Hallo...
ARGADANA update lagi guys
VOTE⭐
KOMEN❤
Terima kasih 👉👈
✨Happy Reading Guys✨
Seorang pemuda berdiri di depan cermin sambil bersiul, merapihkan seragam sekolahnya, lalu berusaha memakai dasi tetapi tidak bisa.
"Susah banget anjir." Arga melemparkan dasi sekolahnya asal. Kekurangannya adalah tidak bisa memakai dasi. Itu juga alasannya Arga tak pernah memakai dasi jika sekolah. Biasanya Arga meminta Sifa untuk membuat bentuk dasi agar dirinya mudah mengenakannya.
Hari ini Arga mulai kembali sekolah setelah diskors seminggu. Sebenarnya ia malas sekolah karena tidak bisa ketemu Kayla. Terbesit dipikirkan Arga ingin pindah sekolah di SMA Kartika.
Pemuda itu menyemprotkan parfum. Mengambil tasnya dan memungut dasi yang ia buang tadi, dimasukkan kedalam tas, melirik jam tangan mahal terbarunya. "Jemput ayang dulu nih." Kakinya melangkah menuruni anak tangga. Membelokkan ke arah meja makan.
"Pagi sayang." Arga mencium pipi Sifa.
"Pagi." Sifa mengoleskan selai pada roti. Raka menatap kesal saat Arga suka sekali mencium istrinya.
"Mah aku berangkat dulu ya sarapannya disekolah aja." Arga meraih tangan Sifa dan menciumnya.
"Tumben berangkat pagi. Biasanya jam segini masih ngiler kamu,"cibir Raka.
"Ih Arga gak pernah bikin pulau di bantal ya, itu kan papa." Arga tidak terima difitnah papanya.
"Terus ngapain bangun pagi?"
"Arga Mau jemput pacar dulu." Arga tersenyum bangga.
"Jangan lupa kenalin ke mama," Sifa menantikan Arga membawa pacarnya. Karena selama ini Arga belum pernah mengenalkan pacar. Hanya sebatas di sosial media Arga foto bersama pacarnya. Alasannya belum ada yang pas untuk dikenalkan dengan Sifa.
"Iyaa besok." Arga mendekati Raka yang sedang meminum kopi.
Raka menyodorkan tangannya dan disambut Arga. Setelah salim Arga tetap berdiri didekat Raka.
Raka menyerit. "Apa lagi?"
Arga berdecak papanya ini memang tidak peka atau pura-pura. "Duit lah."
Raka mendengus tangannya membuka dompet mengeluarkan uang hijau. "Katanya udah nggak ngandelin uang papa."
"Jangan bercanda lah pa. Dua puluh ribu nggak dapet apa-apa." Arga meletakkan uangnya diatas meja.
"Makanya kerja. Kamu jajanin pacar masih pake duit papa." Raka mengeluarkan uang merah beberapa lembar. Padahal jatah bulanan sudah ada di kartu. Tetapi tetap saja Raka tidak selamat dari palakan anaknya.
"Ini juga Arga kerja pa." Pemuda itu memasukkan uang ke saku celana sekolah.
Raka menaikan sebelah alisnya. "Kerja apa kamu?"
"Kerja ngabisin harta papa." Arga ngacir sebelum dilempar sendok oleh Raka.
***
Arga mengendarai motor koleksi Raka. Sebenarnya Raka sedikit tidak rela motor kesayangannya dipakai oleh anak satu-satunya. Raka menawarkan untuk membelikan motor baru tetapi Arga menolak.
Brum brum
Arga memarkirkan motornya didepan rumah pacarnya. Melepaskan helmnya dan membenahi tataan rambutnya.
"Pagi pacall." Arga berdiri didepan pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGADANA [END]
Fiksi Remaja[NEW VERSION] PROSES REVISI Tentang Argadana Adijaya yang ditolong seorang gadis random yang galak dan bar-bar dari kejaran bodyguard papa nya. "Lo lesbi?" tanya Arga tiba-tiba. Spontan Kayla melepaskan tangan Arga yang merangkul pundaknya, hingga...
![ARGADANA [END]](https://img.wattpad.com/cover/306829565-64-k486355.jpg)