Pria itu !

945 95 4
                                    

(Yn) terdiam, ia masih sedikit terkejut. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu ia menatap seorang pria yang ada di sebelahnya. Saat ia akan mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan yang hinggap di kepalanya, pria asing itu membekap mulutnya. (Yn) membulatkan matanya, ia menatap orang itu yang menyuruhnya untuk diam.

"Sttt.. tolong diam sebentar. Bantu aku.." ucap pria asing itu dengan suara kecil dan menaruh tangan kekarnya di bibir.

(Yn) menganggukan kepalanya, lalu ia menoleh ke jendela saat mendengar teriakan dari sekumpulan gadis-gadis. Ia melihat ada 5 orang gadis yang sedang berteriak memanggil nama seseorang, mereka berhenti di depan mobilnya.

Sedangkan pria asing itu menundukkan kepalanya ke bawah, pria itu menyembunyikan dirinya dari kumpukan gadis-gadis itu. (Yn) menatap takut kearah pria asing itu, apa pria ini pencuri ? Batinnya.

Mengetahui dirinya sedang ditatap, pria asing itu menoleh ke arah (yn). Seperti mengetahui isi pikiran (yn), pria itu berkata kembali.

"Aku bukan pencuri" ucap pria itu sambil mendengus kesal, lalu ia melepaskan bekapannya ketika melihat kumpulan gadis-gadis itu pergi menjauh.

"Lalu, kenapa mereka mengejarmu?" Tanya (yn) memicingkan matanya ke arah pria itu.

"Kau tak mengenalku ? Serius ?" Ucap pria itu sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri dengan wajah tak percaya.

Mendengar pertanyaan itu, (yn) memutar bola matanya malas.

"Jika aku mengenalmu, aku tak akan bertanya padamu. Mereka sudah pergi, silahkan kau keluar dari mobilku" ucap (yn) menatap tajam pria itu.

"Tunggu dulu, aku takut mereka masih ada di sekitar sini. Tunggu sebentar lagi oke" ucap pria itu menatap panik (yn) sambil mencegahnya membuka pintu.

"Keluar sekarang!" Ucap (yn) berusaha menyingkirkan tangan pria itu yang mencegah dirinya membuka pintu mobil.

"Nanti dulu, tunggu 10 menit lagi saja" ucap pria itu memohon.

"Aku tak mau, cepat singkirkan tanganmu"

"Tunggu 5 menit lagi"

"Singkirkan tanganmu"

Mereka berdua masih sibuk tarik-menarik pintu mobil. Yang satu ingin membukanya, dan yang satu lagi menarik pintu itu agar tetap tertutup.

Soo Bin berjalan menuju parkiran mobil, ia telah selesai melakukan rapat. Ia berjalan ke arah ujung parkiran tempat mobilnya berada.

Saat hampir sampai ia melihat mobilnya sedikit bergoyang. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, ia juga mengucek matanya berkali-kali.

Tapi hal ia lihat tetap sama, mobilnya memang sedikit bergoyang-goyang. Ia melihat kearah sekitar, juga ke arah lantai yang ia pijak.

"Ini bukan gempa bumi, apa yang (yn) lakukan di dalam mobil" pekik Soo Bin.

Soo Bin mempercepat langkahnya ke arah mobilnya. Saat semakin dekat ia mendengar suara teriakan adiknya.

"Singkirkan tanganmu dariku!"

"Tidak akan"

Soo Bin kembali membulatkan matanya ketika ia mendengar suara pria dari dalam mobilnya. Ia mengedor kaca mobil dengan panik, ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada adik perempuannya.

"Buka pintunya! (Yn) buka pintunya!" Ucap Soo Bin dengan panik.

Mendengar suara Soo Bin, (yn) menoleh ke jendela. Lalu ia menggigit tangan pria asing itu, lalu membuka mobilnya.

(Yn) bersembunyi di belakang tubuh kakaknya, Soo Bin menatap tajam seorang pria yang keluar dari dalam mobilnya.

"Kamu siapa? Berani-beraninya berbuat hal buruk pada adikku" ucap Soo Bin dengan memasang wajah garangnya.

Let Me Shine (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang