Malam

249 47 1
                                        

.

.

Taehyung telentang, duel sama calon mertua sukses buat muka ancur kasarnya babak belur.

Dan lebih parahnya lagi, dia harus menelan pil pahitㅡ Jaga jarak sama manisnya selama waktu yang ditentukan.

"Pukulanmu payah, gimana bisa jaga anak ayah kalau begitu?"

Dan Taehyung cuma bisa atur napas disana.

"Adek udah cerita kalau dia mimpㅡ"

"Mimpi saya Cipokan sama cewek?"  Potong Taehyung sedikit terkekeh disini.

"Ya haha, pagi-pagi dia nangis. Takut betulan terjadi katanya"

"Alasan sebenarnya leher Jungkook merah-merah karena itu yah"

Bugh


Taehyung meringis waktu sarung tinju mendarat di muka nya.

"Maksudmu apa? Kamu cipokan sama Cewek? Iya?!"

Taehyung buru-buru duduk, coba tenangkan calon mertua nya.

"Nggak yah, nggak. Jungkook salah paham, kira Tae selingkuh sama yang lain cuma gara-gara Tae rangkul bahu cewek. Dan tanpa tanya jelasnya lebih dulu dia pergi sambil nangis. Nyaris sekali tertabrak kalau gak saya tarik"


Aduh maaf jadi sedikit bohong bawa Insiden lalu-lalu.

"Terus siapa yang kamu peluk?"

"Itu Kak irene, masih sepupu. Dan Jungkook kenal baik sama orangnya"

Si ayah hela napas lega disini. Sebetulnya ia tidak mempermasalahkan perihal Leher Jungkook banyak cupang nya.

Toh anak nya juga sudah besar, udah legal untuk masalah begituan.

Tapi, kalau untuk urusan lain, maksudnya segel adek yang masih rapet di bordir sama Buwung nya Taehyung, si ayah jelas gak terima.

Belum sah kok main Coblos? Apa-apaan!

Pun selama ini Taehyung belum menunjukkan keseriusan nya untuk kejenjang yang lebih lagi.

Jadi, Itulah kenapa Ayah Jeon, Bunda Jeon, Hoseokㅡ selalu kasih batasan untuk anaknya pacaran.

Kalau udah berani Cium pasti akan berani yang lain katanya. Dan sekarang terbukti.

"Duaminggu ini jaga jarak kamu sama anak ayah, dan awas aja kalau sampai ayah tau kamu Ciuman sama yang lainㅡ"

"Nggak akan Yah, Tae nafsu nya cuma sama Jungkook. Tae jamin"

"Burungmu jadi jaminan"

Dan setelah itu ayah Arthur berdiri untuk keluar.

Taehyung langsung pegang buwungnya. Bisa gila dia, kalau buwung nya ilang, yang muasin Jungkook nanti siapa?!


* * *

"Kakak!"

Jungkook yang dari tadi tunggu cemas Pacarnya keluar dari halaman belakang, langsung serbu badan pacarnya pakai pelukan.

Ayah sama Bunda Jeon cuma geleng kepala, Sedangkan Hoseok di tempatnya mendengus tak suka.

"Hiks kak maaf, gara-gara aku kakak jadi salah-salahan begini"

"Nggak lah dek. Kan kaka juga sama salahnya" 

Satu tangan peluk pinggang, dan tangan yang lain digunakan menangkup pipi si manis.

"Duaminggu ini kakak skip anter jemput kamu ya?"

Jungkook geleng kalut, tatap ayah sama bunda nya yang berada di belakang sana.  "B-bunㅡ"

"Cuma duaminggu sayang, kamu bisa kok"

"Tapi tapiㅡ"

"Nanti Abang yang antar jemput kamu, di kampus nanti kamu juga dijagain sama Mingyu"  tambah bunda nya.

"Hueee nanti kalau kak Tae sama yang lain gimana?"

"Ya nanti kita yang tarik buwung nya sama-sama dek. Inget kan sama ucapan ayah tempo lalu? Kalau pacarmu selingkuh, kita dapet pajangan baru"

Glup

"M-maksud nya Yah?"

"Ya itu, biar burungmu jadi hiasan dinding di ruang tamu. Jarang-jarang loh dirumah orang ada yang begitu. Esetetik, pasti Keren abis!"

Ingatkan Taehyung kalau manusia yang ngomong barusan adalah calon mertua nya.





____________

T b c

Manisan « tk »Where stories live. Discover now