Forgetfulness Potion

301 29 0
                                        

ꔛꔛ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ꔛꔛ

"Happy Christmas Pie!!!" Papa berseru ketika aku turun menuju lantai bawah, Papa dan Mama duduk dengan segelas teh di genggaman mereka.

Natal tahun ini kami berlibur ke Jepang, menempati rumah sederhana yang diturunkan dari Kakek kepada Papa. Rumah ini memiliki desain khas Jepang lama terletak di sebuah desa jauh dari keramaian.

Pohon natal berdiri menjulang di sudut ruangan dengan segala ornamen yang kami pasang tadi malam, juga bintang paling besar di pucuk pohon.

Di bawah pohon itu ada beberapa kado yang berserakan, tidak terlalu banyak karena hanya Papa, Mama dan aku yang akan bertukar kado.

Aku tidak pernah melihat kakek dan nenek dari pihak Papa maupun Mama karena mereka sudah tidak ada, dan Papa serta Mama juga tidak memiliki saudara atau kerabat, hingga tersisa kami bertiga saja. Saat kecil Mama memperlihatkan buku keluarga dan saat itu lah aku mengetahui rupa mereka.

Kami memakai baju khas Jepang yang dikenal dengan nama kimono, warna kimono ku merah muda dengan corak bunga bunga berwarna putih. Punya Mama berwarna biru gelap dengan corak seperti naga sedangkan Papa memakai kimono polos berwarna hitam dengan bawahan abu abu.

Saat sesi membuka kado aku mendapat gaun hijau tua dari Papa dan beberapa buku dari Mama.

ꔛꔛ

Aku mengelus Violet, dia adalah burung hantu kepunyaan Baker, bentuknya kecil mungil berwarna abu abu. Kami sering bertukar surat beberapa kali dan kali ini Violet membawa 2 surat.

Ternyata itu surat dari Baker dan Brown, aku tidak pernah mengirim surat ke Brown karena dia juga tidak mengirim surat kepada ku, untuk apa repot repot.

Di surat itu tertulis bahwa Brown menginap di rumah Baker yang baru ku ketahui bahwa mereka berteman dari kecil, makannya Brown sekalian mengirim surat, ini surat pertama darinya. Waw aku memutar bola mata.

Baker juga menulis bahwa dia menyadari aku selalu memanggil mereka dengan nama belakang dan dia meminta aku harus memanggil nya dan Brown dengan nama depannya, aku menyanggupi itu.

Aku juga sering kali bertukar surat dengan tiga teman sekamar ku, apalgi Razor dia bahkan bisa mengirim 5 kali dalam seminggu.

Aku menutup buku harian ku, menulis apa saja kejadian menarik hari ini, mematikan lampu dan segera menuju kasur. Terlelap ke dunia mimpi yang indah.

ꔛꔛ

Liburan Natal berakhir dan kini aku duduk di Great Hall mengobrol dengan ketiga bocah bocah ini. Kami menceritakan kisah liburan masing masing.

Capella MalfoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang