HAPPY READING YEOROBUN💞
----------
Malam hari selepas Takror, Aza dkk langsung menuju dapur untuk Ronda. Melihat begitu banyak tempe yang tergeletak Khanza dan Zayin bergegas membuka, sedangkan Lala, Ganeth, dan Haliza memotong tempe tersebut.
Aza berkeliling melihat apakah ada yang bisa ia ambil di dapur untuk di makan.
"Oii, Haliza. Lo kok diem-diem bae sih, ngomong ngapa!" celetuk Ganeth, pasalnya ia belum pernah bertegur sapa dengan Haliza walau mereka satu kamar.
Haliza melirik Ganeth sekilas, tetap diam tak menghiraukan sapaan teman sekamarnya itu.
Ganeth mengepalkan tangannya tak terima, melihat Haliza yang hanya diam bahkan tak mengalihkan pandangannya.
"Gue nanya Weh, bisu Lo!" geram Ganeth tanpa sadar.
"Ganeth!!" Tegur Aza dari kejauhan.
Haliza yang tadinya diam, kini menatap Ganeth nyalang. "Aku diem bukan berarti nggak bisa ngomong, aku pun nggak bisu. Dan lagi, hati-hati sama ucapan kakak!" sanggah Haliza pada Ganeth, beberapa detik kemudian ia menundukkan kepalanya lagi.
"Kak Aza, Afwan aku ijin keluar bentar yah" ucapnya cepat lalu pergi ke luar dapur.
Khanza, Zayin bahkan Aza pun menatap cengo tak percaya.
"Kukira cupu, ternyata suhu. Nggak kaya kak jamet yang kelihatanya suhu tapi ternyata cupu," lontar Khanza menatap takjub Haliza yang keluar dari dapur.
"Kena mental nggak? Tadi siang di tolak kang Aldi, eh sekarang di katain cupu" kekeh Lala begitu senang.
"Berisik Lo pada!!" Ucap Ganeth kesal. "Lo nggak jadi mbobol lemari Za?" Tanya Ganeth mengalihkan perhatian.
"Jadi tapi ntar, soalnya masih banyak yang keluar-masuk," memang benar sedari tadi banyak santri yang keluar masuk dapur.
"Assalamu'alaikum, Aza di suruh ke koprasi sama Gus Robert. Katanya setoran hafalan" ujar salah seorang mbak Rizka salah satu Rois kamar atas (kepala atau ketua kamar) di pintu dapur.
"Iya mbak," jawab Aza malas. Sekarang masih jam 21:12 koprasi masih ramai. Pasti nanti ia akan menjadi trending topik kalau pergi sekarang.
"Jamett, temenin yuk. Gue tau Lo pengin cuem ustad Ian." (cuci mata, istilah menyegarkan mata dengan melihat yang bening-bening😅)
"Emang ya jodoh nggak kemana."
"Jangan terlalu berharap nanti jatuhnya sakit." Celetuk Lala.
Di depan koprasi Aza menyuruh Ganeth untuk melongok ke dalam.
"Ada ustadz Ian sama Gus Zaynal, Gus Robert juga kang George."
"Males banget ih, masih rame. Mana gue niatnya mau pinjem hp lagi" gerutu Aza kesal ia berniat untuk kembali ke dapur.
"Ih ayo Za" ujar Ganeth menarik tangan Aza untuk masuk.
*****
Altha yang baru pulang dari Jatim langsung pergi ke koprasi di temani Ian dan Zaynal. Lain halnya dengan Alvin yang langsung tidur di ndalem.
"Mbak," panggil Altha pada salah seorang santri yang tengah membayar.
"E-enggih Gus." Jawab santri itu gugup.
"Tolong panggilin Aza, suruh setor hafalan ke koprasi sama saya."
"Enggih sebentar Gus, tak panggilkan dulu," jawab santri itu lebih netral dari sebelumnya.
Aza yang di tarik Ganeth hanya pasrah. Terlihat Gus Altha menatapnya bingung.
"Mana setorannya?"
"Ehuh," Helaan nafas Aza terlihat gusar. "Nih Gus tapi nggak sesuai target." Ujar Aza menyodorkan sebuah kertas kecil berisi nama dan jumlah hafalan yang di setorkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ijbar [Selesai]
Teen FictionAza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan ke...
![Ijbar [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/304370964-64-k453482.jpg)