strong and ujian

974 99 6
                                        

Enjoyyy
__________________________________

"Hah? Kenapa? Kita kan udah setuju buat belajar dirumah lu?"
Bingung karina.

"Mendingan belajar di perpus aja. Daripada di rumah gw, kalo nanti kita malah nonton trus gajadi  belajarnya?"
Lia melihat giselle sambil tersenyum mengintimidasi.

"I-iya bener kata lia."
Giselle terseyum kikuk.

Di perpustakaan.

Karina sama winter milih duduk berdua sedangkan teman-teman mereka yang lain memilih duduk secara bergerombol.

Winter dengan rasa penasaran dia mengintip apa yang sedang karina baca.

Karina yang merasa di perhatikan langsung melirik ke arah winter. Winter langsung berpura-pura melihat ke arah bukunya.

Karina yang ngeliatnya cuman geleng-geleng kepala sambil nahan ketawa. Gimana ngga ketawa orang winter baca buku nya kebalik gitu.

Karina yang terlalu fokus sama bukunya tanpa dia sadari, karina perlahan menutup matanya.

Karena rasa ngantuknya tidak bisa di tawar. Dia tertidur di atas bahu winter.
Winter yang melihatnya tersenyum sambil mengusap surai panjang karina.
______________________________

Beberapa menit kemudian karina terbangun dan saat dia sadari dia tertidur di bahu winter. Karina mengucek matanya.

Winter yang tadi nya sedang fokus belajar merasa terganggu karena mendengar suara karina yang bangun.

"Udah bangun?"
Tanya winter.

"Heem."
Karina mengangguk lucu.

"Cuci muka dulu. Biar seger."
Karina mengangguk dan langsung pergi dari duduknya untuk ke kamar mandi.

Sehabis cuci muka karina kembali ke winter yang sudah menunggunya.

"Yang lain pada kemana?"
Tanya karina sambil menyender ke bahu winter.

"Tadi mereka bilang mau beli makan dulu. Tapi sampe sekarang belum balik lagi." Karina mengangguk paham.

"Masih ngantuk? Pulang aja yu. Belajar nya besok aja." Ajak winter. Karina menggeleng.

"Gak usah aku udah segeran. Tapi win. Aku pengen nanya." Karina memposisikan duduknya menghadap winter.

"Mau nanya apa?"
Winter ikut memandang karina.

"Kamu segitu sukanya sama aku?"
Tanya karina.

"Iya aku suka banget sama kaka."
Winter tersenyum dan menggengam tangan karina.

"Menurut kamu, sampai kapan kamu bakal terus ngerasa kayak gitu?"
Karina bertanya lagi.

"Selamanya."
Winter menjawab.

"Jangan cepet bilang kaya gitu. Orang bisa ber ubah-ubah." Karina membalas seperti itu karena dia takut jika winter sudah berkata seperti itu, tapi kenyataannya tidak sesuai apa yang dia bilang, jika benar terjadi, itu sangat melukai hati mungil karina.

Karena kebanyakan orang seperti itu. Mereka akan bilang kalo mereka akan mencintai orang yang mereka suka selamanya tapi.....kenyataannya tidak.

"Iyasih yang kaka bilang bener. Tapi aku bakal usaha buat bikin kaka tetep jadi punyanya aku. Jadi kaka gak usah khawatir." Winter mencoba meyakinkan karina.

"Aku gak khawatir cuman...you know jaga-jaga doang." Karina tersenyum.

"Ywdh sekarang kaka jangan pikirin itu, mendingan kaka beres-beres trus kita pulang. Soalnya omongan kaka udah ngawur. Takutnya kaka strong hehe." Winter terkekeh.

Love Revolution WinrinaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang