R

7.7K 440 32
                                        

Hallo..

ARGADANA update guys✨✨

Seperti Biasa Jangan Lupa!!

VOTE

KOMEN

Happy Reading Guys✨

Sepulang sekolah Arga dan sahabatnya singgah di cafe. Duduk di area smoking. Terlihat asap mengepul dari bibir masing-masing.

"Nih cewek cantik juga." Devan melihatkan foto ke Arga yang sedang sibuk dengan ponselnya.

Arga melirik sekilas. "Masih cantikan Kayla kemana-mana."

Devan menatap sinis. "Iya tau yang lagi bucin."

"Inget lo udah punya cewek gong!" ucap Juna tetapi diabaikan Devan.

"Nomor lo baru lagi Ar?" tanya Rama.

Arga mengangguk. "Iya lo jangan lupa masukin gue ke grup keluarga biar pamernya makin lancar."

Rama mendengus sudah hafal kelakuan sepupunya. Rama adalah anak dari Ridwan, adiknya Raka.

"Adminnya cuma kakek." Rama menghisap rokoknya.

Arga menghisap rokoknya. "Eh anjir banget. Kemarin waktu gue minta duit sama kakek tumben banget pakai plastik item. Nggak boleh langsung buka, harus buka dirumah, yaudah lah gue nurut. Pas gue buka dirumah anjing banget isinya foto aib gue waktu kecebur got bareng lo mana banyak banget lagi fotonya." Arga bercerita dengan menggebu-gebu.

Rama sudah tidak tahan untuk tidak tertawa. Cowok itu sampai memukul meja dan tertawa sampai tidak ada suaranya. "Serius? Anjir ngabrut!"

Arga mendengus. "Lo juga nyebur di got ya, bukan gue doang."

"Foto aib apa sih?" Devan mulai kepo karena mendengar suara tawa Rama yang nular.

Rama membuka hp nya, menunjukkan foto jaman SMP waktu belajar motor bersama Arga, tetapi fotonya Rama crop jadi hanya terlihat Arga saja. Di foto Arga berdiri dengan belepotan cairan hitam dengan wajah menahan tangis.

"Anjing. Kek siluman bangsat!" Devan tidak menyia-nyiakan untuk mengambil foto dari hp nya. Bisa jadi bahan ancaman nih.

Juna juga merasa kepo merebut hp Rama dan melihatnya. Tangannya menggeser layar. "Bukan cuma Arga tapi lo juga parah." Juna meng zoom foto Rama.

"Eh anjing lo Jun. Dilarang buka aib!" Rama merebut hpnya kembali. Sialan kena juga gue,batinnya.

Sekarang giliran Arga yang tertawa. "Lo lebih parah menurut gue."

"Punya kakek nggak bener cucunya jatoh malah dirusuh baris dulu abis itu difoto, untung kakek rich." Mulut Rama mulai medumel.

Mereka tertawa sampai mengundang tatapan aneh pengunjung. Mereka jika sudah kumpul berempat pasti ada saja pembahasan yang mereka tertawakan.

"Aduh perut gue nggak kuat." Devan memegangi perutnya.

****
Arga ketar-ketir, saat ini berdiri didepan pintu rumah Kayla karena permintaan Jefri tadi pagi.
Tangannya terangkat untuk mengetuk pintu tetapi diurungkan. Menarik nafas dalam-dalam tahan sampai besok (bercanda). "Kenapa gugup gini sih."

Tok tok
"Assalamu'alaikum."

"Waalaikumsalam." Jefri membuka pintu. "Oh Arga udah dateng. Masuk dulu nak."

Arga melangkahkan kakinya masuk. Melihat Diki sedang nonton tv memutuskan untuk mendekat.

"Dor." Arga menepuk pundak Diki.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARGADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang