HAPPY READING YEOROBUN 💞
----------
Assalamu'alaikum Ganeth,
Kamu apa kabar? Nyariin saya gak selama beberapa hari ini? Tapi saya harap kamu sama sekali gak kehilangan. Maaf karena saya pergi tiba-tiba, walau saya tau itu gak bakal berpengaruh dalam hidup kamu. Tapi saya tetap minta maaf karena gak pamitan sama kamu. Simpan dan jaga baik-baik apa yang saya kasih ya, kalo gak di pakai juga gak apa-apa yang penting kamu simpan.
Oh iya satu lagi, jangan nunggu saya pulang karena itu cuman akan menyiksa diri kamu sendiri, carilah lelaki yang baik dan perhatian sama kamu pastiin jangan jahat kayak saya yah.
SORRY I'M THE WORST.
LUTFI
(jack)
Ganeth meletakan surat itu di pangkuannya, ia meraih sebuah kalung cantik di dalam kotak. Air matanya kembali mengalir secara perlahan-lahan tanpa di komando. "Lebih baik seperti ini daripada kang Lutfi yang merasa kehilangan" gumam Ganeth dengan pikiran yang berkecamuk, ada satu hal yang ia pendam selama ini dan tidak pernah di ceritakan pada sahabatnya.
Saat ini waktu untuk Takror dan ia memilih mbolos karena ingin menyendiri, tadi sore setelah penjelasan panjang lebar Aza mereka sudah kembali berbaikan.
Ia tidak menuntut siapapun baik Gus Altha atau kang Lutfi karena mereka berdua sama-sama salah. Ia memang sedih kang Lutfi pergi tapi ia juga bahagia karena hal itu. "It feels like I want to speed up time so that this pain can be finished quickly."
Ganeth menaruh hadiah pemberian kang Lutfi di loker, lantas meringkuk di atas kasurnya. Air matanya kembali merembes keluar dari kelopak mata. "Mother, I want to go home soon" lirih Ganeth sebelum dirinya benar-benar terlelap dalam tidur.
*****
Cacian untuk Aza masih saja di lontarkan oleh para santri, bahkan tanpa tahu diri mereka menyebut Aza rendahan dan sebagainya. Saat ini pun di Takroran mereka masih saja membicarakan Aza, menjauhinya.
Aza duduk di samping tembok dengan para sahabatnya, di tambah Ana yang ikut-ikutan bergabung. "Kakak gak kaget?" Tanya Khanza pada Ana yang terlihat biasa saja, duduk di samping mereka sambil mempelajari Nahwu.
"Udah tau" jawab Ana singkat, ia pindah di samping Aza karena tidak seramai di kalangannya. Besok juga ia harus maju dan menjelaskan tentang pelajaran Nahwu bab Amil Nawasihk.
"Loh dari mana?" Sahut Zayin penasaran, ia juga baru tau kok malah si Ana lebih update.
"Dari bang ia-, eh dari Aza lah" ujar Ana sambil mengkode Aza agar mengiyakan ucapannya. Hampir saja dari ia menyebut Ian, dan itu akan lebih menggemparkan lagi.
"Iya, kemaren Yanah gak sengaja liat aku sama Gus Altha di koprasi" ujar Aza mengarang cerita.
"Ouh gitu toh" ujar Khanza dan Zayin percaya.
Di antara mereka Ana yang paling tua, tapi percayalah wajahnya sangat-sangat tidak mendukung usianya. Apalagi wajah Ana yang lebih mendukung ke China dari pada indo, terlihat manis dan cantik di saat bersamaan.
Berbeda dengan Aza yang terlihat imut, garang, menyesuaikan dengan tubuhnya yang mungil.
Sebenarnya mereka semua cantik dalam versi yang berbeda-beda, walau sudah pasti yang paling mencolok adalah Ana. Sang ayah yang orang China dan sang ibu juga blasteran Prancis-Indonesia, dan jadilah Ana.
"Kak Ana tinggal di mana sih?" Tanya Khanza.
"Bandung" jawab Ana singkat, masih mencoba memahami apa yang ada di dalam buku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ijbar [Selesai]
Novela JuvenilAza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan ke...
![Ijbar [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/304370964-64-k453482.jpg)