☘︎
Bagaimana jadinya jika pasangan tersohor Draco Malfoy dan Astoria Greengrass memiliki anak perempuan?? Bukankah mereka hanya memiliki anak laki laki saja? Dari mana asal muasal anak perempuan itu? Dan apakah keluarga yang terkenal akan kontro...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
° ° ° ° °
ꔛ
Beberapa minggu sudah terlewati, masalah silih berganti menerpa kami, ini sangat melankolis Aku tau. Tapi UGHH INI BARU AWAL TAHUN AJARANN. Rasanya Aku ingin mengutuk semua orang yang lewat di depanku.
Ada beberapa masalah yang muncul lalu selesai begitu saja dan ada pula yang membutuhkan waktu untuk menyelesaikan nya. Aku benar benar ingin mengutuk semua orang.
Seperti misteri kalung dan kubah misterius yang melindungi ku tempo lalu. Ini membuat pecah kepalaku. Aku ingin tak memedulikan masalah ini, tapi jika Aku tidak tahu itu sangat mengganggu.
ꔛꔛ
Setelah hari dimana aku dan pecundang Lestat itu berduel, aku menepati janjiku. Setiap hari saat aku berpapasan dengan nya akan ku buat rambut nya berubah, muka nya bengkak, atau membuat dia berubah menjadi kucing yang paling ku suka membuat nya di kejar kejar oleh buku monster.
Seperti hari ini, itu sudah menjadi rutinitas yang menyenangkan.
"AAAAAARRRRGHHHHHHH"
Bayangkan di pagi hari kau mendengar sebuah teriakan menggelegar, damai sekali bukan.
"Ini pasti kau yang melakukannya kan Swan" pecundang Lestat itu menghampiri ku dengan tergesa gesa seraya menunjuk kan jari telunjuk nya di mukaku. Aku mengangkat alis, tentu saja itu aku. Siapa pula yang mau menjahili bocah ingusan seperti dia? Tidak menarik.
"Heh, bicara apa kau ini? Melantur ya? Ewhh liat rambut mu itu, penuh siput"
Setelah mengucapkan kalimat menyakitkan itu Bellona tertawa keras. Selain suara nya yang mengganggu Bellona juga mampu bersilat lidah.
Muka pecundang itu yang sudah merah tambah memerah lagi, kini dia ingin sekali mengutuk ku. Tapi tidak bisa, karna setelah kejadian hari itu dia sudah dianggap menjadi pelaku dan aku korban nya.
"Sebaiknya kau urus lendir di tubuh mu dulu Lestat, dari pada mengurusi hal tak beguna" Aku yakin mukanya sudah menjadi warna ungu sekarang.
Dia berjalan pergi dengan langkah lebar terlihat sangat marah, meninggal kan jejak lendir siput di setiap langkah nya, ku lihat murid murid yang di hadapan nya segera menyingkir.
"Mungkin sudah waktunya berhenti Ella,"
Adisa memberi saran, mau tau? Kenapa selama berbulan bulan aku menjahili pecundang itu, aku tidak diberi detensi? Ya karna Adisa. Dia adalah prefek. itulah gunanya mempunyai seorang teman kau tau.
Dengan seringai aku menjawab pertanyaan nya santai.
"Tentu, aku akan berhenti"
Setelah membuat jari nya terputus, tentunya.
ꔛꔛ
"Swan, sudah lama kita tak bertemu" lantunan suara lembut yang terasa familiar bergema di telinga ku, memecah sunyinya perpustakaan.
Aku mendongak menatap siluet seorang gadis muda yang sangat manis, orang yang pertama kali mengajak ku bicara, bagaimana aku bisa lupa?
"Baker, senang melihatmu kembali"
Itu hanya sekedar formalitas, dia menatap ku sejenak dengan mengulas senyumnya.
"Boleh aku duduk disini?" Suara nya melantun indah.
"Tentu"
"Kau sedang membaca apa Swan?" Aku tau itu pastinya menjadi topik perbincangan kami, dan kebetulan sekali aku seperti nya harus menanyakannya. Sekiranya dia tau jawaban nya.
"Aku mencari sesuatu, em seperti apakah ada suatu mantra kuno yang berbentuk seperti kubah?"
Aku tau pertanyaan ku ini konyol, tapi ayolah... mari lupakan segala logika. Mantra kuno lah kubah lah.
"Aku seperti nya tidak terlalu tau, tapi jika kau bertanya tentang rune kuno, aku bisa merekomendasikan sebuah buku padamu" selepas kalimat itu keluar dari mulutnya, dia segera mungkin bangkit dan mulai menyusuri rak rak buku usang yang ada di pojok ruangan.
Cukup lama dia mencari ternyata, membutuhkan waktu sekitar 10 menit hanya untuk mencari sebuah buku.
"Ini" Baker meletakkan sebuah buku tua yang sangat kuno di meja. Dalam sekali lihat pun aku sudah tau kalau buku ini sangat lama sekali karna kertas nya yang menguning.
"Aku pernah membaca sesuatu tentang hal hal seperti itu tapi aku melupakan nya, mungkin kau bisa membaca buku ini agar menuntaskan rasa penasaran mu"
Dia berkata panjang lebar seraya membuka beberapa halaman di buku itu, menunjukkan sesuatu dan aku diharuskan nya menunduk. Buku itu sudah sangat kuning yang menyebabkan beberapa katanya agak pudar.
"Ini seperti ini, tapi ada sebuah robekan di halaman ini sehingga beberapa penggal kalimat nya terpotong" jelas nya, aku melihat di halaman itu.
Dan Salazar, aku yakin sekali kata yang terdapat di halaman itu sama persis dengan yang ada di bendul kalungku. Di sana hanya terdapat 3 kata dan sebuah robekan yang cukup besar.
Sepertinya aku sudah dekat dengan misteri ini. Aku menyeringai senang tanpa menyadari sebuah kalimat yang sederhana itu mengandung makna yang sangat dalam. Tanpa menyadari ternyata manfaat kalung itu lebih dari yang ku pikirkan. Tanpa menyadari bahwa kalung itu akan menyelamatkan ku, suatu hari nanti.
° ° °
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.