XIII

2.2K 159 11
                                        

Mark hanya terdiam duduk di meja makan ini seorang diri setelah semua yang ia alami akhir akhir ini sedang memenuhi pikiran nya.

Tentang di mana keberadaan buku itu dan di mana keberadaan mayat kedua orang tuanya atau dimanakah keberaannya yang pasti saat ini dan juga siapa pria bertopeng itu dan tidak lupa juga wanita berserta mahluk mahluk menyeramkan itu.

Semunya kini sedang memenuhi pikiran mark bahkan terlihat badah itu semakin hari semakin kurus hanya perutnya saja yang semakin membesar sebab mark akhir akhir ini selalu memikirkan hal itu dan jarang sekali ia ingin makan.

Hari sudah kembali malam mark kini tengah menyantap makan nya dengan sedikit tidak berselera, hanya saja ia masih berpikir tentang bayinya, kalau sampai ia tidak makan.

Hari pun semakin malam tetapi belum ada tanda tanda jeno akan pulang, bukannya mark kangen atau sebagainya hanya saja terkadang mark akhir akhir ini merasa takut jika sendiri di malam hari, rasanya ada yang mengawasinya secara tidak langsung. Tetapi jika ada jeno di dekatnya mark merasa sedikit tenang. Teringat jika kini hanya dirinya dan jeno lah yang menempati rumah tua ini.

Mark memasukan sepotong daging itu yang sempat jeno buat tadi pagi, rasanya masih terasa enak mungkin jeno membeli ini di jagal dekat jalan raya dan barulah lelaki itu masak, ngomong ngomong tentang daging mark jadi ingat tetang dirinya yang penah memakan danging mentah tanpa sadar dan itu juga ia ketahui saat seusai makan rasanya sangat menjijikan mark mual membayangkannya.

Tokk..Tokk

Suara ketukan pintu membuat suapan mark pun terhentikan lelaki manis itu mulai menolehkan wajahnya menatap keara ruang tamu dan tak bersang lama suara ketukan pintu itu pun mulai kembali terdengar membuat mark pun lantas beranjak dari duduknya dan mulai berjalan menuru pintu depan itu.

Mark berjalan perlahan di keadaan ruamah yang selalu minim cahaya ini rasa takut mulai menghampirinya, ia hanya sendiri saat ini bagaimana jika itu orang jahat mark menjadi was was.

Saat diamana dirinya telah sampai mark sedikit mengintip dari lubang yang terdapat pada pintu itu sembari sedikit berjinjit takala melihat di luar sana seseorang bertubuh tinggi yang sepertinya tengah kedinginan, orang itu tengah memeluk dirinya sendiri dengan wajah yang seakan meminta pertolongan.

Dengan perasaan yang tak tega mark perlahan mulai menarik knop pintu itu tanpa berpikir panjang lagi, hanya saja ia merasa kasihan saat melihat orang itu yang mengigil kedinginan.

"Ma-Maaf jika mengangu a-apa saya boleh meminjam matel atau semacamnya?" lelaki itu mulai bertanya dengan nada bicara yang sedikit terbata sebab tubuhnya yang saat ini sedang mengigil.

Melihat lelaki itu yang mengigil membuat mark pun semakin tak tega lantas mark pun menganguk dan mulai menyuruh lelaki itu untuk masuk terlebih dahulu mengahangat kan dirinya sembari menunggu mark yang akan mencari mantel atau semacamnya untuk lelaki asing itu.

Keduanya pun kini sudah kembali masuk di ikuti lelaki itu yang membuntuti mark di belakang.

Mark mempersilahkan lelaki itu untuk duduk terlebih dahulu selagi ia menyiapkan teh untuk nya agar dapat menuruni suhu tubuh lelaki itu.

Mark berjalan menuju dapur berniat untuk membuat teh hangat walau dengan perasaan yang takut tetapi saat ia melihat wajah lelaki itu tidak ada yang mencurigakan darinya hanya saja mark berpikir kenapa bisa lelaki itu berada di hutan ini di jam yang bahkan sudah menunukan waktu sebelas malam apa mungkin ia seorang pemburu, tetapi mana ada pemburu memburu di jam segini.

Entahlah mark tidak tahu dan ia tidak mau terlalu berpikir panjang yang terpenting ia selesaikan membut teh ini dan segara mencari matel itu agar ia dapat memberikanya kepada lelaki itu dan menyuhnya agar segara pergi, berasan jika ia ingin segara tidur.

VERY STRANGE PREGNANCY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang