《JUDUL AWAL ALLANA KENZURA VARELLY 》
Warning⚠TYPO BERTEBARAN
SINCERITA LACRIME , dalam bahasa Italia berarti Air Mata Ketulusan
Kisah seorang gadis dengan segala kepolosan yang orang lihat.
Berpenampilan nerd, juga berusaha bersikap acuh pada omon...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sengatan mentari yang membuat peluh membanjiri wajah tampannya. Namun entah mengapa ia merasa sangat bersemangat, disisi lain seorang gadis tengah mendengus kesal karna ulahnya
" Kapan selesainya sii, aku kan ada pesanan cake " ucapnya sembari menatap dedaunan yang berada tepat diatas kepalanya, menutupi tubuh mungilnya dari sengatan sang surya
Berbagai kekesalan telah ia ucapkan pada sosok lelaki yang memaksanya untuk menemani bermain futsal
Karena bosan, lama-kelamaan kantuk menyerangnya begitu saja. Lelaki yang menatapnya sedari tadi pun menghampiri gadisnya agar tak jatuh saat bersandar di pohon, tepatnya mereka duduk diatas tanah dan menyender pada pohon rindang
" Lucu " ungkap lelaki itu jujur, ia tersenyum melihat kelakuan gadisnya dari tadi. Mungkin gadisnya itu tak menyadari pergerakannya telah diamati lelaki itu, atau ia hanya akan duduk diam tak berkutik bahkan dengan seenak jidat membuat kerusakan pada rumput kesayangan bu Anggun. Yang berada tak jauh dari tempat duduknya
Di dalam Varelly School, masing-masing memiliki tanaman tersendiri yang harus dirawat semasa ia menjadi warga sekolah disana. Agar terciptanya lingkungan yang asri
Setelah 2 jam kemudian lelaki itu membangunkan gadisnya, namun malah sang gadis hanya menggeliat tanpa berniat membuka mata
" Bangun " ucapnya sembari menggoyangkan badan gadis mungilnya. Namun, sampai ke 5 kali tak kunjung bangun juga ia terpaksa menggendong gadisnya ala bridal style menuju parkiran motor kesayangannya
Hap!
Dalam hitungan ke tiga gadisnya kaget bukan main ia tiba-tiba telah berada diatas motor.
" Loh kok aku disini sii " ujar gadis itu setengah sadar, karna baru saja bangun tidur
Lelaki itu menatap gadisnya " Dasar kebo " ejeknya
" Ga yaa, cuma susah dibangunin aja " elaknya sembari mengucek-ngucek matanya
Namun berbeda dengan sang lelaki " Dasar cewe " batinnya sembari menyipitkan matanya " Air liur " lanjutnya menunjuk wajah sang gadis
Gadis itu membelalakkan mata nya " Hah! Boong ya kamu " ucapnya tak percaya, ia pun turun dari montor
Lelaki itu menyerahkan kaca yang kebetulan terbawa " Coba liat "
Gadis itu ragu-ragu menerimanya. " Jika bener ada air liur gimana dong, Hadeuhh " pikirnya
Dengan keberanian full, ia menatap wajahnya dipantulan cermin. Ternyata yang dikatakan lelaki itu BENAR.
BENAR-BENAR SALAH, maksudnya.
" Enggak ada tuu, emang ngeselin kamu yaa " jawabnya kesal. Apa-apaan ini, kenapa jadi aku yang dipermainkan. Pikir gadis itu
Lelaki itu pun mengacak rambut gadisnya gemas " Udah, ga usah kesel gitu dong mukanya. Ntar nambah imut " jawabnya tersenyum manis
Akibat perlakuan mendadak dari sang lelaki, gadis itu pun menjadi salah tingkah. Namun, tak jadi. Akibat perlakuan selanjutnya dari lelaki itu.
" Jalan " gertaknya
" Udah hampir siang. " lanjutnya
Gadis itu pun mengernyit keheranan. Akhirnya ia pun mengikuti langkah lelaki itu, menaiki motor kembali.
***
Setelah selesai mencoba beberapa gaun yang sopan. Gadis itu pun dihantarkan para pekerja menuju tempat duduk lelaki itu.
" Ekhemm " dehemnya, berada di depan lelaki itu pas
Lelaki itu mendongak ke arah gadisnya, bahkan hingga 4 detik, ia tak berkedip " Cantik " pujinya jujur " Cantik gaunnya " lanjutnya sembari berdehem
" Masa si mas, mbak Lanna tidak cantik. Tadi saja claint saia muji-muji gitu kok " goda salah satu pelayan yang mengantar Lanna
Yaa, lelaki itu adalah Nathan dan gadis itu tak lain yaitu Lanna. Ia dan Lanna sepakat untuk memilih gaun yang pas, pada acara party beberapa hari lagi.
" Kaya gitu dipuji, malah nglunjak nanti mbak " gurau Nathan sedikit terkekeh. Dengan pandangan masih mencuri-curi pandang ke arah Lanna.
Sontak Lanna pun, membelalakkan matanya, " Enak saja aku dikatain kek gitu " batinnya mencoba menahan amarah yang kian membludak. Bisa saja kan, amarahnya akan meledak seperti balon. Dan ia berjanji akan menjewer telinga Nathan tanpa ampun. Ingatkan Lanna akan hal langka itu. ***
" Apa yang gue rasakan dan alami saat ini. Telah lama hilang sejak ayah pulang-pergi dari rumah. Penyebabnya yang tak lain adalah orang ketiga, yang berada tak jauh dari jangkauannya. Karena pelakor itulah, Bunda sakit-sakitan. " ucapnya sembari menyesap kopi. Dengan tatapan sendunya yang membuat siapapun merasa iba
Sekali lagi, jangan pernah menilai orang dari penampilan. Karna, terkadang penampilan itu menipu
" Lanna, seorang gadis sederhana. Tapi, ngebuat gue nyaman. Entah mengapa, gue ga bisa jauh-jauh dari dia " ujarnya sembari membuka hp nya dan menatap foto Lanna, yang ia dapatkan pada saat Ken memberikannya secara timbal balik
Nathan melihat sekeliling rumahnya, dan mengingat-ingat lagi memori nya. Yang telah lama merenggut setengah ingatannya " Dulu rumah ini penuh keharmonisan dan kehangatan. Tapi, lagi-lagi harta penyebabnya. Semakin orang merasakan kesuksesan, maka dia akan berperang pada dilema. Dimana ia harus jauh lebih baik atau menuruti hawa nafsu "
Nathan terkekeh " Lanna lah, yang ngerubah gue menjadi seorang yang seperti dulu. " diakhir ucapannya Nathan menangis. Mencoba mendalami alur yang ia dan tuhan yang tau. Biarlah malam ini ia dan kesunyian malam yang mendengar rintihannya. Setidaknya ia akan lebih baik keesokan harinya