Hari Sial

1K 89 5
                                    

Hari ini, (yn) berangkat sangat pagi, bahkan sampai di sekolah kelasnya masih kosong. Ada alasan yang membuatnya berangkat pagi yaitu dia belum mengerjakan tugas matematika, jadi ia berniat mengerjakannya di kelas.

"Jadi ini rasanya berangkat pagi, sepi sekali. Berasa uji nyali" ucap (yn) mengamati kelas-kelas yang ia lewati.

Belum ada siswa maupun siswi yang tiba di sekolah. Jadi dia merasa sedikit merinding, karena sekolah yang masih sepi disertai hujan gerimis yang melanda sejak tadi malam.

"Keep calm (yn), ga akan ada apa-apa" ucap (yn) menenangkan dirinya yang sedikit takut, lalu ia membuka pintu kelasnya.

Kelasnya masih kosong, bahkan lampunya masih mati. Ia mencari saklar lampu dan menyalakannya. Lalu ia duduk di bangkunya sambil mengambil buku tugas matematikanya.

Ia mengerjakan tugas dengan serius, matanya fokus mengerjakan jajaran angka-angka itu. Tak terasa jam sudah menunjuk pukul 8, ia mengamati keadaan kelasnya. Kenapa masih belum ada tanda-tanda salah satu temannya datang? Padahal seharusnya sudah bel masuk  pikirnya.

Mendadak ia memiliki feeling yang buruk, cepat-cepat ia membuka ponselnya dan menyalakan data. Inilah hal yang membuat sekolah tampak sepi sedari tadi.

Ada pengumuman di grup kelas yang memberitahukan bahwa hari ini sekolah diliburkan. Betapa kesalnya (yn) pada dirinya sendiri, kalau tau begini untuk apa ia berangkat pagi-pagi lebih baik ia bergelung dengan selimut hangatnya.

(Yn) memandang buku tugas matematika yang ada di hadapannya. Ia menatap buku itu dengan kesal, gara-gara tugas itu ia harus berangkat sekolah di hari libur.

"Gara-gara kau ini, menyebalkan sekali. Awas kau ya, buku jelek!"

Setelah puas memarahi buku yang tidak bersalah itu, (yn) merapikan alat tulisnya dan memasukannya ke dalam tas. Ia melangkah gontai menuju gerbang sekolah, ia akan langsung pulang.

Saat melintasi koridor sekolah, ia mendengar suara langkah kaki. (Yn) berhenti dan melihat kesekelilingnya, ia tak melihat apapun lalu ia melanjutkan langkahnya lagi.

Seketika ia merasa merinding ketika mendengar langkah itu semakin terdengar keras yang sesuatu itu semakin mendekat.
Lalu ia dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya.

(Yn) tertegun, ia meneguk ludahnya dengan paksa. Jantungnya berdebar dengan keras, setelah menenangkan dirinya sendiri.

"Aaaaaaaa.... Ada hantu !!!"

Setelah berteriak, (Yn) berlari sekuat tenaga bahkan ia sampai menerobos hujan yang turun cukup deras. Sampai di halte, (Yn) langsung menaiki bus yang baru saja tiba.

Seorang pria paruh baya yang tengah berdiri di koridor menatap cengo (yn) yang berteriak lalu berlari. Orang itu adalah Park Soo Hon, salah satu satpam di sekolahnya.

"Apa wajahku begitu menyeramkan? sehingga murid itu berlari sekencang itu" ucap pak Soo Hon sambil menatap pantulan wajahnya pada layar ponsel yang digenggamnya.

"Huft, sebegitu buruknya wajahku" ucap Soo Hon menghela nafasnya. Lalu ia kembali berkeliling sekolah.

***

Di dalam bus, (yn) masih menetralkan nafasnya. Ia menatap kesekelilingnya, bahkan ia menatap kaki para penumpang di bus itu.

"kaki mereka menapak ke lantai bus berarti mereka bukan hantu, mereka semua manusia" ucap (yn) pelan, saking pelannya hanya ia yang dapat mendengar suaranya sediri.

"Kenapa sekolah mendadak jadi menyeramkan, sungguh menakutkan sekali. Aku takan berangkat pagi-pagi lagi, aku akan berangkat seperti biasanya saja. Untung aku tadi bisa kabur, kalau tidak.." (yn) menggelengkan kepalanya, ia mengusir pikiran-pikiran negatif yang hinggap di kepala kecilnya.

Let Me Shine (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang