G

9.6K 537 15
                                        

Hallo..

Balik lagi nihh.

VOTE✨

KOMEN👉👈

✨Happy Reading Guys✨

Seorang pria paruh baya sedang sibuk diruang kerjanya. Kerutan di dahinya menunjukkan bahwa ia sedang serius dengan kertas penghasil cuannya. Sesekali membenahi kacamatan yang sedikit melorot di hidung mancung nya.

Seorang wanita paruh baya cantik masuk ruangan itu dengan anggun, dan langsung duduk di sofa. "Papa beneran ngga mau jemput anak kesayangan mama nih?"

Pria itu menggeleng. "Biarin aja. Baru kali ini dia mau numpang sama orang."

"Tapi tetap aja pa, nanti kalo Arga jadi semena-mena disana gimana?" Sebagai ibu pasti khawatir, anaknya itu terlalu aktif dan seenaknya.

Raka Adijaya, melepas kaca matanya. "Nggak mungkin. Dia numpang pasti tahu diri. Kamu ngga inget selogan anak sendiri? Argadana Adijaya anak tunggal kaya raya yang tampan dan juga dermawan." Memakai kacamata kembali. "Beberapa hari lagi juga dia pasti pulang."

"Kok papa izinin Arga tinggal dirumah orang asing sih?" Sifa bertanya pada suaminya.

"Papa sudah cek latar belakang keluarga itu. Sudah papa urus semuanya." Menatap istrinya yakin. "Mama tenang aja," lanjutnya.

****

Arga baru saja selesai mandi. "Not bad lah baju seratus ribuan." Berdiri di depan cermin dan meneliti baju barunya yang ia beli bersama Diki.

Tadi malam Arga membeli baju dan celana bersama Diki. Rencananya nanti setelah ia menerima uang dari Juna, Arga akan membeli semua kebutuhan untuk tinggal disini.

Cowok itu keluar dari kamar, melihat Kayla sedang menonton tv dengan mulutnya terus mengunyah. Arga menyeringai, perlahan mendekat dan duduk disampingnya.

"Ngapain deket-deket?! sana geseran! jaga jarak 10 meter." Kayla mendorong Arga agar menjauh.

Arga tetap ditempat tidak bergerak. "Nggak mau. Orang rumah pada kemana?"

"Bengkel. Kalo nenek didepan." Kayla sudah pasrah jika Arga duduk di sampingnya ia akan mengabaikannya dan fokus nonton doraemon yang selalu tayang dihari minggu.

Arga mendekat, tangannya terulur untuk mengambil keripik di pangkuan Kayla. Seketika gadis itu tersentak, reflek menengok. Wajah Arga sangat dekat, bahkan hembusan nafas hangatnya bisa ia rasakan. Belum juga terpesona suara Arga menyadarkannya.

"Gue ganteng kan?" Arga mengedipkan sebelah matanya.

Kayla spontan mendorong wajah Arga. "Idih najong. Lo kalah jauh! gantengan cowok gue!"

Arga tersenyum miring, "emang lo punya cowok? coba cowok lo bawa sini kita adu ketampanan."

Sialan Arga sangat menjengkelkan, Batin Kayla. Arga memang tampan sih tetapi Farel lebih tampan, cool dan jika tersenyum sangat manis. Tidak seperti Arga si tukang pamer dan menyebalkan.

Farel seperti tokoh fiksi yang sering Kayla baca, cool.  Membayangkan Farel membuat hatinya berbunga-bunga. Pokoknya mas crush nomor satu. Ah tidak, Kayla hampir saja melupakan jamal. Pria itu nomor satu dihatinya. Lopyu jamal.

Arga melambaikan tangan didepan wajah Kayla yang sedang senyum-senyum tidak jelas. "Woy!"

"Bisa nggak lo diem aja? Jangan gangguin gue mulu." Kayla sudah muak.

"Lo kerasukan?" tanya Arga.

"Mata lo kerasukan! udahlah sana pergi lo! jangan gangguin gue!"

"Malas." Pemuda itu menyisir rambut basahnya dengan tangan. "Bawa cowok lo kesini dulu, gue mau liat seberapa ganteng dan kaya nya dia." Arga menatap Kayla serius.

ARGADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang