Hallo
ARGADANA update nih guys. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa.
VOTE
KOMEN
Biar author makin semangat buat update.
✨Happy Reading Guys✨
Gara-gara Arga mempromosikan bengkel Sumber Utama milik Jefri, mereka lembur sampai pukul 7 malam. Itupun ada yang disuruh pulang dan kembali besok karena sudah banyak yang service. Arga pun jadi sibuk ikut membantu. Dan kebanyakan yang datang gadis-gadis dari sekolahnya. Karena rindu hampir satu minggu mereka tidak lihat wajah tampan Arga.
Jefri duduk didepan teras bersama Arga jam menunjukkan pukul delapan malam hanya obrolan kecil membahas random untuk mengisi waktu istirahat setelah sibuk di bengkel.
"Terimakasih banyak Arga udah bantuin bengkel om jadi ramai." ucap Jefri tulus.
Arga menggaruk tengkuknya. "Sama-sama om, itu sebagai balas budi karena om mau nampung Arga."
Arga meletakkan amplop coklat di atas meja. "Nih om seperti yang Arga bilang waktu itu Arga disini dihitung ngekos."
Jefri menatap Arga protes. "Nggak usah om ikhlas. Kamu disini juga sering bantu bantu." Jefri menggeser amplopnya kearah Arga.
"Arga lebih ikhlas om. Mohon diterima buat tambahan modal bengkel biar makin maju dan sejahtera." Arga menggeser amplopnya kembali.
"Engga Arga." Jefri menolak karena Raka memberinya uang lebih dari cukup hanya untuk biaya Arga tinggal disini.
"Iyaa aja om. Ngga baik nolak rejeki." Arga tetap kekeh.
"Om nggak bisa terima uang ini." Jefri menggeser uangnya lagi.
Dahi Arga berkerut. "Kenapa om? Uangnya halal kok."
"Bukan masalah itu. Jangan salah paham dulu. Om nggak bisa jelasin sekarang."
"Kalo om ga terima malah buat Arga ga tenang. Karena Arga merasa hutang. Jadi please diterima." menggeser lagi uangnya. Entah sudah berapa kali ia dan Jefri menggeser kanan kiri uang tersebut.
Jefri meghela nafas, pemuda di depannya ini cukup keras kepala. "Yaudah om terima. Ikhlas kan? Ini nggak kebanyakan?"
Arga menggeleng. "Engga om. Kan Argadana Adijaya anak tunggal-"
Jefri menyela. "Kaya-raya yang tampan dan dermawan." Sudah hafal dengan selogan Arga.
Arga tertawa. Setidaknya uang yang ia pinjam dari Juna berguna. Tinggal dua hari lagi Arga akan keluar dari rumah ini dan kembali ke rumah gerebek, yang Arga maksud rumah gerebek adalah rumahnya yang harganya miliaran.
"Yah Kayla ijin keluar sama Vano." Kayla datang dengan dandanan cukup rapih. Memakai kaos putih pemberian Arga dipadukan dengan jeans biru.
"Mau kemana?" tanya Jefri.
Arga mencuri-curi pandang pada Kayla, tatapan mereka bertemu, Arga langsung mengalihkan pandangannya ke arah pohon mangga yang sudah berbuah kecil-kecil.
"Temenin Vano ngambil tugas di rumah temennya," jawab Kayla, beralih menatap Arga. "Lo dipanggil nenek katanya belum makan."
Arga mengangguk "Om Arga kedalam dulu." beranjak dari duduknya masuk ke dalam rumah.
Kayla yang melihat respon Arga bertanya-tanya. Ada apa dengan manusia satu itu. Biasanya Arga terus mengoceh dan mencari gara-gara dengan Kayla. Semenjak tadi siang Arga berubah menjadi anak kalem.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARGADANA [END]
Fiksi Remaja[NEW VERSION] PROSES REVISI Tentang Argadana Adijaya yang ditolong seorang gadis random yang galak dan bar-bar dari kejaran bodyguard papa nya. "Lo lesbi?" tanya Arga tiba-tiba. Spontan Kayla melepaskan tangan Arga yang merangkul pundaknya, hingga...
![ARGADANA [END]](https://img.wattpad.com/cover/306829565-64-k486355.jpg)