Hallo✨✨
Jangan lupa vote nya. Yang suka dengan cerita Argadana ini ayo di share biar yang baca banyak. Thanks guys..
Komennya ditunggu ☺
✨Happy reading Guys✨
"Argadana Adijaya, anak tunggal kaya raya yang tampan dan juga dermawan, calon suaminya Kayla."
Jefri dan Mayang tersedak mendengar ucapan Arga. Sedangkan Diki dan Vano cengo. Bisa-bisanya Arga dengan santainya menyebutkan dirinya sebagai calon suami Kayla.
"Kayla yang barbar gitu jadi rebutan? mantap nih." Diki melirik ayahnya. "Gimana yah? Siapa yang di acc."
"Nggak ada," jawab Jefri santai. Sampai saat ini ia belum rela jika anak perempuan itu berpacaran. Dimata nya Kayla itu masih anak-anak.
"Lo juga nggak usah ngaku-ngaku deh." Kayla kesal dengan Arga.
Arga cemberut. "Tinggal aminin aja sih biar gue seneng."
"Udah, makan yang bener, jangan ngobrol," tegur Mayang.
Mungkin setelah penolakan ini, Arga bertekad untuk mengambil hati Jefri dan Mayang yang paling utama.
***
Kayla memandang keluar kelas lewat jendela, dimana pemandangan yang sangat disukai saat crush sedang olahraga basket. Cuaca yang panas membuat crush bertambah tampan. Hanya ini yang bisa Kayla lakukan memandang laki-laki itu dari jauh. Kayla sadar diri, ia hanya gadis biasa yang tidak punya keberanian untuk mendekati laki-laki yang bisa dikatakan sempurna. Sudah satu tahun Kayla mengaguminya semenjak masuk SMA.
Mungkin setelah sepulang sekolah, Kayla akan pergi ke tukang urut untuk mengurut lehernya yang sedari tadi menengok kesamping terus-menerus.
"Udah kali liatnya, sengklek pala lo baru tau rasa!" Rani menyenggol tangan Kayla yang menyanggah dagu sehingga membuat kepalanya oleng.
"Aww leher gue sakit, bangsat." Kayla merenggangkan lehernya.
Bughh
Rani nemukul pundak Kayla dengan keras. "Lo ngomong toxic, jadi gue pukul."
Kayla menggerutu. Memang kesepakatan yang sedikit aneh, jika diantara mereka berdua ada yang berbicara kasar maka hukumannya dengan menggeplak. Tujuannya untuk menjadikan perempuan yang bertutur kata baik dan lembut, walaupun usaha itu sepertinya sia-sia karena faktor lingkungan.
"Ya ampun, gimana caranya biar gue nggak ngomong kasar, kadang gue malu kalo didengar orang, cewek kok ngomong kasar." Kayla menghela nafas, memukul mulutnya sendiri.
"Yaelah, jaman sekarang ngomong toxic hal yang lumrah, bahkan ada yang lebih parah, jadi jangan terlalu dipikirin ya, Kayla. Otak lo nggak bisa berpikir keras, yang ada nanti nge-lag," kata Rani.
Kayla menatap Rani sengit. "inget, gue sama lo pinteran gue dikit!" Semester kemarin Kayla masuk ke sepuluh besar menduduki peringkat ke tujuh, dan Rani ke delapan.
Rani cemberut, lalu kembali semringah. "Eh, tapi lebih pinteran gue ya kalo soal cowok."
"Iya, lo kan sasimo," sahut Kayla nyelekit.
Rani melotot tak terima dan menghimpit kepala Kayla di ketiaknya. "Anjir!! ngomong sekali lagi coba! Bilang aja lo iri kan, bestie? gue dideketin sama banyak cowok!"
"Gue sih nggak doyan sama cowok orang! Nggak kek lo!" Kayla melepaskan lengan Rani yang melilit kepalanya.
Rani berdecak. "Ya, itu kan gue cuma curhat doang."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGADANA [END]
Fiksi Remaja[NEW VERSION] PROSES REVISI Tentang Argadana Adijaya yang ditolong seorang gadis random yang galak dan bar-bar dari kejaran bodyguard papa nya. "Lo lesbi?" tanya Arga tiba-tiba. Spontan Kayla melepaskan tangan Arga yang merangkul pundaknya, hingga...
![ARGADANA [END]](https://img.wattpad.com/cover/306829565-64-k486355.jpg)