam di kala tangan besar itu mulai menyentuh perutnya.

"Akhirnya kau datang juga, apa kau ingin memberikan anak ini kepada ku??" mark ingin sekali rasanya menepis kasar tangan dari mahluk itu yang dengan senantiasanya terus saja mengelus perutnya itu, mark takut saat kuku panjang dari mahkuk itu menusuk perutnya nanti.

Dan tak berselang lama terdengar pintu yang kembali terbuka diselingi dengan pria tadi yang masuk dengan kini membawa seorang wanita.

"ini-"

"Apa benar ini dia??... Mark!!" wanita itu meneriaki nama mark dan seketika sang pemilik nama menoleh melihat wanita itu dengan pandangan binggung.

"Ahh, Dia masih sangat imut seperti dulu, bahka- apa di-dia tengah hamil??" wanita itu bertanya dengan sedikit terkejut dan secara bersamaan pria yang berada di belakangnya itu menganguk mengiyakan pertanyaan wanita itu.

"Tentu dia tengah hamil, dan usia kehamilanya baru saja menginjak-... entah lah" pria itu kembali terdiam setelah berkata, dan wanita di depannya itu pun hanya menganguk pandanganya terus mengarah kepada mark terlepas dari itu, tanpa sadar mahluk tadi kini telah hilang entah kemana.

"Apa dia??"

"Tentu saja iblis itu suaminya" seakan tau pria tadi kembali menjawab dengan nada yang terkesan tak terima itu dan wanita itu pun hanya kembali menganguk, bagaimana melihat cepatnya kepekaan pria itu.

"Seharusnya kau tidak menikah dengannya mark"

Mark tidak mengerti dengan semua yang kedua orang itu katakan ia hanya terdiam seraya berharap kedua orang ini tak melakukan apapun kepadanya, ia hanya sangat khawatir dengan bayinya.

"Seharusnya kau dulu ikut bersama dengan joy mark!" wanita itu kembali bersuara tetapi kini terdengar seakan kesal, dalam diam wanita itu meremat ujung dari kasur yang tengah mark tiduri tersebut, seakan meluapkan kekesalannya.

Mark semakin terdiam binggung, memang ada apa dengan dirinya sampai kedua orang ini membawanya dan jangan lupakan jika pria bertopeng hitam itu membunuh kedua orang tuanya.

Kini semua terdiam tak ada satu pun yang ingin berbicara, dari ketiganya masing masing hanya terdiam dengan pikiran masing-masing sampai dimana wanita itu kembali berucap yang membuat mark seketika saja terdiam membeku.

"Pindahkan dia ke kamar dan tetap ikat dia!" setelah mengatakannya wanita tadi kembali berjalan menuju keluar meninggalkan mark yang kini mulai kembali merasa takut, bahkan kini ia kembali hanya berdua bersama pria bertopeng hitam itu lagi.

"dia benar kau seharusnya ikut dengan joy.. hm tetapi sepertinya iblis itu lebih mencitaimu" mark hanya terdiam mendengar pria itu yang berbicara mengenainya dan jeno tetapi sebelum itu mark mengerutkan alisnya bingung akan perkataan pria itu yang selalu menyebut jeno dengan kata iblis tersebut..

Mark mulai di bawa ke sebuah kamar yang lebih cerah akan cahaya tak seperti sebelumnya itu, dengan kasur serta di lengkapi jendela membuat ruang yang kini mark tempati itu sedikit lebih baik walau dengan kaki yang harus terikat dengan rantai.

Bahkan terlihat pada meja kecil dekat kasur itu sebuah satu piring makanan yang telah di sediakan tidak lupa dengan minumnya juga membuat mark dengan segera menghampirinya, teringat jika ia belum makan sejak pagi.

Mark menyantap makanan tersebut walaupun rasanya sedikit.. hambar tetapi mau bagaimana lagi bayinya butuh asupan juga bukan, mark tidak ingin bayinya kelapan hanya karna ia tak mau memakan makanan yang bahkan sudah di sediakan.

Seusai makan pun mark hanya terdiam setelah menengak habis air putih itu kini perutnya sudah terisikan kemabali dan tak seperti sebelumnya.

Tetapi sebelum itu ia jadi teringat dengan mahluk itu bahkan bagaimana saat tangan itu memengang perut bulat mark, mark menjadi sedikit takut tetapi dengan cepat ia menepis pikiran negatif itu. Ia memilih untuk membaringkan tubuhnya dan mulai menutup mata bulat itu yang mendadak saja terasa berat itu







--tbc.

Sabar saja teman, semua akan terbongkar satu per satu..

VERY STRANGE PREGNANCY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang