Spesial Hari Raya Idulfitri

7.6K 117 8
                                        


Hallo teman-teman, Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin, kalo elkyeee dimasala lalu ada salah sama kalian mohon maafin yah.

Dan seperti yang udah elkyeee inpoin di ig kemaren, hari ini elkyeee bakalan publish Episode baru dari Ijbar, bercerita tentang sekilas kehidupan Aza dan Altha setelah memiliki anak, bagaimana mereka mengajari anak mereka tentang agama dan hal lainnya. Chapter ini juga merupakan ruang temu kangen untuk kalian yang rindu para tokoh Ijbar.

*****


"Azzam, Azzura tolong bantuin Umi angkat jemuran baju kamu di samping rumah nak." Ucap Aza sedikit berteriak dari dapur, awan nampak lebih gelap dari biasanya.

"Siap Umi." Jawab Azzura sambil berteriak, berlari kecil bersama Azzam menuju samping rumah.

"Ih Abi, inikan pekerjaan kita, Abimah nyuri pahala kita." Rajuk Azzura saat melihat Altha di pintu membawa jemuran baju mereka.

"Kalian lama sih, udah keduluan Abi. Kasian." Ujar Altha mengejek anaknya, melangkah masuk ke dalam.

"Umi, Abi jahat." Adu Azzura pada Aza di dapur.

Aza menghampiri Azzura, berjongkok di depannya. "Kenapa sayang?"

"Abi ngerebut pahalanya adek sama abang, huaaa."

Aza mengerjabkan matanya bingung, ia menatap Azzam yang berdiri tak jauh dari mereka. "Dedek kenapa bang?"

Azzam mendekat, berdiri di samping Azzura, menepuk rambut saudara kembarnya sayang. "Tadi kan itu Umi minta tolong ke kita buat itu, eh ngangkat jemuran, tapi.... keduluan sama Abi, makanya Zura nangis karena enggak dapet pahala." Jelas Azzam.

"Enggak dapet pahala?"

Si kembar mengangguk cepat, bersamaan. "Iya, kata Abi kalo kita bantu orang lain kita dapet pahala, apalagi kalo bantu sama bahagiain orang tua. Bener kan umi?" Ungkap Azzam, menjelaskan kembali apa yang di ajarkan Abinya.

******


"Lucu kamu za." Ucap Altha sambil tertawa kecil, tidak melepaskan pandangannya dari Aza.

Muka Aza memerah, walau sudah menjalin rumah tangga bertahun-tahun tapi Aza tetap tidak bisa menahan salting saat di tatap Altha. "Lucu kenapa?" Tanya Aza balik, tersenyum malu-malu.

"Lucu aja, kamu bertingkah sok dewasa di depan anak-anak." Ujar Altha bermaksud meledek, ingin melihat wajah kesal Aza.

"Mass, Aku loh memang dewasa." Jawab Aza setengah kesal, memukul lengan Altha keras.

"Ih Umi enggak boleh nakal, jangan pukulin Abi aku." Teriak Azzura dengan suara cemprengnya, berlari ke arah Altha.

Altha tersenyum mengejek Aza. "Aduh sakit banget ra, tolongin Abi ra." Keluh Altha pada anak perempuannya.

"Umi." Geram Azzura dengan wajah garangnya.

Aza nampak tidak terima. "Ra, Umi enggak mukul-" perkataan Aza terhenti saat melihat tatapan Altha, ia terpojok. "Iya Umi memang mukul Abi, tapi kan enggak keras, berarti Umi enggak salah." Bela Aza dengan memelas. "Abang, Umi enggak salah kan?" Aza mencari pembelaan dari putranya.

Azzam mendekat kearah Aza, memeluk ibunya dengan lembut. "Abang sayang Umi." Ucap Azzam, kemudian mundur beberapa langkah. "Tapi bener kata Abi kalau Umi salah, walau Umi mukulnya pelan tetap aja itu perbuatan memukul, dan kata Abi kita enggak boleh mukul orang lain karena itu bakal bikin mereka sakit, terus sedih, jadi kalau Umi kesal atau marah harus di bicarain baik-baik." Jelas Azzam dengan bijak, membuat Aza hanya bisa terpaku di tempat.

"Nilai seratus buat abang, keren banget, Abi bangga sama abang." Altha berjongkok dan mencium pucuk kepala Azzam dan Azzura bergantian. "Ayok kita makan anak-anak." Ucap Altha, meledek Aza.

******

"Nih," tiba-tiba tersodor sebuah angpao di depan Azzura dan Azzam, gus kembar pelakunya. "Angpao dari om." Ujar Alfa dan Alfi.

Membuat seluruh yang ada di ruang tamu menatap mereka.

"Kenapa kalian juga mau?" Tanya Alfa, tanpa menunggu jawaban anak kecil itu membagikan satu persatu yang ada di ruangan itu satu angpao.

Altha terheran-heran melihat kelakuan adiknya. Dan setelah membuka angpao itu ia menatap adiknya kesal. "Seribu buat apaan?"

"Jadi orang tuh harus tahu bersyukur bang." Sahut Alfi menjawab.

"Punya aku lima puluh." Komentar Aza menunjukan uang yang ada di dalam angpao.

"Rezeki kak." Jawab Alfa.

"Halah enggak adil kamu." Protes Ian saat melihat isi angpaonya hanya dua ribu. Membuat yang lain tertawa.

"Azzam, Azzura sini Abi liat isinya." Ujar Altha meminta angpao pemberian kembar yang ada di anaknya. Saat melihat isinya Altha memicingkan mata tidak percaya. "Uang dari mana kalian?"

"Dari angpao yang lain." Jawab jujur Alfa.

"Berapa isinya al?" Tanya Zaynal penasaran.

"Dua ratus." Jawabnya, masing-masing angpao si kembar berisi dua ratus dari adiknya. "Sini kalian!"

******

Baca versi lengkapnya hanya di Karya Karsa. Intip keseruan mereka selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, segera yah.

Link : https://karyakarsa.com/Elkyeee/ijbar-spesial-hari-raya-idulfitri

Ketik elkyeee atau Ijbar di pencarian, selamat membaca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ketik elkyeee atau Ijbar di pencarian, selamat membaca.

JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN

Ijbar [Selesai]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang