.
.
"Ngapain ikutin sih?!"
"Ya kamu kalau jalan ngawur gini. Ada lecetnya yang kena nanti siapa? Kakak dipenggal ayahmu yang ada"
Iya bener, Jungkook hampir aja jatoh gara-gara jalan tanpa liat kanan, kiri, bawah, pokoknya ngawur. Segala orang bawa belanjaan ditabrak.
Tapi yang jatoh dia juga.
"Jangan sentuh!"
Jungkook teriak, tarik lengannya kasar yang dari tadi berusaha dicekal.
"Udah dibilang jangan sentuh! Gak sudi disentuh orang tukang selingkuh macam kamu!"
Okeㅡ Jadi pusat perhatian gini Taehyung gak malu kok, cuma malu banget.
"Dek, simpen dulu ya marahnya? Kita bicarain baik-baik dirumah"
"Hiks nggaa, nggak mau ngomong sama kamu"
Taehyung meringis, aduh ditatap sebegini tajamnya sama orang-orang itu nggak enak loh.
Apalagi ini diluar kampus.
Orang-orang terutama ibu-ibu udah mulai gosip, bahkan ada yang terang-terangan nunjukin rasa gak suka nya.
"Makanya mas kalau nggak siap nikah muda jangan maksa nikah"
"Iya duh kasian itu istrinya"
"Nikah nggak melulu tentang ena nya aja dek, yang kayak gini nih sering terjadi. Salah besar kamu ambil keputusan nikah dini begini"
Taehyung ketawa canggung, kasih bungkuk badan berkali-kali dan tarik Jungkook paksa buat ikut dia.
"Permisi, permisi"
"Ish kak lepas! Gak mau sentuh! Lepas!"
Taehyung tutup telinga kanan telinga kiri, genggamannya dipergelangan tangan Jungkook sama sekali gak dilepas.
Biar dulu begini, ya meskipun Jungkook terus berontak pukul punggung nya berkali-kali.
"Kak hiks lepas! Merah tangannya"
"Nggak, Kamu mana pernah ho dengerin omongan kakak? Nanti aja lepasnya pas di mobil, biar kamu nggak bisa kemana-mana"
Ya karena Taehyung tau, Jungkook kalau lagi marah itu suka ngawur.
Nangis gak tau tempat, jalan gak memperhatikan sekitar.
Dulu pernah marahan, Jungkook maksa pulang, gak mau dianter, dan gak mau disentuh.
Berakhir jalan sendiri tapi Taehyung tetap ikuti Jungkook dari belakang.
Tanpa sepengetahuan Jungkook jelasnya.
Sudah dibilang kan kalau Jungkook itu suka ngawur kalau marah.
Pacarnya nyaris tertabrak bis yang melintas. Kalau dia gak cepat, mungkin aja pacarnya udah beda alam sama dia sekarang.
Taehyung bawa Jungkook balik lagi ke kampus. Ke parkiran kampus lebih tepatnya.
Aduh, pas sekaliㅡ hari ini dia bawa mobil gara-gara Yeontan mogok bicara sama dia pagi ini.
Iya, motornya nggak mau nyala. Jadinya Taehyung bawa mobil nya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
[Visualisasi Jinteun ; mobil Taehyung]
Keduanya udah dimobil, Jungkook sedekap dada sambil sesenggukan begitu, mata nolak keras buat tatapan sama Taehyung.
Pokoknya lagi marah! Gak mau ngomong! Gak mau sentuh! Gak mau sama Kak Taehyung! Mau pulang mau bunda!
"Kamu salㅡ"
"Diem!"
Oke Taehyung diem, seenggaknya nahan diri buat gak gemes.
"Iya-iyㅡ"
"Dibilang diem! hikseu"
Kan, lucu pacarnya kalau lagi marah.
Taehyung ketawa kecil, tapi gak keluar suara.
Iyain dulu kata pacarnya, kalau dia ngomong sekali lagi pasti nanti kena gebuk, kena jambak, kena cubit dan sebagai nya.
Ini di jalan cuy, kalau Kdmp disini yang ada nyemplung empang.
Iya, Kekerasan dalam masa pacaran.
______________
T b c
- jangan sentuh!
YOU ARE READING
Manisan « tk »
Fanfiction"Martbak manis setengah kacang setengah keju" Karena katanya, manispun harus melalui berbagai proses dulu. _________________________ ©Pythagoras_ss ²ⁿ²² toptae-bottkook
