HAPPY READING YEOROBUN 💞
---------
Pagi ini Aza sengaja berangkat sekolah sedikit siang. Memang sudah niat mau bolos bersama Zayin dan Khanza ke warung samping sekolah hingga bel istirahat berbunyi.
"Lama banget dah istirahat nya" gumam Zayin sambil meletakkan kepalanya pada lipatan tangan di atas meja.
"Iya, capek" sahut Khanza.
"Andai ada handphone, kita bisa nelfon Rio" ucap Aza lesu.
"Kakak naksir kak Rio yah?" Celetuk Khanza bertanya pada Aza.
Aza terkekeh pelan. "Ngaco, Rio emang baik, banget malah. Cuman ada batasan yang nggak bisa kita lewati, kita beda keyakinan itu tentu. Dan untuk poin pentingnya, gue cuma ngganggep dia kakak, nggak lebih." ucap Aza serius.
"Wih, adek gue sok dramatis banget," sahut Rio yang muncul dari belakang Aza. Dia mendengar semua apa yang di bicarakan Aza, dan dia menerima semua itu, karena dari awal dia sudah tau akan perbedaan itu.
"Pinjem handphone dong bang" ucap Aza memanggil Rio dengan sebutan Abang, yang hanya akan di lakukan ketika sedang ada maunya.
"Nih, ayok masuk. Udah gue bungkam tuh mulut satpam" ucap Rio memberi tau.
"Nanti." Ucap Aza lirih.
"Yaudah mau ngapain, cepetan." Ucap Rio melembut.
"Emang bener yang di bilang anak-anak. Kalian tuh kayak orang pacaran" ucap Khanza memperhatikan.
"Cocok dah" Zayin menyahuti.
Rio tak menghiraukan ucapan kedua orang tersebut, fokusnya hanya pada Aza. "Untuk satu Minggu besok gue nggak bisa berangkat sekolah. Lo jangan buat ulah, gak ada yang bakal belain soalnya" ucap Rio. "Nih minum" tawarnya kemudian, memberikan Aza susuk kotak.
Aza meminum susu kotak yang di berikan Rio. "Mau ke mana emang?" tanyanya.
"Kita mana Rio, masa Aza doang yang di kasih" ucap Zayin.
"Ambil, nanti gue yang bayar" ucap Rio dengan santainya. "Gue mau nemenin papa ke luar negeri, buat perjalanan bisnis" ucap Rio sambil melihat apa yang Aza lakukan pada hpnya.
"Bawain gue oleh-oleh ya" pinta Aza.
"Mau di beliin apa? Nanti gue usahakan beli kalo buat Lo."
"Lo jangan terlalu baik sama gue Napa Rio, gue kan enak jadinya."
"Ye dasar Lo" cibir Zayin.
Rio terkekeh pelan. "Dari awal gue udah anggep Lo tuh saudara gue, bahkan Lo sendiri yang bilang kalo gue Abang Lo."
"Beruntung banget mereka yang jadi pacar Lo" ucap Aza tersenyum lebar.
Rio tersenyum kecut. "Mereka yang masuk di kehidupan gue, nggak seberuntung itu Za."
"Udah ayok masuk, malah ngedrama lagi" ucap Zayin cepat.
*****
Minggu ini Aza dkk sudah sepakat akan makan di warung-nya kang Jamal. Aza sedang memakai kerudungnya di depan kaca.
"Jamet awas, Lo nutupin gue." Ucap Aza keras saat jamet berdiri di depannya.
"Gue juga mau ngaca, siapa tau nanti ada kang Ilut" ucap Ganeth.
"Ya di belakang gue kan bisa, awas ih." Ujar Aza kesal, mendorong Ganeth mundur.
"Ga mau, makanya punya badan tuh jangan kecil-kecil amat." Ganeth balik mendorong Aza menjauh dari kaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ijbar [Selesai]
Teen FictionAza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan ke...
![Ijbar [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/304370964-64-k453482.jpg)