C

14.3K 829 15
                                        


Hallo

Jangan capek ya ARGADANA bolak balik revisi.

VOTE

KOMEN

Aku menanti sengg

Lets go...



✨Happy Reading guys✨

Cetek
Seketika lampu ruangan itu menyala, menampakkan Mayang yang sangat terkejut, cucunya dipeluk oleh laki-laki asing di rumahnya pada tengah malam.

"ASTAGFIRULLAH." Mayang langsung menjewer telinga Arga. "Siapa kamu?! Kamu pasti maling kan?! Dasar maling masih muda udah berani, ya!"

Arga meringis saat merasakan panas di telinganya. Tampang ganteng begini dikira maling.  "Ampun, Nek. Saya Argadana Adijaya, anak tunggal kaya raya yang tampan dan juga dermawan." Kalimat itu dilontarkan oleh Arga secara spontan. "Calon pacar Kayla," tambahnya.

Kayla mendelik tajam ke Arga. "Bukan. Dia bukan siapa siapa aku nek. Lo nggak usah ngaku-ngaku!" Kayla menyesal kedua kalinya membantu Arga jahanam.

"Berani-beraninya ya! kamu peluk cucu saya." Tangan Mayang masih menjewer telinga Arga sampai memerah, mengabaikan ringisan Arga.

"Dia temannya abang, Nek," sahut Kayla.

"I-iya saya temannya Diki, Nek." Arga berusaha melepaskan tangan Mayang dari telinganya. Arga berharap telinganya tidak melebar seperti gajah.

"Saya bukan nenek kamu!" Mayang mendelik, membuat Arga ciut menundukkan kepalanya takut. Jika sudah berhadapan dengan ras terkuat di bumi Arga kalah.

Akhirnya Mayang menggiring Arga dan cucu nya ke ruang tamu untuk diinterogasi. Mereka berkumpul disana, Jefri dan Diki terbangun mendengar suara keributan. Mayang duduk di kursi single sedangkan Kayla, Diki, dan Arga duduk di sofa yang panjang. Jefri memilih berdiri di depan anak-anaknya.

Kayla dan Diki menjelaskan tentang Arga yang ditolong oleh Kayla dan ternyata teman SMP Diki. Mayang hanya diam, tapi matanya melirik Arga setajam leser.

"Terus ngapain kamu tadi peluk peluk cucu saya?!" Mayang menatap sengit meneliti Arga dari atas kebawah.

Arga meneguk ludah kasar. "Tadi Arga kebelet, nah Arga coba bangunin Diki tapi dianya nggak bangun-bangun jadi Arga jalan sendiri. Pas Arga lagi nyari letak kamar mandi, Arga liat Kayla. Arga minta tolong Kayla buat bantuin Arga jalan ke kamar mandi kejadian meluk Kayla tadi nggak sengaja, Nek." Laki-laki itu mengangkat kedua jari nya tanda peace.

Mayang menghela nafas. "Kalau kamu mau besok saya anter ke tukang urut disini sebelum kamu pulang." Mayang sebenarnya masih kesal dengan Arga tetapi yasudahlah. Kasihan melihat wajah Arga yang penuh lebam dan kakinya kesleo.

Arga mengangguk cepat.  "Mau Nek, terima kasih." Arga tersenyum dengan tulus.

"Udah selesai, kan, masalahnya? Ayo balik ke kamar, jangan begadang!" Jefri masuk ke kamarnya, diikuti yang lainnya. Ia tidak terlalu mempermasalahkan karena tau kaki Arga yang tidak bisa berjalan normal dan juga Diki yang susah dibangunkan. Tidak mungkin Kayla mau dipeluk peluk laki-laki asing.

Kejadian malam ini membuat Arga lupa jika ingin buang air kecil. Untung Mayang percaya jika adegan merangkul Kayla itu tidak sengaja, padahal mah sengaja modus dikit.

***
Paginya Kayla bangun dan menunaikan ibadah. Setelah itu mulai bersih-bersih rumah, membantu neneknya. Mulai dari mencuci piring dan menyapu halaman sudah menjadi kewajiban Kayla sebelum berangkat sekolah.

ARGADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang