O

7.8K 420 16
                                        

Hallo...

Wah udah 1k yang baca Argadana😃 makasih banyak buat para readers setia❤

VOTE

KOMEN

Happy Reading Guys✨

Arga melangkah menuju ke ruang ganti, baru beberapa langkah ia berhenti mendengar ucapan Kayla.

"Arga, semangat!"

Arga menegang, memegang dadanya yang bergemuruh, senyumnya tidak bisa ia sembunyikan dan telinganya memerah. Pemuda itu berbalik menatap Kayla.
Gadis itu tersenyum menampilkan deretan giginya. Melihat Arga yang diam membuat Kayla salting. Padahal Kayla hanya iseng menyemangati Arga. Apakah cringe?

Arga berlari kearah Kayla dengan merentangkan tangannya.

Grep
Kayla terkejut saat Arga mendekap dirinya. Bisa dirasakan jantung Arga berdetak dengan cepat. Begitupun dengannya.

"Lo harus jadi pacar gue titik." Arga menghirup aroma rambut Kayla yang sangat wangi rasanya begitu candu.

"Ih nggak mau! Arga lepasin!" Kayla memberontak tetapi sangat sulit.

"Nggak bakal gue lepasin kalo lo nggak mau jadi pacar gue." Tinggi Kayla sepundak Arga. Pelukan inilah yang Arga nanti-nantikan.

"Dasar tukang maksa!" Kayla mencubit pinggang Arga untuk menetralkan saltinganya. Perut ya seperti ada kupu kupu yang berterbangan.

Arga tidak bereaksi apa-apa. "Lo kalo nggak dipaksa nggak bakal mau. Jadi sekarang lo pacarnya Argadana Adijaya," ucap Arga seenak jidat.

"Woi Arga! Peluk pelukan nggak tau tempat!" Devan dan Juna datang bersama dua cewek.

Arga tak menggubris Devan. Pemuda itu enggan melepaskan pelukannya. Sekarang wajah mereka berhadapan. Kayla malu diperhatikan banyak orang.

"Udah ayo cepetan ganti." Juna menyeret Devan.

"Eh Jun jangan ditarik kaos baru nih." Devan melepaskan tangan Juna yang menarik lengan kaosnya.

"Arga lepasin! atau mau gue tonjok hah?!" Kayla melotot garang.

Arga tertawa. "Gapapa gue babak belur sama lo asal lo mau jadi cewek gue."

Kayla pasrah akhirnya berbisik ditelinga Arga. "Iya iya gue jadi pacar lo tapi dalam seminggu. Dan sekarang lepasin. Malu Arga."

Arga melepaskan pelukannya menatap tak percaya. "Kok seminggu? Harus seumur hidup."

Kayla segera mendorong Arga untuk menjauh, sebelum terjadi yang tidak tidak. "Udah sana! udah ditungguin sama yang lain."

Arga mencium pucuk kepala Kayla. "Semangatin lagi dong. Biar menang."

Kayla menahan senyum sekuat tenaga untuk menjaga image. "Semangat Arga. Kalo lo kalah gue gamau jadi pacar lo."

Arga tersenyum miring. "Pasti menang pantengin gue terus yang."

Arga berlari ke ruang ganti menyusul Juna dan Devan tentu dengan hati berbunga-bunga.

Kayla duduk menatap depan kosong. Masih tidak percaya jika dirinya pacar seorang Argadana Adijaya. Padahal ini tidak ada dipikirannya. Jadian macam apa ini? Tidak ada kesan romantisnya. Kayla sudah mengiyakan berarti harus menerima Arga sebagai pacarnya.

"Hai."

Kayla mendongak terlihat ada dua gadis cantik salah satunya mengulurkan tangannya.

"Kenalin gue Aqila pacarnya Juna." Gadis itu tersenyum.

ARGADANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang