Sasaeng ?

1K 88 3
                                    

Hari ini sekolah masih diliburkan, jadi (yn) masih asyik terlelap di bawah selimut sambil memeluk guling. Namun, tiba-tiba datang tamu yang tak di undang, dia adalah Soo Bin.

Soo Bin menatap adiknya dengan senyum jahil, ia melangkah pelan menghampiri kasur. Dia menggerakan tangannya di depan wajah (yn), ketika melihat adiknya yang masih lelap tertidur seketika ide jahil muncul di otaknya.

Soo Bin melangkah ke kamar mandi, ia mengambil gelas kosong yang ia dapatkan di atas meja belajar. Lalu ia menampung air kran di dalam gelas.

Setelah itu,dengan perlahan Soo Bin naik ke atas tempat tidur. Dengan wajah riang ia melompat-lompat di kasur, ia mencipratkan air sambil berteriak.

"Gempa bumi ! Tsunami ! Tolong !"

(Yn) terkejut mendengar teriakan Soo Bin, ia lantas bangun dan berlari ke arah pintu kamar. Namun naas ia terpeleset dan kepalanya terbentur lantai.

"Aduh !"

Soo Bin yang mendengar pekikan (yn) segera mengakhiri aksinya. Ia menatap cemas sang adik yang masih dalam posisi telungkup di lantai.

"Mana yang sakit? Keluar darah tidak ?" Ucap Soo Bin panik

"Ayo kita ke rumah sakit (yn)" ucap Soo Bin menarik tangan adiknya dengan tergesa-gesa

(Yn) mengikuti langkah Soo Bin dengan langkah yang tak stabil. Ia masih sedikit mengantuk dan kepalanya pusing karena dibangunkan secara paksa.

"Kalian berdua mau kemana ?" Ucap sang ayah menatap kedua anaknya yang turun tergesa-gesa.

"Ke rumah sakit, tadi (yn) jatuh terbentur lantai. Dan sedari tadi dia tak menjawab pertanyaanku. Aku takut dia gagar otak" ucap Soo Bin dengan wajah cemas menatap adiknya yang tiba-tiba menguap sambil mengucek matanya.

"Mana coba lihat lukanya?"

Ayah meneliti wajah sang putri, terlihat dahi anaknya berwarna sedikit merah. Selain dahi yang memerah, ia melihat putrinya itu menguap terus-menerus.

"Cuci muka dulu sana"

(Yn) menganggukan kepalanya, ia berjalan pelan menuju kamar mandi. Soo Bin menatap sang ayah bingung.

"Kita harus bawa dia ke rumah sakit ayah, lihat dia sedari tadi diam"

"Itu karena kau langsung menariknya turun. Kesadarannya belum terkumpul, makannya dia linglung. Nanti setelah cuci muka, kau tanya adikmu itu" ucap ayah sambil menjitak kepala Soo Bin.

"Tapi ayah.."

Soo Bin menatap ayahnya yang pergi menuju meja makan. Ia pun ikut menuju meja makan, di sana ia melihat adiknya telah duduk sambil meminum segelas susu.

"Kau sudah baikan ?"

"Memangnya aku kenapa?" Ucap (yn) heran.

"Bukannya tadi kau kena gagar otak karena kepalamu terbentur lantai"

"Sembarangan kalau bicara, oppa mendoakan hal buruk terjadi padaku ya" ucap (yn) menatapa permusuhan dengan sang kakak.

"Tapi tadi kau diam saja saat aku tanya"

"Itu karena kesadaranku belum terkumpul semua, dasar bodoh"

Soo Bin menatap adiknya dengan tatapan terkejut. Apa dia tak salah dengar, bocah itu mengatainya bodoh.

"Dasar bocah tengil"

"Sudah-sudah. Ayo kita sarapan"

***

Soo Bin melangkah menuju kamar adiknya, ia berniat mengajak (yn) untuk berjalan-jalan brother-sister time. Sebelum itu, ia ada jadwal latihan bersama member TXT, jadi untuk menghemat waktu iya akan membawa (yn) untuk menemaninya latihan.

Let Me Shine (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang