F

10.5K 573 13
                                        

Hallow

Gimana nih? Apakah membosankan? Aku harap ini sesuai selera kalian ya🥰

✨Happy Reading Guys✨

Kayla pulang tergesa-gesa karena sangat malu, bertemu crush dengan keadaan seperti gembel, wajahnya berminyak dan banyak sekali debu menempel pasti kusam. Apalagi keadaan rambutnya yang lepek karena habis memakai helm.

Kayla mengacak rambut frustasi. "pasti dia ilfil sama gue. Aish sialan!!"

"Assalamu'alaikum." Kayla masuk kedalam rumah mendapati Arga dan Mayang yang sedang menonton tv.

"Waalaikumsalam." Arga dengan santainya memakan keripik dengan toples di pangkuannya. Disampingnya Mayang sibuk dengan gadget nya.

Kayla menyalimi Mayang. Arga menyodorkan tangannya. "Salim juga dong sama calon suami."

Kayla mendelik dan langsung menggeplak tangan Arga. "Nggak sudi gue kalo calon suaminya lo. Amit amit."

Arga menyeringai. "Awas aja nanti lo jatuh cintrong sama gue."

Kayla memasang ekspresi seperti ingin muntah. Dan ternyata diperhatikan oleh Mayang.

"Kaylaa ngga boleh gitu."

Arga tersenyum miring saat Mayang membelanya. Langkah pertamanya sepertinya berhasil.

"Nek kenapa orang itu ngga pulang sih? Malah numpang disini," Kayla menyindir.

"Gue emang mau numpang disini," sahut Arga santai.

Kayla tersenyum mengejek. "Katanya anak tunggal kaya raya kok numpang?"

"Suka-suka gue lah. Lo siapa ngatur-ngatur?! nih rumah bukan punya lo kan?" Kata Arga sangat menjengkelkan.

Kayla memejamkan mata. Ia sangat sangat sangat menyesal menolong cowok ini. Jika tau kelakuan Arga sangat menjengkelkan mungkin Kayla memilih membantu para bodyguard itu untuk membawa Arga yang menyebalkan ini.

"Nggak tahu diri lo! Awas aja lo." Telunjuk Kayla mengarah ke Arga sembari menatap sengit.

"Udah jangan pada berantem. Kayla ganti baju terus makan. Nenek masak ayam semur kesukaanmu," Kata Mayang.

Kayla seketika tersenyum senang saat mendengarkan ayam semur, ia masuk ke kamarnya dengan langkah riang. Seolah melupakan emosinya pada Arga.

Arga terkekeh geli melihat tingkah Kayla. Apalagi waktu melihat Kayla tersenyum. Arga tidak menyangka jika senyum Kayla semanis sirup marjan.

"Ini gimana kalau mau ganti warna cat temboknya?" tanya Mayang menyodorkan ponselnya ke Arga.

"Nenek tinggal pencet pojok ini, terus ini, tinggal pilih." Arga dengan sabar mengajari Mayang bermain Pou. Pelan-pelan Arga berusaha agar akrab dengan Mayang.

Tadi Mayang minta rekomendasi game yang cocok dengannya. Dan Arga pun mendownloadkan Pou. Karena teringat dengan sepupunya.

"Oh gitu," ucap Mayang.

****

"Curang lo!" tuduh Kayla. Saat ini emosinya mulai terpancing karena ular tangga nya tertinggal jauh.

"Mana ada curang tadi lo kan liat sendiri dadunya muncul enam," Diki mengelak.

"Engga tadi gue liatnya tiga sama lo disenggol jadi muncul enam!" Kata Kayla tak mau kalah.

"Sekarang giliran gue kan?" Arga mengocok dadu nya.

"Eh enak aja gue lagi lah!" Diki merebut dadu ditangan Arga.

ARGADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang